Laman

Pengunjung

Jumat, 01 Maret 2013

MOTOR INJEKSI KE LAUT AZA LOE

PERINGATAN : Artikel di bawah ini khusus dewasa bukan
untuk anak SD maupun SMP. Baca artikel ini dengan jeli
dan mari kita Diskusi.
-------------------------------------------------------------------------------------
Walaupun judul di atas adalah artikel milik saya tapi bukan
berarti itu ungkapan hati saya ya sobat. Kalau kita bicara
tentang motor yang bermesin injeksi, sudah jelas motor
injeksi di negara kita Indonesia tercinta ini begitu di puja-puja.
Sudah dapat dipastikan pada tahun-tahun ke depan motor
dengan mesin karbu akan dikurangi produksinya atau
malah akan di stop sama sekali, karena sudah kita ketahui
secara bersama bahwa perusahaan motor di Indonesia
saat ini berlomba-lomba memproduksi atau menggantikan
mesin motor karbu mereka dengan mesin motor injeksi.

Dapat dipastikan Indonesia akan menjadi surganya motor
bermesin Injeksi. Itu di Indonesia tapi berbeda dengan
di negara India. Di sana motor bermesin Injeksi ternyata
enggak di minati ( Jadi wajar bila Bajaj P200NS menjadi
motor idola mereka saat ini), ini di buktikan dengan
dihentikan produksi motor varian PGMFI oleh Honda India.


Ternyata bukan Honda saja yang melakukan hal itu, Bajaj
dan TVS juga melakukan hal serupa pula enggak lama lagi
bisa jadi Yamaha ikutan juga, lah iya lah R15 V2.0 sudah
hampir mendekati titik jenuh disana. Koq bisa yaaaa????
Mesin Injeksi di Indonesia lagi ngetren-ngetrennya di
India motor injeksi ke laut aza loe!!!! 

Kalau di bilang negara india itu KUNO dan enggak ngerti
TEKNOLOGI, saya rasa enggak mungkin banget deh.
Negara mereka merupakan salah satu negara dari 10 negara
di saat ini yang mempunyai Reaktor Nuklir Terbesar di
dunia, 17 reaktor Nuklir sobat. Coba itung negara kita
punya berapa??? 

Jangan pernah lupa juga ye Negara India setelah Mesir
tentunya yang mengakui bahwa Indonesia adalah negara
yang merdeka dan berdaulat. Sampai-sampai Presiden
Soekarno menulis surat pada Nehru yang isinya
sangat mengharukan »»

“India dan rakyatnya terikat erat pada kami dengan darah
dan kebudayaan. Hubungan ini telah terjalin dari awal
tercatatnya sejarah. Kata India juga akan selalu ada dalam
hidup kami. Sebagian kata itu merupakan rangkaian
huruf pertama yang kami pilih untuk menamai bangsa
dan negara ini,”


Waduh koq jadi ngomongin sejarah yaaaa kita kan lagi
ngomongin mesin motor wkwkwkkk········

Ada berapa alasan saya rasa mengapa masyarakat India
menyenangi motor bermesin karbu.

1. Mereka telah berhasil menciptakan mesin motor karbu
yang sebanding kualitasnya serta kemampuannya sama
dengan mesin motor bermesin injeksi. Konsumsi bahan
bakar versi karbu mereka bisa buat sama iritnya seperti
injeksi. Emisi gas buang versi karbu telah berhasil mereka
buat sama seperti injeksi yang udah lulus EURO 3. Kalau
sudah seperti itu ngapain harus injeksi.

2. Dari faktor Ekonomi jelas mesin karbu lebih hemat
di kantong.
Nah kalau telah dibuat mesin karbu tapi se-level Injeksi
secara pribadi saya rasa suatu pilihan yang bijak dan pintar
bila mereka memilih motor bermesin karbu. Ngapain harus
ngeluar duit yang banyak bila teknologi yang lebih murah
hasilnya sama percis atau beda sedikit dari teknologi
yang lebih mahal. Pribahasa dari negara kita ternyata
di adopsi oleh mereka "Hemat Pangkal Kaya"

3. Bila lagi rewel mesin karbu lebih mudah di bujuk bila
kita bandingkan dengan mesin Injeksi.
Sampai detik ini lebih banyak biker yang pintar memperbaiki
sendiri motor mesin karbu-nya bila terjadi permasalahan.
Sampai detik ini pula lebih banyak biker yang bengong serta
menyerahkan nasib motor injeksi-nya pada mekanik di
dealer dimana ia membeli motor tersebut.

Hal ini sama percis yang terjadi pada Bidang Pertanian
di mana para petani untuk mendapatkan BIBIT UNGGUL
ya harus beli pada perusahaan yang memproduksi
bibit unggul itu secara terus menerus. Sehingga terjadilah
sesuatu yang kita namakan KETERGANTUNGAN.
Tanpa sadar Konsumen Motor indonesia versi Injeksi
mengalami hal yg sama percis dengan para petani itu.

 
Yuuuuupsss SALES MOTOR DUNIA MAYA tau akan hal ini.
Saya tidak perlu MINTA MAAF kalau saya buka rahasia
mereka kalau sebenarnya di Indonesia telah terjadi
MONOPOLI khususnya dalam perawatan dan perbaikan
motor injeksi tersebut oleh perusahaan/dealer motor.
Perlahan tapi pasti kita sudah tergiring ke arah sana.
Anda biker biasa jangan coba kotak katik sendiri mesin
motor injeksi anda karena yang di dapat bukan tambah
bagus tapi ERROR.

Yang terjadi di India sana sebenarnya adalah AKSI
PENENTANGAN biker terhadap SISTEM MONOPOLI
tersebut. "Kalau saya bisa betul sendiri mengapa saya
harus menyerahkan motor kesayangan saya kepada
mekanik anda". Jadi wajar saja motor injeksi jika
kita lihat dari sisi tersebut jadi enggak laku di India.

Akhir kata saya ACUNGKAN JEMPOL kepada biker India,
karena sudah berhasil mewujudkan salah satu impian
biker sedunia yaitu Produsen Motor yang mengikuti
keinginan Konsumen motor bukan sebaliknya.


Ya iyalah Biker India sudah memegang KUNCI RAHASIA
perusahan-perusahaan motor tersebut, kalau anda
enggak ikuti keinginan kami maka kami tak akan
beli produk anda, tanpa kami perusahaan motor
anda tak akan pernah menjadi besar.

Aw aw aw Sales Motor Dunia 100% akan marah-marah
serta mencaci maki setelah membaca artikel ini.
Karena apabila Biker Indonesia mempunyai prinsip
yang sama seperti Biker India maka perusahaan-
perusahaan motor yang berjualan di negara kita
tercinta ini DAPAT DI PASTIKAN akan kelabakan.

124 komentar:

  1. Balasan
    1. Konsumen India tau apa yang terbaik untuk mereka
      bukan mengikuti keinginan pabrikan.

      Hapus
    2. biker kita gimana..? nggak berani,atau ogah ribet,atau .....
      au ah...gelap... ntar malah jadi rame... nitip aja,Pak...
      http://bakulkangkungjpr1.wordpress.com/2013/03/01/super-bike-and-super-woman-from-china/

      Hapus
    3. Yang pasti Sales motor dunia maya Indonesia
      harus diberi penghargaan sama perusahaan motornya.
      paling tidak biaya bulanan internetan wkwkkwkkkk······
      Harus itu, Visi dan Misi perusahaan sudah mereka jalankan
      dengan baik untuk mencuci otak para konsumen.

      Hapus
  2. sip biker india aku salut ma kalian semua moga aja biker di indonesia bisa sperti itu, cz indonesia mesin rumput we jeh di import kok mh bikin euro 3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biker Indonesia kapan yaaa bisa menentukan pilihan sendiri.

      Hapus
  3. mantep.....motorku msh karbu, bisa kilik sendiri, irit boros tinggal opprek ga harus ke beres,,,,,nikmatnya motor karbu hahahahaahaha

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Mak nyuuuus.
      Kalau keinginan enggak diturutin sama pabrik motor
      yaaa mereka enggak akan beli.
      Konsumen adalah raja memang sangat berlaku disana

      Hapus
  5. Balasan
    1. Perkembangan mesin karbu terbaru di india sudah setara dengan injeksi
      dengan biaya yang lebih murah serta perawatan yang lebih.
      Masih mau injeksi??? silahkan enggak di larang koq sobat

      Hapus
  6. salut ga ama biker disana. kompak banget. injeksi vs karbu. aq ja sampe sekarang ga habis pikir. emangnya teknologi karbu bwt motor 1 silinder dah mentok apa ? ga mungkin deh rasanya, pasti ada udang dibalik rempeyek (lol *sambil ngemil peyek kacang).
    klo multi silinder wajar dikasih FI, kontrol dari ECU biar suplai BBM bisa presisi tiap silindernya. klo 1 silnder saya rasa cukup pakai 1 parameter deh (obeng) dah cukup itu. wong ya injeksi di sini juga klo beda wilayah beda setup juga toh ???

    Indonesia ... cuman jadi lahan yang gampang dikeruk gara2 orang2nya konsumtif dan latah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheee makanya pada banyak perusahaan motor hijrah ke negara kita
      mereka tau kalau konsumen kita itu konsumtif bangeeeet.
      Di Negara kita motor mahal itu berkualitas
      di India motor murah juga wajib berkualitas.
      Toh gampang saja bagi konsumen mereka kalau ingin motor injeksi
      tetap BAKALAN DI TURUTIN deh sama semua perusahaan motor
      yang ada disana

      Hapus
  7. termasuk pembodohan otomotif yg teriak injeksi canggih,karbu jadul,tanpa ngomongin lolos uji emisi (euro2,3,4 dst),aneh nya lagi para bloger melakukan hal yg sama,walaupun ga semua nya

    BalasHapus
  8. saya rasa injeksi tetaplah sebuah kemajuan industri mesin dan ada beberapa poin potensi injeksi yang tidak dimiliki oleh karbu...
    bahkan hampir semua mobil sudah meninggalkan karbu dan berganti ke sistem injeksi
    contoh nyata adalah produk india yang digunakan untuk race semuanya menggunakan injeksi
    pak guru tahu merek mahindra?
    mahindra ikut race di moto3, tapi alih2 menggunakan karbu, justru mereka menggunakan injeksi
    alasannya simpel, kemampuan mesin injeksi jauh lebih konstan dibanding karbu karena semuanya dikerjakan oleh elektronik (IMHO)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat sependapat dengan apa yang bapak utarakan.
      mesin injeksi merupakan kemajuan indrustri mesin.
      Ada kelebihan tersendiri pada mesin injeksi
      yaitu mempermudah mekanik mengetahui dimana
      ada kerusakan atau permasalahan yang terjadi
      pada kendaraan dalam satu kali KLIK.
      Jadi wajar saja bila mobil or motor balap
      menggunakan mesin injeksi. Biar cepat dan
      hemat waktu dalam menganalisis kerusakan.

      Hapus
    2. saya rasa bukan cuma itu keuntungan dari injeksi
      kemampuan lain adalah sistem terintegrasi yang ada dimotor itu sendiri
      beberapa fitur yang sekarang disediakan dimotor besarpun membutuhkan injeksi sebagai sistem pendayagunaan sistem lain.
      contoh sistem yang terintegrasi dengan injeksi:
      kontrol traksi
      fly by wire
      ABS (klo yang ini kurang yakin, tapi setau saya blm ada sistem ABS di motor karbu)
      memang fitur2 tersebut baru ada di motor2 besar.
      tapi semoga suatu saat nanti bisa diaplikasikan ke motor2 dengan cc kecil.

      Hapus
    3. Info yang bermanfaat ne pak.
      Sakitnya motor injeksi kalau udah rusak
      kagak bisa betul sendiri.
      kalau hanya mengejar irit serta emisi gas buang
      demi langit biru terknologi mesin karbu terbaru
      sudah mampu menyamai injeksi.

      Hapus
    4. memang selalu ada plus minusnya
      ga mungkin untuk mendapatkan segala sesuatu yang sempurna
      sama aja kaya 4 tak dan 2 tak
      yang satu irit banget tapi tenaga jelek yang satu lagi kenceng tapi boros
      tapi semoga (ga tau kapan) dengan adanya injeksi
      semakin banyak fitur yang bisa dibenamkan ke dalam motor...
      dengan banyak fitur toh konsumen pula yang untung (IMHO)
      oiya tambahan, fitur ISS yang bakal dipake vario juga salah satu sistem yang terintegrasi dengan injeksi

      Hapus
    5. Biker india lebih duluan menikmati mesin motor injeksi
      dari pada biker kita. sehingga dari pengalaman akhirnya mereka lebih tau
      kalau motor dibawah 250 cc itu lebih baik kalau karbu.
      apa lagi teknologi sepeda motor karbu terbaru sudah menyamai mesin injeksi

      Hapus
    6. ada 1 alasan kenapa injeksi menang, yaitu KEPRESISIAN DALAM SUPLAI BENSIN. namun dimanakah itu berperan besar?? KEPRESISIAN INJEKSI DIPERLUKAN KETIKA SUPLAI BBM HARUS DIBERIKAN PADA LEBIH DARI 1 SILINDER.

      sesuatu yg sulit utk diraih dari karburator. tetapi, pada mesin silinder tunggal, satu karburator sudah lebih dari cukup. karena itulah mengapa karburator di india sana memenangkan pertarungan pasar, karena injeksi hanya sebuah kemajuan teknologi namun tidak memberi manfaat berarti dari segi ekonomi pada motor bersilinder tunggal yg berkarburator.

      Hapus
  9. pemikiran mas yudha bagi saya ada benarnya juga
    tapi menurut saya juga, teknologi injeksi bukanlah sesuatu yang wah banget di kemudian hari. asal pabrikan mau "bekerjasama" dengan konsumen misalnya dalam hal training penggunaan diagnostic tool utk FI dan barangnya dijual bebas, ketakutan biker india bisa ditanggulangi. mungkin ini yang belum ada (belum iklas sepenuhnya) di pabrikan tanah air untuk sharing dan mengedukasi masyarakat. jd masih fokus utk jualan, jualan dan jualan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang terjadi di India malah mantap pak.
      Perusahaan motor disana berlomba-lomba meriset
      mesin motor karbu sehingga menghasilkan mesin karbu
      yang setara hasilnya dengan mesin injeksi.
      Biaya lebih murah, perawatan motor lebih mudah.
      Konsumen motor India sadar kalau mereka menerima
      mesin injeksi begitu saja pada motor harian mereka
      itu artinya mereka telah terjerat dalam ketergantungan
      terus menerus pada dealer tempat mereka mereka motor itu.
      Hahaai Sales Motor Dunia Maya Indonesia tau tentang hal ini
      sehingga mereka MENCUCI OTAK biker Indonesia dengan mengatakan
      mesin Injeksi itu adalah penemuan yang paling canggih.
      pada di luar sono terknologi mesin karbu juga berkembang
      dengan pesatnya sehingga bisa setara dengan mesin injeksi.
      Kalau ada yang lebih murah dengan kualitas sama
      mengapa harus membeli yang lebih mahal.
      Kita harus sadar POLITIK juga tidak hanya terjadi pada partai
      tapi juga terjadi pada Dunia Motor Indonesia.
      Dengan beramai-ramainya perusahaan motor disini
      mengeluarkan motor injeksi itu sudah menyatakan
      MONOPOLI Pabrikan motor sudah terjadi.
      Hahai keuntungan akan semakin besar dengan cara monopoli.
      sayang biker kita banyak yang belum sadar.
      BELUM MELEK POLITIK TUUUUCH wkwkwkkkkk

      Hapus
  10. kalo untuk motor pasaran 1 silinder ngapain pake injeksi..kalo orang di daerah pelosok bakal ribet servicenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang terjadi adalah banyak sekali motor-motor injeksi
      yang di kampung-kampung yang mengalami permasalahan
      akhirnya di angkut dengan truck ke dealer-dealer kota terdekat
      akibat mekanik-mekanik motor di kampung tersebut
      pada angkat tangan kalau yang rusak itu motor injeksi.
      dari sini sudah kita ketahui telah terjadi monopoli dalam
      hal perawatan serta perbaikan motor oleh perusahaan.

      Hapus
  11. PGM FI sudah saatnya pensiun,, ganti PGMB FI (Programable Fuel Injection) yang lebih mudah di oprek

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho.. bukannya PGM FI singkatan dari Programable Fuel Injection ya.?
      kalo emang PGMB FI yg bakal nongol, brarti motor saya bakal jadi Jadoel dong.. :(

      Hapus
    2. hadauw kurang ketik mas bro, ralat agh : maksudnya kalo emang PGMB FI yg bakal nongol ternyata beda dari PGM FI yg sekarang, brarti motor saya bakal jadi Jadoel dong.. :(

      Hapus
    3. PGM-FI = Programmed Fuel Injection, om :D

      Hapus
  12. tapi ko P200NS untuk indonesia diaplikasikan injeksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau enggak injeksi entar dibilang kagax canggih lagi pak.

      Hapus
  13. Indonesia Kapan ya bikin motor yang bersaing? Semoga di fasilitasi dan dijembatani.

    BalasHapus
  14. Di India pertimbangan tetap pake karburator karena kemudahan service di daerah pedesaan, kalau masih bisa low-tech kenapa harus hi-tech? Tentunya mengingat motor di produksi sendiri pihak pabrikan lebih mendengar kebutuhan lokal. Sementara di Indonesia selain karena produksi motor saling silang antar kawasan ASEAN dan didominasi produk Jepang maka standar yg dipakai mengikuti negara principal dalam hal ini motor2 jepang yg diproduksi di Thailand, juga ada sinyalemen untuk mengiring pengguna motor beralih ke penggunaan pertamax secara pelan-pelan karena kan jawaban pabrikan selalu sama...motor ini bisa pake premium tapi karena sudah injeksi dan kompresi rasio tinggi disarankan menggunakan pertamax.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh infonya.
      Kesimpulannya Perusahaan motor di India memang
      tak bisa memaksa kehendak untuk menjual motor injeksi
      kepada konsumennya.
      Dari pada hal yang bapak sebutkan di atas
      Konsumen India lebih duluan merasakan Injeksi
      dari pada konsumen Indonesia kan???
      Asam garam injeksi sudah mereka lalui
      ternyata kalau hanya sekedar kelas 200 cc kebawah
      yang memang di gunakan sebagai motor harian
      Motor Injeksi lebih banyak ruginya dari pada untungnya.
      Yuuups seperti apa yang bapak katakan
      demi kemudahan service motor itu sendiri di daerah perdesaan

      Hapus
    2. satu pemikiran ama ane. emang jelas injeksi hadir untuk membunuh premium. sehingga pertamax akan terus di naikkan mendekati pertamax luar negri. kalo ane sih setuju2 aja pertamax sampe 20rb dan matikan itu yang namanya premium. tapi tolong donk pemerintah naikkan gaji buruh di Indonesia sama seperti di korea yang notabene sebulan long shift bisa dapet 16jt + 3 bulan sekali bonus. boleh lah pertamax seharga di korea selatan sana.

      gimana pemerintah? setuju gak?

      ;)

      Hapus
    3. Yup benar mas Yudha, orang India lebih senang low tech yg tepat guna, makanya mereka ndak maksa jualan injeksi kalau ndak ada peminat. Sementara Indonesia lebih senang dengan teknologi model lompat katak (leap frog) makanya kan kita duluan bikin pesawat ketimbang R2 dan R4. Kalau soal harga bahan bakar di India yg disubsidi full hanya diesel/solar, bensin/premium tidak/kurang dan RON-nya 89 hanya sedikit lebih tinggi dari kita yg masih 88. Tapi pemerintah disana sama seperti disini sulit menaikan harga bahan bakar karena efek demonya malah lebih sadis ketimbang disini.

      Hapus
  15. ada gan motor injeksi lebih murah dari yg karbu*lirik xeon*
    tp bener gan jangan sampai ada monopoli, ayo dukung juragan. pabrikan nuruti kita jangan sampai terbalik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai tercuci otak oleh sales motor dunia maya

      Hapus
  16. Naik motor wtf sambil pegang cangkir kopi kaval laut sembaring olesin frushcale sambil joget leo leo leo.... Itulah masyarakat Indonesia yg msh melihat merek dan ikut2an bukan melihat keselamatan, kenyamanan dll yg penting.. Artikelnya mantab mas yudha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah mampir sobat.
      sering-sering berkunjung agar kita semua
      lebih akrab.

      Hapus
  17. Tapi koq P200NS rencananya malah mau diinjeksikan ya mas... gimana tuch..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama seperti Petani Indonesia
      yang sudah ketergantungan dengan bibit unggul
      biker indonesia tanpa sadar telah terjerat dengan Politik
      Perusahaan Motor.
      Btw P200NS karbu sebenarnya sudah setara mesin injeksi loh pak.
      Cuma ya gitu karena masa depan motor kita memang
      diarahkan oleh perusahaan motor untuk mesin injeksi
      mau tak mau ya harus ikutan injeksi pula.
      Biker Indonesia akan semakin terjerat
      semakin terikat oleh Sistem monopoli dagang.

      Hapus
    2. pak...

      Ninja Karbu aja udah Euro 2 setara dengan CB150R yang juga euro 2. jadi kenapa harus ganti ke injeksi yang perlu kompresi tinggi? kenapa 2 tak di musnahkan? ya karena mw menghapuskan premium.

      salah satu nya ya...

      Hapus
    3. Selain buat ngilangin pemakaian premium
      ya itu tadi, keuntungan perusahaan motor akan
      semakin berlipat ganda dengan hak monopoli
      perawatan dan perbaikan motor mereka

      Hapus
  18. Begitu hebatnya motor-motor asal India yang notabene pakai karbu yang konon katanya bisa seirit injeksi sehingga laris puol di Indonesia! Nggak kan? Intinya lain India lain Indonesia, jangan menganggap biker India lebih juos dari biker Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau tak mau suka tak suka harus kita akui kalau motor nasional mereka memang HEBAT.
      Kalau enggak hebat enggak mungkin (Bajaj dan TVS) melanglang buana.
      Ini yang harus kita contoh ini yang harus kitatiru bagaimana caranya
      motor nasional kita juga bisa seperti itu.
      Itu kalau kita bicara motor, bagaimana dengan biker (konsumen) India.
      mau tak mau suka tak suka harus kita akui mereka memang HEBAT.
      kalau enggak hebat enggak mungkin perusahaan motor yang jualan disana
      mau mengikuti keinginan konsumennya.
      Apakah konsumen dinegara kita sanggup seperti itu????
      saya rasa sangat berat karena Sales motor dunia Maya Indonesia
      memang paling mantap buat mencuci otak kita.

      Hapus
    2. Memang kalau nunggu kita, bangsa kita bikin motor sendiri atau mobil sendiri sepertinya mustahil karena "dikondisikan" untuk tidak mungkin terjadi. Tapi kalau soal biker India menyingkirkan fitur injeksi dan kembali ke karburator, menurut saya itu sesuatu yang sangat biasa saja, bukan suatu kehebatan.

      Hapus
    3. Setuju sama saya pernyataan sobat.
      Sama Halnya dengan konsumen motor Indonesia
      yang mau tak mau mengikuti apa yang dimau
      oleh perusahaan motor yang jualan disini.
      Mustahil rasanya perusahaan motor tersebut mau
      mengikuti keinginan konsumen kita.
      karena apa????
      karena memang sudah dikondisikan seperti itu.
      Tapi enggak tau kedepannya, ketika konsumen
      motor kita sudah sadar akan jeratan monopoli itu.
      Tapi ya itu konsumen berteriak pun kagax akan
      di denger nanti saking kuatnya politik perusahaan roda dua
      di sini.
      Seperti komentar saya yang diatas, andai kata biker india
      nanti meminta kembali ke injeksi ya bakal di kabul pula koq.
      koq bisa???
      karena suara konsumen india memang kuat.
      enggak di turuti yaaa enggak mau beli dong

      Hapus
    4. Alhamdulilah, beat karbu sya masih awet, rajin ganti oli, minumnya pertalite

      Hapus
  19. klo mau produsen motor bisa bikin motor listrik, tapi ngga mungkin dibikin, soalnya keuntungannya sedikit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah gitu belum tentu kita mau beli.
      kalau keliling komplek oke lah
      kalau dibawa touring, cas nya habis
      enggak mungkin numpang ngecas diwarung pinggir jalan
      wkwkkkkk (abaikan saja)

      Hapus
    2. kalau mau produksi motor listrik ya di bikin dulu lah infrastrukturnya, tempat ngecharge battrainya di setiap pom bensin..

      ngak masalah kan..?cuman paranoid duluan aja, ntar giman-gimana..klo ngak ada infrastrukturnya yg ngak usah beli..

      gitu aja repot..

      Hapus
  20. Menurut saya masyarakat india yg kurang pintar. Lihat saja banyak pemotor india yg gak pake helm.
    Bahkan lebih parah dari indonesia. Apa gak pake helm menunjukkan orang india pintar?
    Mungkin disana bengkel yg ngerti injeksi masih sedikit jadi mereka ogah beli motor injeksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahai di negara kita tercinta ini
      memang ada mekanik bengkel kaki lima yang
      ngerti mesin injeksi, yang ngerti itu hanya mekanik
      dealer sobat itu pun karena aplikasinya ada ditangan mereka.
      coba kalau laptopnya error mekanik dealer juga angkat tangan.

      Hapus
    2. Kalau kita bicara masalah helm ni
      Di Amrik banyak penunggang harley davidson
      sepertinya bebas aza kagax pake helm tuuuh
      Mmmm···· bisa jadi bikernya juga kurang pinter
      wkwkwkkkk

      Hapus
  21. Motor pake karbu bisa sanggup sampe level euro berapa pak guru? Dgn hadirnya injeksi memicu masyarakat indonesia utk lbh kreatif, siapa tau ada anak bangsa yg bisa bikin diagnostic tool dan dijual bebas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah program LANGIT BIRU yaa pak.
      Jujur saya sebenarnya malu ngomongin masalah ini.
      Kita mau membirukan langit
      tapi kita menghitamkan tanah
      kita menghitamkan air.
      Kalau kita bicara masalah langit biru
      air biru, tanah biru (Lingkungan dan udara bersih)
      kita harus belajar dari negara tetangga kita Malaysia.
      saya tau percis dengan kondisi disana, daerah perbatasan
      hanya ratusan km aza dari depan pintu rumah saya.
      Enggak ada namanya buang sampah sembarangan
      enggak ada namanya merokok sembarangan
      udara mereka jauh lebih bersih dari negara kita
      tapi hebatnya Motor 2tak terutama kawasaki dan Yamaha
      tetap aza tuh diproduksi disana.
      Kita boleh bicarakan langit biru
      kalau tanah dan air kita juga biru

      Hapus
    2. Nah ada lagi yang lebih mantap
      motor boleh lewat jalan tol
      enggak peduli itu moge atau bebek.
      Negara kita???
      biker Indonesia ikutan bayar pajak
      serta nyumbang pembangunan jalan tol.
      Tapi kebebasan berkendara dibatasi.
      Mau menikmati jalan tol. hahai pake Boil doooong
      wkwkkk

      Hapus
  22. Saya tidak setuju dengan monopoli tapi saya tetap ingin teknologi. injeksi. Jadi harapan saya semoga ada yang bisa bikin tool jailbreak / hack sistem injeksi. sehingga bisa oprek sendiri tanpa biaya mahal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak sependapat enggak masalah sobat.
      Tapi pernyataan sobat yang terakhir
      tentang mesin injeksi bisa kita oprek sendiri
      tanpa biaya mahal bisa jadi kenyataan.
      PERMASALAHANNYA ADALAH
      Apakah mau perusahaan motor itu
      mau membagi Aplikasi Mesin injeksi
      itu kepada kita.
      Jawabannya pasti TIDAK sobat.
      Nah kalau sudah begitu terjadilah
      yang namanya KETERGANTUNGAN.
      ketergantungan inilah yang kita sebut
      sebagai MONOPOLI

      Hapus
  23. maaf pak kayanya saya kurang setuju kalau perawatan mesin injeksi dimonopoli beres soalnya di bengkel biasa untuk mobil sudah banyak yg bisa melakukan perawatan injeksi,bahkan di kota saya bengkel mobil yg biasa banget sudah bisa dan sudah mengantongi semacam sertifikat tentang mesin injeksi.ya semoga aja besok besok untuk bengkel umum motor jg seperti itu.
    untuk keharusan motor injeksi saya rasa kedepannya untuk memaksa biker untuk pakai bahan bakar oktan tinggi untuk mengurangi beban subsidi karena menurut yg saya baca tempo hari mesin injeksi mempunyai kompresi tinggi,jadi mungkin saja lama-lama biker jadi sayang motornya yg injeksi kalo masih bandel pake premium,dan itu yg diharapkan pemerintah.itu cuma perkiraan aja ya pak.....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantap dooong!!!! Kota bapak dimana??? pasti Jakarta.
      Moge injeksi paling canggih pun kagax bakalan masalah bila disana.
      Masalahnya cuma satu kagak bisa dikebut akibat macet wkwkwk···
      Bengkel mobil pemiliknya dapat dipastikan memiliki modal gede
      buat membeli aplikasi mesin injeksi pak.
      Ini bengkel motor pak, apa lagi bengkel kaki lima
      yang modalnya pas-passan. Silahkan bapak turun ke jalan (hahai seperti lagu slank neh)
      Betapa menderitanya mekanik motor tradisional akibat banyak motor injeksi
      rusak yang datang ke bengkel mereka dengan berat hati mereka tolak
      karena tanpa adanya Aplikasi tersebut motor injeksi yang mereka betulkan
      dapat dipastikan akan bertambah Error.
      Apa yang terjadi bila perawatan motor injeksi tidak bisa ditangani
      oleh mekanik motor tradisional???
      Ya monopoli beres dong pak, ya monopoli mekanik motor modern yang
      ada di dealer tersebut.

      Hapus
    2. Aplikasi Old Vixion aza sekitar 6 jutaan.
      Itupun belum komplit aplikasinya
      Gimana dengan aplikasi NVL yang lebih canggih
      bisa belasan juta loh pak.
      Sedangkan Aplikasi buat mesin Injeksi itu
      enggak cuma satu.
      ada Aplikasi 1,2,3, dst tergantung dengan permasalahannya.
      Mmm···· untuk jelasnya semoga ada mekanik motor injeksi
      yang menerangkan hal ini.

      Hapus
    3. maaf pak anda salah besar tentang tempat tinggal saya,kota saya cuma sebuah kota kecil di jatom dan termasuk terpencil,kota dimana pak DI berasal dan beliau kecelakaan tempo hari yaitu magetan.
      kalo anda lihat bengkel yg saya maksud,anda pasti tidak percaya,bangunannya seadanya sangat sederhana tp memang bersertifikat dan sekarang jd terkenal di kota saya,konsumen yg sudah kesitu pada puas dan nggak ada masalah sama mobilnya.
      kalo soal tetek bengeknya mesin injeksi moga aja besok seperti perjalanan handphone,dulu suatu barang mewah yg mahal,sekarang terjangkau semua kalangan.mungkin saja dengan diharuskannya tahun depan sudah injeksi semua maka part maupun maintenancenya jg semakin murah,sampai bengkel kaki lima dapat menjangkaunya dan tentunya mereka jg pasti berusaha agar mata pencahariannya tidak mati
      atau bisa terjadi jg semacam bagi tugas,beres ngurusin setingan mesin,bengkel kaki lima ngurusin luarnya dan bagian keras misal ganti kampas kopling dll

      Hapus
  24. analisa bagus....agustus 2013 motor yg diproduksi di indonesia wajib lolos EURO3...bkn wajib injection....meskipun masih karburator atau mesin 2 tak selama itu lolos EURO3 no problem....

    namun scra pribadi saya lebih suka motor injection...karena minim perawatan...serba automatis...pembakaran lebih sempurna & irit...tenaga yg di hasilkan pun lebih baik...
    terbukti hampir semua kendaraan sampai genset make injeksi...

    soal part mahal saya kira jika diproduksi massal dan byk maka akan lebih murah....(prinsip ekonomi)

    soal monopoli dealer , knapa dsbut monopoli buktinya pabrikan ada yg mnyediakan pelatihan mekanik buat motor injection untuk khayalak umum berarti bengkel umum pun bisa...

    motor karbu lolos EURO 3/4/5 biaya risetnya lebih mahal dibanding injection...perawatannya pun karbu lolos EURO 3/4/5 Pun lebih mahal jadinya....
    bajaj butuh busi 3 unit untuk lolos EURO3 , motor biasa pda umumnya cuma bth 1 unit busi & injection untuk lolos EURO3...

    jangan takut dgn teknologinya...tapi kenali teknologinya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju soal monopoli yang bung yudha paparkan, namun sampai saat ini, saya pengguna mesin injeksi tidak merasa dimonopoli oleh produsen motor di indonesia. faktanya, dengan mesin injeksi saya tidak perlu sering ke bengkel untuk sekedar service ringan. dengan mesin injeksi, tiap bulannya mungkin saya hanya mengeluarkan uang untuk mengganti oli mesin dan itu bisa saya lakukan di rumah. dengan pemakaian yang normal dan stabil mesin injeksi nyata lebih ramah ligkungan lebih ramah di dompet saya dan yang pastinya saya ga perlu repot repot untuk seting ini itu, maklum saya biker yang sekedar pengguna normal dan tidak memodifikasi. sudah 5 tahun sejak tahun 2008 saya menggunakan mesin berteknologi injeksi dan selama ini juga belum pernah ada keluhan walaupun pernah terjadi kecelakaan yang cukup parah.
      monopoli wajib kita lawan bung yudha tapi perkembangan teknologi tidak mungkin kita lawan karena terus berkembang dan berkembang. semoga bisa jadi diskusi yang menarik

      Hapus
    2. Waduh ada dua anonim, saya pilah dulu ya
      yang di atas anonim 1
      yang di bawah anonim 2

      Hapus
    3. Anonim 1

      1. soal part mahal saya kira jika diproduksi massal dan byk maka akan lebih murah....(prinsip ekonomi)
      Jawaban saya»
      Dalam hal ini saya sependapat, tapi sayangnya banyak kejadian demi mengejar harga yang murah
      serta mempercepat proses produksi yang terjadi malah penurunan kualitas

      2. soal monopoli dealer , knapa dsbut monopoli buktinya pabrikan ada yg mnyediakan pelatihan
      mekanik buat motor injection untuk khayalak umum berarti bengkel umum pun bisa...
      Jawaban serta pertanyaan saya »»
      Sampai sejauh mana pelatihan itu diberikan pada khalayak umum, sampai tuntas atau
      hanya sekedar pengarahan dan pengenalan dalam satu hari sehingga perusahaan
      motor itu berkata pada peserta "Motor injeksi kami canggih ciiiing".
      Fakta yang terjadi Kebanyakan para peserta pelatihan hanya mengenal organ-organ
      dalam serta cara kerja sistem injeksi itu. Perbaikan kalau terjadi kerusakan, ya bawa
      ke beres dong, karena apa??? karena ketika peserta pulang ke rumah tidak dibekali
      oleh-oleh Aplikasi Mesin injeksi tersebut. Loh koq bisa??? ya bisa dong, rugi dong
      kalau aplikasi yang berharga belasan juta itu di beri gratis.

      2. motor karbu lolos EURO 3/4/5 biaya risetnya lebih mahal dibanding injection...
      perawatannya pun karbu lolos EURO 3/4/5 Pun lebih mahal jadinya....
      bajaj butuh busi 3 unit untuk lolos EURO3 , motor biasa pda umumnya cuma bth 1
      unit busi & injection untuk lolos EURO3...
      Jawaban saya »»»
      Mengapa saya harus memikirkan biaya riset, saya kan konsumen.
      sebagai konsumen saya hanya tau secanggih apapun nanti mesin karbu
      tetap harga belinya lebih murah dari mesin injeksi.
      teknologi 3 busi merupakan teknologi terbaru dari mesin karbu yang setara injeksi saat ini.
      Hahai membeli 3 busi ongkosnya malah lebih murah bila kita bandingkan
      biaya jasa mekanik injeksi.

      Hapus
    4. Anonim 2

      Sebenarnya saya jadi bingung memberikan jawaban.
      Jika bapak setuju dengan adanya monopoli tersebut
      artinya sebagai pengguna motor injeksi bapak seharusnya
      merasa loh, apa lagi bapak menggunakan motor injeksi
      selama 5 tahun, tapi bapak koq enggak yaaaa????

      Saya jadi penasaran loh, mmmm···· biarlah saya sendiri
      yang menjawab rasa penasaran saya ini (loh koq bisa yaa, hehehe)

      1. Bapak tinggal di daerah perkotaan paling tidak akses ke tempat
      perbaikan motor injeksi tersebut/beres tidak terlalu jauh. jadi andai
      kata ada permasalah ringan atau berat, tinggaaaal doroooong.
      Di kota saya Sintang, enggak masalah koq motor injeksi. Mau rusak
      ringan atau berat, ya tinggaaaal dorooong ke beres.
      Nah bagaimana dengan di tempat tugas saya (Nanga Mahap)
      atau daerah-daerah lain yang jauh dari beres.
      Kalau motor injeksi terjadi masalah kebanyakan mekanik bengkel
      biasa bakal nyerah malah ada yang takut menanganinya
      takut tambah error karena enggak punya aplikasinya.
      Mau dorong ke beres, capeeek pak tempatnya kejauhan wkwkwkk
      terpaksa deh akhirnya motor injeksi itu naik truck ke
      ibu kota kabupaten.

      2. Bapak termasuk biker yang sayang motor
      merawat motor injeksi itu dengan baik.
      menggunakan pertamax sebagai bahan bakarnya
      sehingga walau sudah berumur 5 taun motor injeksi bapak masih mantap.
      coba kalau dari pertama beli bapak pakai premium
      Belum nyampe 3 taun motor injeksi bapak yang berkompresi tinggi itu
      pasti udah batuk-batuk pas 5 taun malah mengidap TBC tu motor, hehehee

      3. Ini yang paling saya salut
      walaupun mengalami kecelakaan yang cukup parah, motor injeksi
      bapak tidak pernah ada keluhan sama sekali.
      berdasarkan terawangan gaib saya (wkwkwk emangnya paranormal)
      ketika terjadi kecelakaan itu yang parah malah bikernya bukan motornya

      4. Tentang perkembangan teknologi tidak bisa kita lawan yaaa saya seh setuju pak.
      Apalagi kalau kita bicara tentang teknologi HP pak, kalau mau kita turuti saja
      rasa-rasanya setiap 6 bulan sekali rasanya saya mau ganti HP pak.
      baru rasanya sebentar menikmati samsung galaxi tab 7 eh udah keluar yang 10 inc.
      beli yang 10 inc eeeeh sekarang malah ngetren yang 5 inc (loh koq saya jadi curhat
      sama bapak ya, hohohohoooo)

      Hapus
    5. hahahaha menarik sekali bung yudha balasannya. yang saya pikirkan bukan soal monopoli atau ketergantungan sehingga produsen memonopoli. saya rasa soal kepercayaan konsumen harus di perhatikan juga. dimata saya ketika saya percaya kepada produsen akan produknya maka saya merasa tidak di monopoli. dulu bung yudha membeli motor apa terpikir adanya monopoli dr produsen2 spare part? apa ketika bung yudha mengikuti training atau membeli spare part di berikan gratis produknya untuk menjaga jaga bila nanti terjadi kerusakan? ato mungkin bung yudha di beri tahu bagai mana cari mencetak produk spare part tertentu agar sewaktu waktu bilamana rusaknya komponen tertentu bisa langsung di ganti?
      yang jelas memang adanya teknologi injeksi biaya reparasi kerusakan jelas lebih mahal ketimbang motor karbu.bukan karena karbu ketinggalan jaman dan injeksi canggih tapi memang biaya produksi yang mahal serta pengaplikasiannya. ingin beli motor injeksi? siapkan dana lebih. semua terserah kepada mata konsumen memandang produsen, apakah di monopoli atau tidak. konsumen yang menjawab. thx bung yudha

      Hapus
    6. maaf bung yudha mau sedikit komentar soal daerah jauh dari tempat reparasi asli atau beres, saya pikir bilamana di daerah terpencil terserbut di distribusikan motor dengan tekhnologi injeksi makan otomatis daerah tersebut ada tempat penjualan yang otomatis ada beres terdekat. bila terjadi adanya konsumen motor injeksi di daerah yang jauh dari beres maka bisa kita katanya mereka konsumen bodoh krn tidak memperkirakan biaya di luar beli motor dan tidak bisa melihat alternatif kendaraan lain

      Hapus
    7. Pusing pusing bukan pusing karena diskusi
      tapi pusing karena pengunjung menggunakan
      nama anonim jadi bingung mau jawab yang mana dulu
      padahal udah ada tulisan dibawah kolom komentar
      Jangan lupa sebut nama, supaya kita bisa berteman dengan nyaman.

      Hapus
    8. Jadi bingung apakah balasan dari pengunjung itu satu kesatuan
      atau dua orang yang berbeda

      Hapus
    9. Jawab aza aaaaahhh :

      Jelas dong ketika kita membeli motor bermesin karbu
      maka kita tidak akan merasa di monopoli perusahaan.
      Karena apa??? ketika mesin kita bermasalah
      ternyata ada tetangga yang bisa membetulkannya.
      Jadi kagax perlu di dorong tu motor ke beres.
      Hemat waktu bisa jadi malah hemat biaya

      Tentang pernyataan konsumen bodoh karena
      enggak memikirkan jarak tempat perbaikan
      motor injeksinya.

      Bukan bodoh pak, tapi dibodohi oleh perusahaan
      motor yang juga bodoh. Kalau perusahaan motor pintar
      pasti mereka membangun sistem yang kuat dan baik
      di mana mereka menjual motor injeksinya.
      Ah perusahaan motor di Indonesia mana peduli kecuali mengejar
      keuntungan semata dari konsumen yang bisa di jadikan sapi perah.
      Kembali lagi ke konsumen mau tak mau ya di bodohi
      karena memang enggak ada pilihan lain selain injeksi.
      Alternatif kendaraan lain misalnya apa seh pak
      Helikopter atau pesawat terbang yaaa pak wkwkwkkkk
      jangan-jangan malah bapak suruh beli sepeda engkol hohoho

      Hapus
    10. http://yudhadepp.blogspot.com/2013/01/pabrik-motor-untung-konsumen-buntung.html?m=1

      Hapus
  25. sebelumnya sori nih bro, bukannya mau ngeledek tapi cuma analisa yg gw tangkep dr tulisan ini beserta komen2 yang berdiskusi. banyak yg setuju dan tidak setuju tapi harus gw akui pendukung motor injeksi lebih realistis dan memang masuk akal, ga ngeledek bro yudha ga masuk akal ya, sorry bro. kenapa gitu? ya kalo dikatakan monopoli sekarang ini dr tiap2 produsen motor jelas sudah mengadakan training langsung soal motor2 injeksi, terus soal reparasi sendiri? ya ini kembali ke konsumen sih, mau pake motor di utek utek ato di pake normal, kalo di utek utek ya jelas bro kemungkinan rusak lebih tinggi dibanding pake normal. lagian pabrik sudah nyeting sesuai kondisi alam juga. kalo injeksi rusak? ga bisa benerin sendiri kaya pake karbu? jelas!! terus kalo ganti mahal? jelas!! ini resiko kalo motor yg sudah di perhitungkan sedemikian mungkin di rubah rubah setingannya, ato mungkin faktor kecelakaan, semuanya resiko pengguna motor sih. kalo pengen beli kendaraan ya jelas siapkan dana lebih, mau motor karbu ato injeksi ya kecelakaan bisa terjadi sewaktu waktu. soal ketersediaan spare part dan tenaga ahli di daerah terpencil ini yang agak bikin lucu. jelas kalo perusahaan sebesar honda dan yamaha mendistribusikan ke daerah daerah tapi ya jelas bukan motornya aja. sebelum di anter motornya ya jelas dibuatin dl marketnya terus bengkelnya. bukannya mau bilang bengkel tradisional jelek tapi memang lebih baik serpis di tempat yang aseli kan? sori ya bro sebelumnya, soal program langit biru nih, emg salah kalo kita mau bersihin udara kita? walau emg itu air belum bener2 bersih, tanah juga, ya masa bro yudhi malu untuk sama2 bersihin cuma gara2 tanah dan air di sekitar masih kotor. nah moga2 bisa jadi bahan sharing nih, akhir kata saya minta maaf kalo ada yang tersinggung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika kita berdiskusi dengan cara yang cerdas dan sehat tidak ada istilah tersinggung sobat
      (sayangnya sobat masih pake nama anonim jadi terasa kurang akrab).
      Di tulisan paling atas artikel ini sudah ada peringatan, ini artikel bukan
      bacaan buat anak SD or SMP. Saya senang karena semua yang berkunjung
      ternyata orang-orang yang berpikiran dewasa sehingga yang terjalin diskusi
      yang baik walaupun mungkin saling bersebrangan.

      Jadi sobat jangan merasa bersalah atau merasa ingin ngeledek
      karena pendapat sobat berbeda dengan pendapat saya ataupun
      pendapat teman-teman yang lain di atas. Karena saya yakin
      sobat mampir disini memang untuk diskusi sehat dan cerdas bukan untuk
      mengejek pendapat orang lain yang berbeda.

      Di sini saya nyatakan saya enggak menentang motor bermesin injeksi koq
      toh bisa jadi suatu saat saya akan melengkapi koleksi motor saya
      dengan motor injeksi, Kawasaki 250 fi misalnya.

      Nah kalau kita melihat perkembangan motor injeksi di negara kita
      sudah jelas bahwa kita ke depannya akan menuju ke arah sana.
      Semua perusahaan motor berlomba-lomba memenuhi pasar motor
      dengan motor injeksi. Mesin karbu dinegara kita mulai mereka
      kurangi produksinya dan bisa jadi akan stop sama sekali.

      Apakah menjejali konsumen motor Indonesia dengan motor injeksi
      tersebut karena memang permintaan konsumen atau memang maunya
      perusahaan??? nah ini yang seharusnya kita bahas.

      Jelas konsumen motor kita pada umumnya ada konsumen yang pasrah.
      A kata perusahaan maka A pula kata konsumen walaupun dengan keterpaksaan.
      B kata perusahaan maka B pula kata konsumen.

      Kebanyakan Konsumen Indonesia membeli motor injeksi bukan karena canggihnya koq
      (untuk konsumen motor 250 cc kebawah) tapi memang memang enggak ada pilihan lain
      selain ya harus membeli motor injeksi. Karena motor produksi terbaru,bertampang keren,
      dan lain sebagainya pada Varian matic dan bebek itu yaa injeksi.

      Artinya membeli motor itu injeksi karena keterpaksaan karena enggak ada pilihan lain.
      Konsumen motor kita lagi dalam taraf belajar, pengalaman adalah guru yang terbaik.
      Nah seandainya konsumen kita nanti menganggap motor karbu adalah motor
      yang terbaik bagi mereka, Apakah perusahaan motor itu akan mau mengalihkan
      ke mesin karbu??? kalau mau syukur, kalau enggak mau, nasib konsumen kita
      jadi sial dong.

      Hapus
  26. Anonim 3 ikutan :
    Saya justru punya pandangan yg berbeda. Bagaimanapun pebengkel non dealer adalah pebisnis, mrk punya naluri bisnis. Saat ini mrk memang msh menolak (blm sanggup nangani injeksi), tp saya cukup yakin mrk tau bahwa injeksi adalah ladang emas baru. Bengkel manapun yg sukses menaklukan injeksi dan harga service lbh murah dr dealer disitu konsumen akan antri.
    Saat ini saya cukup yakin bahwa para pebengkel tsb sedang getol2nya nyari ilmu tentang injeksi utk jd yg pertama mengeruk 'emas injeksi' ini.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Hahai Ini yang sangat disenangi oleh pabrikan motor yang jualan di Indonesia
      Kalau mereka menolak itu resiko mereka dong, toh langganan mereka
      akan datang ke beres kami.
      Motor bengkel tradisional bisa memperbaiki semua motor karbu apapun merknya.
      ke depannya kalau apa yang sobat katakan akan terjadi
      maka kita akan temui bengkel kaki lima dengan spesialis yang berbeda-beda
      ini bengkel yamaha, ini bengkel honda, ini bengkel suzuki, ini bengkel kawasaki.
      Ya iyalah program aplikasi injeksinya kan beda-beda.
      yang terjadi banyak bengkel kaki lima yang gulung tikar.
      Ini lah yang terjadi di India sehingga timbullah pemberontakan baik
      baik dari mekanik bengkel tradisional sampai konsumen motor
      sehingga mereka mengambil keputusan " mesin Injeksi ke laut aza loe"

      Hapus
  27. Anonim 3 tambahan :
    Kl saya melihat saat ini sedang terjadi seleksi alam, bengkel yg mau belajar akan bertahan (entah dgn nanya ke mekanik mobil, jago elektronika dll), yg malas belajar akan ketinggalan.

    Btw siapa tau melihat potensi motor injeksi di indonesia nanti akan ada injeksi/ecu made in china yg lbh gampang dioprek, bisa gantiin injeksi pabrikan yg mahal dst (mirip hp nokia & hp china beberapa th yg lalu)

    Optimis saja bro, yg mikir dan melihat peluang jg banyak, monopoli di ekonomi modern begini almost impossible.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya hanya bisa jawab mak nyuuus lah
      Mata saya enggak bisa kompromi lagi.
      Selamat tidur sobat
      Zzzzzzzzz······ Zzzzzzzzzzzzzz······

      Hapus
  28. Anonim 3, tambahan ke-2 :
    Ini contoh diy cdi dan tci :

    http://www.molla.org/DIY-CDI/DIY-CDI-Trigger/SC-DIY-TCI-Trigger.htm

    Dan masih banyak lagi forum2 yg membahas tentang ecu, sy bukan org yg ngerti elektronika, tp ditangan yg tepat dan ilmu elektronika mumpuni schema diatas bisa menjadi ecu stand alone yg bagus atau minimal piggyback DIY.

    Ayo pebengkel jgn kalah dengan dealer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bengkel jalanan bakal banyak tutup
      karena enggak sanggup beli itu aplikasi mesin injeksi

      Hapus
  29. seperti kasus tv tabung sama tv lcd..menurut saya india adalah negara yang mempertahankan kebudayaan nenek moyang dengan baik......sedang jepang adalah negara yang mencari masa depan berbekal peradaban nenek moyang....aplikasinya(kalo di india ...dari pertama lahir motor menggunakan karbu ...mati pun harus masih karbu)...beda dengan jepang..(motor dari lahir pake karbu....kedepannya pake injeksi...kedepannya pake hybrid...kedepannya pake listrik...kedepannya pake nuklir....kedepannya pake gravitasi......kedepannya mungkin balik lagi ke sepeda/tanpa bahan bakar)...ya itulah mereka....kalo kita indonesia ...cuma ngikut...modal gengsi yang BESAR...tak sudi memakai madein sendiri......bikin mobil listrik di CIBIR.....bikin mobil motor lokal....ga laku.......maknya ..jadi pasar empuk....hari gini masih minta ama produsen suruh buatin motor MURAH tapi CANGGIH.....ke laut aja.......PENGEN yang sesuai selera BUAT sendiri DUNK...india aja bisa kenapa kita NGGA!!!!!!!!!....salam biker galau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngegalau kalau motor nasional kita kagax maju-maju
      sedangkan Malaysia rencananya malah lagi mau mengirim
      motor nasional mereka ke negara kita

      Hapus
  30. Mau teknologinya apa aja sih terserah...Yang pentingnya kita sebagai konsumen sudah tersosialisasi dgn adanya injeksi.Bukan yg kyk skrg ini,injeksi buat awam yg "buta" ama motor alias cm bs pake doang.

    Ini aja jd mikir buat beli CBR150R,mendingan Ninja 150 aja kali ya...Nungguin alat setting injeksi lbih murah

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo ente tinggal di sumatra, kalimantan, gpp beli aja ninja 2 tak, tapi klo dijakarta mending yg lulus euro3 , nanti akan ada kebijakan " motor atau mobil tidak lolos euro3 tidak boleh masuk jakarta, kan sayang..:D

      Piss

      Hapus
    2. Sesuaikan dengan kondisi jalan.
      Kalau saya tinggal dijakarta saya akan
      memilih matic sebagai motor harian saya.
      lincah dan gesit buat menerobos kemacetan.

      Hapus
  31. kalau mnrt saya lebih baik anak negeri fokus menguasai teknologi injeksi. baik ilmu maupun produksinya.
    dengan begitu bangsa ini juga akan maju.

    injeksi ibarat masa depan mesin internal combustion. Kita bisa lihat proses transisinya pada kendaraan roda 4 yang sdh lebih dahulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Efek negatifnya bakalan mekanik motor kaki lima jadi penggangguran loh
      selama aplikasi motor injeksi itu terlalu mahal untuk mereka miliki

      Hapus
    2. Maka dari itu bangsa kita kdu bs nyiptain alatnya yg oke dan terjangkau.Jadi semuanya bs ikutan blajar injeksi

      Hapus
  32. sebenarnya setting sistem injeksi sangat mudah, tinggal colok ke PC beres, asalkan...sudah ada alat interface untuk settingannya...nah ini bisa jadi tantangan, untuk bikin alat berupa interface yg bisa dipake ke semua sistem injeksi/ semua merk motor (jadi akan diperlukan berupa alat interface dan softwarenya), di era komputerisasi seperti sekarang ini, pastinya akan sangat mudah bila bisa setting sistem injeksi pake laptop ato PC sendiri dirumah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seberapa mudah kita mendapatkan aplikasi injeksi itu.
      Uyeeee itu termasuk ramuan rahasia perusahaan loh.
      berani orang dalam membocorkan keluar,
      Langsung Pecaaaat dah.

      Hapus
    2. menurut ane gak perlu bocor2 dari pabrikan, ditangan orang yang seneng oprek n ngehack apalagi punya ilmu elektronik & komputasi yang mumpuni, maka akan sangat mungkin untuk bikin alat interface buat setting ECU injeksi semua motor, ga bedalah kayak flash firmware HP, tinggal pilih kabel data/ dongle sama software-nya, tada!!...nyatanya BRT udah bisa tuh bikin ECU buat vixion, soo menurut ane teknologi injeksi gak sesulit itu kok, wong yang bikin juga sama2 manusia loh...:D

      Hapus
  33. masalahya disana tersedia motor karbu dgn kemampuan setara injeksi. di indonesia bagaimana?contohnya aja nungguin P200NS, bisa sampe jenggotan deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya motor P200Ns yang sobat tunggu itu
      sudah di injeksi sama kawasaki, wkwkwkkkk

      Hapus
  34. saya justru lebih fokus pada istilah pada langit biru dsb....kalo untuk embel2 langit biru ramah lingkungan mending jangan ditampilkan dalam promo suatu produk kendaraan...soalnya untuk membentuk langit biru dan ramah lingkungan adalah dengan menjaga kelestarian hutan, alam dsb...mending cukup dengan injeksi mesin jadi lebih irit, bagi yang udah pernah mendaki gunung pasti paham yang saya maksud....tentang ekosistem alam yang semakin rusak...saya sangat sedih kalo program langit biru dsb sebagai ajang untuk mendongkrak penjualan yang memang wajib untuk bertambah setiap tahun kalo ga ingin dianggap gagal dalam penjualan suatu produk...salam Pasukan Langit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mmmm···· Anak mapala yaaa
      salam lestari

      Hapus
  35. mungkin mindset kebanyakan orang di Indonesia ini teknologi injeksi itu canggih n keren, sdgkan karburator itu jadul, kasihan kita tertinggal jauh pak,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesin injeksi memang baik tapi belum tentu yang terbaik.
      Mesin karbu yang katanya enggak ramah lingkungan belum tentu yang terburuk.
      Semuanya sesuai kondisilah.

      Hapus
  36. Yg di maksud bro Yudha itu emang Bener... Kalo elu beli motor dari pabrik gue, elu harus servis di bengkel resmi gue... Kagak bakalan elu bisa service ke bengkel pinggir jalan, kagak punya alat nya dia... Kan ini bisnis yg Bener2 nguntungin... Masalah bengkel pinggir jalan Mao bangkrut masa bodoh..... Yg pasti elu bakal kasih duit elu lagi setelah beli motor... Karena elu cuma bisa benerin motor elu di bengkel gw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya seh seperti itu, waduh sobat terlalu blak-blakan neee
      hehehehehee,,,, Sales Motor Dunia Maya paling enggak demen
      hal ginian.

      Hapus
  37. klo mio j ane pngen jd krbu sih y tinggal bli z karbu mio lawas trus d pasang deh...
    beres kan...

    BalasHapus
  38. kyaknya orang2 dimari lebih silau sma sesuatu yg lebih canggih tapi kurang melihat efek negatifnya

    BalasHapus
  39. Yang jelas semua ada plus minusnya.
    Ga ada yang sempurna.
    Klo mau yang terbaik bisa sesuaikan keinginan anda, lebih baik lagi jika anda bisa buat suatu sistem sendiri.

    Masalah India memang unik. Lagi pula mereka juga punya motor nasional yang masih pake karbu. Pertimbangan di sana jika konsumsi BBM injksi 11-12 dengan karbu, dan power 11-12 dengan karbu, maka tentu bisa digugat penggunaan injeksi.

    Lain lagi jika injeksi memberi value lebih. Lebih irit, tenaga lebih Ok. Tentunya memberi nilai lebih kan.

    BalasHapus
  40. atpm yg ngebet injeksi dari awal semua org udah pada tahu. yg paling ribut sama ninja 2 tak ya atpm itu juga.

    pake nyela boros, berisik ga irit dlsb. harga jual kembali jatoh la dlsb. emg lu beli motor buat jual lagi? motor tu dibeli buat dipake bukan buat dijual lagi. itulah org indo, sok pinter pdhl dibo'ongin sales.coba nte ke showroom motor bekas berapa harga ninja 2 tak lawan atpm yg harga jual kembalinya tinggi? mana yg lebih tinggi harga jual kembalinya?

    katanya dp harus 20% dari harga motor, ini banting dp sampe 750rebu, gile bener. kejar tayang ya mas/mbak sales? suzuki aja berani cuma sejutaan dpnya, yamaha dan kawasaki tetep keukeuh 20% dari harga motor.

    selama di tempat ane ga ada larangan pake motor 2 tak, ane tetep make ni motor.sensasi jambakan setan, perawatan murah, udah lulus euro2, tahan banting buat dibawa ke hutan dan naik turun bukit yg licin dan becek dan yg jelas ni motor udah bantu ane bikin dapur di rumah tetep ngebul.

    motor injeksi kelaut aja.

    BalasHapus
  41. menginjeksikan motor karburator bukan hal yang sulit secara tehnis, hanya sulit secara sosial budaya, dulu saat mobil injeksi keluar sempat terjadi resistensi dari masyarakat, namun perlahan tapi pasti akhirnya masyarakat dapat menerima dengan semakin banyaknya bengkel umum yang bisa menangani injeksi, hanya saja ecu tiap kendaraan berbeda beda, mobil eropa cenderung lebih rumit, akhirnya banyak segmentasi terhadap merek merek tertentu bengkel jepang vs eropa.

    penerapan aplikasi injeksi di motor tentu berdampak baik dan buruk baik bagi produsen dan pengguna kendaraan

    bagi produsen motor injeksi akan di subsidi agar dapat bersaing dengan karburator dengan harapan ada peningkatan income dari service center motor tersebut (subsidi silang), dari puluhan juta roda dua, sebagian besar service bukan di bengkel resmi. jadi mereka ingin meraup untung lebih dari sini.

    bagi pengguna dan pemilik motor injeksi, service motor injeksi akan dimonopoli oleh service center resmi, dan bengkel umum besar, sedangkan bengkel umum kecil akan angkat tangan, kenapa? kesulitannya adalah dari segi biaya.
    sebagian besar pemilik motor sangat sensitif terhadap biaya service. pemilik mobil kalau kebengkel umum saja bawa duit kira kira 1 jutaan plus cadangan untuk sekedar service rutin (ganti oli tune up dll) artinya bengkel umum dapat investasi peralatan yang lebih advance (scanner ecu misalnya)

    kalau di bengkel umum motor jadinya malah lebih repot, misal ada bengkel khusus motor injeksi honda yamaha bajaj dll, belum lagi biaya scan kerusakan setiap error indikator muncul. pada intinya konsumer roda dua sebagian besar ingin motornya bisa diservice dengan biaya semurah murahnya. tehnologi injeksi itu hanya bonus atau keterpaksaan karena tidak ada pilihan buat mereka.

    tapi saya yakin orang indonesia adalah orang yang kreatif walahpun dimonopoli pabrikan besar dan ditekan pemerintahnya sendiri, tetap saja nanti akan ada jalan keluar misal akan ada alat scanner bikinan sendiri yang murah meriah/atau pakai saja multitester, plus ecu kw 1 sampai kw10 he he he

    so secara pribadi saya ga setuju motor umum di injeksikan toh emisi dan kehematan motor karburator vs injeksi ga beda jauh. lain hal untuk motor premium/hobby pembelinya lebih siap dengan dana servicenya dan sudah menghitung untung ruginya.

    tapi mau apa lagi? suatu saat motor karburator akan di hapus dari jalur produksi. terpaksalah mekanik muda/bakal mekanik belajar trik baru motor injeksi. dan saya yakin 1001 cara akan ada jalan keluar.

    contoh -> carry angkot (beli keluaran terakhir sudah injeksi sama pemiliknya itu injeksi dicabut ganti carburator kemudian injeksinya dijual ke mobil pribadi yang butuh) so? ternyata kretif dan simpel saja penyelesaiannya he he he.


    BalasHapus
  42. jadi bingung nih mau beli motor pertama, karbu atau injeksi yaa?

    BalasHapus
  43. misi Om, kalo mnurut ane sih pmbhasan seperti ini gak bkalan ad ujungny. tapi ane vote for injeksi lah. teknologinya udah ok. tapi kasian juga sih para mekanik tradisional/mekanik yg kekurangan modal untuk ngembngin usaha/skill mereka. bola tentu saja ad dpmerinth, sanggup gak mencerdaskan bangsa? sanggup gak memberi kredit ringan k org2 yg sulit ekonominya ? ane kok pesimis ya, wong ngurus jengkol, pete, daging aj gak selesai kok. tapi ane ada teori satu ni om(maaf oot dikit). teori konstipasi eh konspirasi bahwasanya ini semua cuma usaha pemerintah mengurangi jumlah penduduk. penduduk yg sulit ekonominya dibiarkan "mati perlahan". ujung2nya teoriny si darwin "seleksi alam". peace keep brotherhood. #sorry agak oot but thats the fact from my point of view

    BalasHapus
  44. Pake motor injeksi khan bisa sambil bagi-bagi rezeki.
    Di beres urus injeksi.
    Di bengkel kaki lima, urus :
    - tambal ban, potong rantai, gulung dinamo, dll.
    Lagi pula, sesering apa sih motor injeksi rusak sistem injeksinya ? Kalau bukan pengguna motor yg brutal terhadap tunggangannya.

    Suka terhadap produk boleh.
    Tidak suka terhadap produk, jangan membuat jargon "ke laut aja loe".

    Tapi memang injeksi itu dipake jetski yang bisa di bilang sebagai motor laut.
    Pake karbu di laut ?
    Ke darat aje loe.

    Salam lestari !

    BalasHapus
  45. misi juragan,seru juga nih walaupun ane ketinggalan...pertanyaan ane khususnya buat pemakai motor injeksi.
    pasti punya pengalaman tentunya ya,ada tidak nya bengkel resmi yang buka nonstop,nga harus 24 jam,cukup 20 jam.
    yang kedua kira harga sparepart untuk injeksinya sendiri berapa rupiah,untuk full set dan harga sebagiannya saja juga berapa?(mungkin belum punya jawaban ya bila pemakai baru 1 tahunan)...
    saya suka tekhnologi tapi tidak semua teknologi diterapkan disemua bidang dan lokasi.

    BalasHapus
  46. AHASS buka hanya dari jam 8 pagi hingga 5 sore rata² 8 jam perhari?? bengkel umum rata² juga buka 8 jam perhari . klo bengkel umum bisa buka lebih lama dari bengkel resmi ?

    BalasHapus
  47. Untuk daerah yang banyak beres / penggunaan motornya masih di wilayah yang banyak beres silahkan pilih yang injeksi....Dan untuk wilayah yang jauh dari kota atau jarang beres silahkan pilih yang karburator....saya rasa konsumen indonesia sudah bisa menganalisa sendiri....kita musti realistis bahwa kita tinggal di Indonesia dan bukan di India, entah India mau seperti apa kita tetap realistis dan menyesuaikan dengan keadaan Indonesia. Mungkin jika kita sudah bisa produksi motor sendiri baru kita bisa ikut "cerdas" seperti India, tetapi untuk saat ini "kecerdasan" yang bisa kita tunjukan salah satunya adalah dengan membeli motor yg sesuai dengan wilayah kita tinggal. Saya harap artikel ini tidak membunuh pecinta injeksi, silahkan berikan saran dan masukan yang membangun tanpa adanya intimidasi...Karburator atau Injeksi adalah teknologi yang ada di negara kita saat ini, tanpa adanya intimidasi satu sama lain diharapkan akan ada ide yang bisa disalurkan untuk kemajuan teknologi motor di Indonesia...

    BalasHapus
  48. Menurutku mendingan pakai karburator aku sedang mencari motor baru yang pakai karburator dan kutemukan artikel ini, maknyus dah kenapa pilihanku ke karburator ketimbang injeksi dengan alasan sbb:
    1. mau isi bensin di tengah jalan pun tidak masalah(SPBU di daerahku cuma1 itupun tutupnya jam 4 sore);
    2. bebas pakai premium kantong agak hematlah kalau injeksi wajib pakai pertamax dan perlu ditau tidak semua daerah yang ada SPBU jual pertamax atau pertamax plus;
    3. daerah ku terpencil dikabupaten di maluku sehingga perawatan mudah kalau ada kerusakan;
    4. monopoli bisa dihindari bukan cuma untuk keuntungan pabrik.

    Kesimpulannya Injeksi tidak sehebat digembor-gemborkan, jelasnya pakai karburator lebih bagus apalagi sudah sesuai dengan high teknologi atau setra dengan injeksi, maknyus dah.

    Ketika sekarang motor tidak ada yang pakai karburator lagi terpaksa aku tetap pakai motor karburator lamaku ketimbang beli motor yang pakai injeksi tetpi meropotkan di kemudian hari.

    Semoga share ini juga bermnfaat bagi yang lain, salam bikers Indonesia

    BalasHapus
  49. Ane suka cara rajiv bajaj meriset motor...Dia pake 2-3 busi tujuannya bkn cm emisi biar lolos euro 3 tp jg peningkatan power signifikan setara mesin DOHC dan sama iritnya dg motor satu busi dg cc lebih kecil..Dia merasa "pake karbu aja udah cukup kok, tar klo kita mau ke euro4 baru deh kita ksh injeksi". Jangan2 tar malah perush otomotif lain yg kelabakan coz tyt injeksi+1busi tyt cm bisa lolos euro 3, yg ada tar ikutan pake 2-3 busi...
    Ane punya yg versi 2 busi, tyt klo settingan karbu pas dari knalpot netes air(kyk mobil) dan asap knalpot jauh lebih pekat v*x* ade ane yg dah injeksi..

    BalasHapus
  50. laahhh,seumpamanya motor injeksi kita mogok di hari minggu/libur trus gmna doonk..?? apakah msti nunggu besok bt ngebenerinnya? (sambil garuk2 kepala)

    BalasHapus
  51. Ane udah pake motor injeksi sejak mio injeksi pertama dikeluarin sampe sekarang aman2 aja ga pernah mogok. Semuanya tergantung perawatannya Gan, kalo dirawat n disayang tu motor ga bakalan ngecewain kita...
    Boleh diliat beberapa tips cara merawat motor injeksi:
    http://freesharemp3.com/search/video/1/perawatan-motor-injeksi.html

    Ato barangkali ada yang berminat dengan yg ini ^_^
    http://freesharemp3.com/search/video/1/bokep-anak-smp-4-jakarta-3gp.html

    Monggo Gan... ^_^

    BalasHapus
  52. Ciieeeee yang gak suka sama perubahan. Hahahaha

    BalasHapus
  53. Bikers indonesia mah kebanyakan selalu ikut suara konsensus, gak heran beberapa merk motor menjadi motor sejuta umat. Monopoli pabrikan berkuasa, pake acara kredit murah segala. Gak heran jika motor injeksi sangat diminati di indonesia.
    Slam bikers indonesia

    BalasHapus
  54. udah byk alat utk service motor injeksi dari yg manual sampe komputerized ..semua orang bisa service injkesi tinggal liat tutorial di Youtube ...ASALKAN MAU .....itu aja masalahnya ..sama dgn motor karbu kalo males bongkar service ya sama aja ...serahin ke bengkel

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.