Laman

Pengunjung

Rabu, 03 April 2013

YAMAHA X-RIDE BATU LONCATAN ATAU PELARIAN

Yamaha X-Ride merupakan motor matic pertama di Indonesia yang bisa di ajak untuk Off Road. Dalam artian ketika motor matic lain hanya di khususkan pada medan perkotaan tapi berbeda dengan Yamaha X-Ride ini. Jalan mulus paling mantap jalan dengan kondisi hancur tak akan bermasalah. Berapa Blogger di Indonesia telah di persilahkan oleh Yamaha Indonesia untuk test ride, hasilnya Yamaha X-Ride ini MEMUASKAN.


Ada berapa bagian yang telah di ubah atau di rancang khusus sehingga menjadi pembeda dengan matic lain. Salah satunya Yamaha telah menaikkan ground clearance dari umumnya matic yang telah ada setinggi 2,2cm.  Yamaha X-Ride dengan begitu gampang melibas jalan terjal berbatuan tanpa membuat sakit pinggang.

Malah ada yang beranggap Yamaha X-Ride kalau buat adventure lebih nyaman di bandingkan motor trail. Nyaman sih iya tapi apakah akan lebih menantang, ketika motor trail dapat kita ajak jumping-jumping apakah Yamaha X-Ride juga dapat melakukan hal yang sama. Saya harap pemilik itu matic bisa mencobanya.

Tapi untuk artikel hari ini saya tidak akan menyorot ketangguhan Yamaha X-Ride untuk menjelajah alam. Saya akan menyorot dalam hal lain. Ada dua hal bagi saya ketika Yamaha X-Ride diluncurkan di Indonesia. Hal pertama adalah sebagai BATU LONCATAN hal kedua adalah PELARIAN.

1. Sebagai Batu Loncatan 

Yamaha X-Ride walaupun bisa di ajak bertualang ke alam liar tetap saja sejatinya adalah sebuah motor matic. Walaupun disini X-Ride mengalami perubahan tetap saja kodratnya sebagai sebuah motor perkotaan tidak dapat kita pinggirkan begitu saja. Sebuah motor adventure tidaklah mengkedepankan kenyamanan tapi kekuatan, bukan kekuatan sehari saja di alam liar tapi berhari-hari, berminggu-minggu atau bisa jadi berbulan-bulan untuk membuktikan apakah motor itu sebuah motor pertualangan. Bukan hanya tangguh melewati medan berbatuan, tapi juga tangguh melewati genangan air dan lumpur atau menyebrang sungai kecil yang lumayan dalam. Motor trail sudah menjawab tantangan tersebut.


Bagi saya bisa saja Yamaha X-Ride merupakan sebuah batu loncatan ke arah itu. Yamaha X-Ride merupakan survei awal atau penjajakan bagi YIMM untuk mengetahui apakah Konsumen Motor Indonesia dalam hal ini Konsumen Yamaha memang berminat dengan sebuah motor yang berbasis sebagai motor adventure. Kalau memang iya, kedepannya YIMM bisa saja akan mengeluarkan atau mendatangkan motor-motor yang benar-benar serius yang di ajak adventure.

Bagi saya kalau hanya sekedar main-main, atau bersenang-senang di Alam liar motor matic Yamaha X-Ride jawabannya, terutama bagi biker berjenis wanita yang lebih mengutamakan sebuah kenyamanan dalam sebuah pertualangan bermotor. Tapi bagi biker pria yang sangat suka tantangan sebuah motor trail adalah solusinya.


Yamaha Global mempunyai berapa macam model motor trail yang merupakan motor pertualangan sejati di alam liar, dari mulai ber cc kecil atau besar. Jadi untuk ke depannya tidak akan menutup kemungkinan Yamaha Indonesia akan menawarkan kita motor pertualangan sejati itu.

2. Sebagai Pelarian 

Ini akan terbuktikan kalau hal pertama yang saya kemukakan itu tidak terjadi. Yamaha X-Ride bagi saya merupakan pelarian dari Yamaha Indonesia saja. Tidak dapat kita pungkiri kalau di Indonesia hanya satu perusahaan jepang yang menyajikan kepada kita motor-motor yang merupakan motor adventure sejati, motor-motor penjelajah alam yang begitu tangguh dan terbuktikan kekuatannya, motor-motor trail produksi Kawasaki. Instansi-instansi pemerintahan (pertanian/kehutanan), Polhut, Polisi atau militer saat ini banyak menggunakan Kawasaki KLX 150/250 sebagai motor utama dan andalan untuk menjelajah alam liar.

Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan lebih mendalam mengapa Yamaha X-Ride merupakan sebuah motor pelarian bagi Yamaha Indonesia. Tapi harus saya jelaskan juga berdasarkan pendapat saya bahwa Yamaha Indonesia sebenarnya masih ragu kalau tak ingin kita katakan belum berani untuk mengeluarkan sebuah motor trail sebuah motor yang kondratnya memang untuk menjelajah Alam. Karena Kawasaki khususnya keluarga KLX sudah siap untuk bertarung. Dari pada berhadapan langsung dengan KLX mendingan buat matic adventure saja lah, lebih aman, lebih tenang, sudah cukup Honda sebagai musuh enggak mau nambah lagi. Mmmm···· Indahnya perdamaian, Wkwkwkkkkkkkk·······

20 komentar:

  1. kebahagian TERBESAR adalah ketika kita
    bisa PERTAMAX di artikel kita sendiri
    wkwkwkkwkkk·····
    Yang lain harap bersabar dapat jatah SOLAR

    BalasHapus
  2. kenapa sekarang blog bang yudha minim pembaruan artikelnya ya??dulu sehari bisa ampe 3x,sekarang??aq penikmat blog ini aj:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. harap maklum sobat saya lagi mempersiapkan siswa saya untuk menghadapi UAN tanggal 15 April ini.

      Hapus
  3. selalu menarik di lihat karena isinya kritikan yang sejatinya belum di rasakan oleh mas yudha. sekali sekali test ride lah daripada cuma menafsir dari yang dilihat. ga cuma satu motor tapi motor2 yang ditafsir dari kemarin2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut sobat dari dua hal yang saya sorot kira-kira yang bener itu yang mana, Batu loncatan kah atau sekedar pelarian??? Mmmm ···· Enggak mungkin dong dua-duanya salah.

      Test ride dalam waktu dekat ini enggak mungkin, ini merupakan kelemahan yang paling saya rasakan sebagai blogger daerah dan sementara ini satu-satunya blogger roda dua dari Kalimantan Barat, hanya mencoba menafsir, menganalisi, serta menarik kesimpulan sementara berdasarkan pengalaman saya saja. dengan pengalaman belasan tahun mengajar saya dapat memprediksi nilai yang akan diperoleh seorang siswa berdasarkan wajahnya.

      Setangguh apapun Yamaha X-Ride dalam menjelajah alam, dari penampakan wajah X-Ride saja saya sudah dapat menilai bahwa motor ini tidak akan pernah di jadikan motor dinas lapangan Instansi kehutan dan pertanian, polhut ataupun operasi kemiliteran. Tapi ini akan berbeda bila YIMM ke depannya mengeluarkan motor trail yang kita anggap sebagai motor adventure sejati.

      Hapus
    2. ya kalo dengan pengalaman melihat maka tau hasil sih subjektif banget mas. mengira ngira juga ga masalah mas, saya juga belum bisa tes ride. berhubung saya belum merasakan makanya saya tidak setuju dengan mas yudha soal x ride tidak cocok untuk "adventure". cuma komen aja mas jangan masukin ke hati. saya fan boy motor amerika tapi pengguna motor jepang untuk keseharian, HSPX125 hehe

      Hapus
    3. Tenang sobat, sobat bisa mengungkapkan apa saja yang ada di dalam isi kepala sobat pada artikel-artikel saya. Komentar dengan sopan adalah komentar yang paling saya hargai dan saya hormati. berbeda pendapat itu adalah hal wajar dalam sebuah diskusi.

      Kalau kita bicara lebih mendalam tentang Yamaha X-RIDE ini, secara pribadi saya MENGACUNGKAN JEMPOL kepada YIMM yang telah mendatangkan motor matic ini ke Indonesia. Saya tidak mementingkan nilai adventure yang ditawarkan. Tapi saya lebih mengkedepankan ketahanan mesin dan bagian-bagian tertentu dari motor matic Yamaha X-Ride yang telah teruji dan di anggap baik oleh teman-teman blogger lain yang duluan mencicipi matic ini.Dalam artian motor ini akan lebih tahan banting bila kita bandingkan dengan motor matic brand sebelah atau pun motor matic dari yamaha dalam melibas jalan-jalan rusak.

      saya yakin orang-orang (masyarakat) di tempat tugas saya (Nanga Mahap) akan memilih matic ini di bandingkan matic lain. Bukan karena nilai adventure-nya, tapi karena jalan menuju daerah tempat saya memang selalu kondisi yang tidak baik, berbatu-batu, turun naik bukit. Masyarakat tempat tugas saya banyak menggunakan matic sebagai kendaraan sehari-harinya baik dari brand yamaha maupun honda, tapi harap maklum dengan kondisi seperti itu matic-matic tersebut sering kali mengalami kerusakan terutama di bagian kaki dan velg, jadi wajar saja matic-matic tersebut dalam setahun sudah pada geal-geol jalannya. Jadi bagi saya Yamaha X-ride ini memang jawaban dari yamaha buat konsumennya yang menggemari motor matic tapi memiliki karakter jalan yang tidak mulus/kondisi selalu rusak.

      Hapus
  4. Kayanya pelarian lebih tepat....gimana pun juga di Indonesia pasar motor trail itu sangat subur tapi yg berani main di pasar ini cuma sedikit. Pemilik trail yang menggunakan trail sesuai fungsinya pasti gak terlalu mikirin bentuk trailnya harus cantik. Lha motornya bakal diajak becek2an dan debu-an kok. Sing penting motornya kuat dah tahan lama. Otomatis penjualannya gak banyak2 amat. Yamaha mana mau jualan motor model begini wong filosofinya mirip Honda cepet ganti model biar ada alasan buat konsumen beli baru. Lagi pula tes X-Ride di batu2 ini kan cuma show-off, yg menentukan motor off-road itu justru durabilitynya...jangan2 setahun kedepan X-Ride bakal banyak keluhan di kaki2 belum kalau CVTnya jadi cepet berdebu bakalan gregel2 permanen....kalau saya lihat ini pelarian aja dari tekanan Honda. Miriplah sama taktik jualan jip 4x2 buat look-nya aja. Kalau mau off-road beneran ya mending keluarkan trail yg ekuivalen 4x4 di R4 atau minimal seperti Kanzen lah buat bebek trail lebih fungsional.

    st3v4nt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahai terima kasih atas pandangannya dalam hal yang satu ini.
      Kalau saya sih secara pribadi Yamaha X-Ride hanya sekedar batu loncatan saja, tapi kalau memang akhirnya hanya sebagai pelarian yaaa
      apa yang mau di kata!!!

      Hapus
  5. Saya & mungkin banyak yg lain, berharap YIMM mau mendatangkan / menjual motor sejenis KLX / D-Tracker milik Kawasaki. Dengan begitu konsumen akan punya alternatif pilihan kalau menginginkan morot jenis ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuup anda benar pak,
      jadi konsumen motor Indonesia semakin banyak pilihan

      Hapus
  6. jadi intinya menurut pak Guru YIMM main aman dulu dengan survey pasar melalui X-ride ini..? hmm...bisa jadi begitu...
    atau bisa jadi karena tak ingin di dahului kompetitor dalam hal ini honda yang desas-desusnya akan memboyong zoomer-X,dg kata lain predikat first mover yang di incar yamaha di kategori ini..


    seberapa banyak sticker di motormu..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sih nemang berharap ini hanya sekedar batu loncatan semata

      Hapus
  7. Kayake dua-duanya mas.... imho...

    BalasHapus
  8. Kalau menurut saya sih sebenernya YIMM justru cukup jeli melihat pasar. Nggak usah jauh jauh ke kalimantan bro, di jakarta dan sekitarnya saja jalanannya nggak ada yang bener. Kondisi inilah menurut saya sebenernya yang dilihat oleh YIMM sehingga mereka melihat ada celah untuk pasar matic seperti X-Ride. Karena walaupun matic sudah menguasai penjualan motor di Indonesia tapi kelemahan utama matic tetap tidak bisa kita pungkiri yaitu akan kewalahan pada saat melewati jalan jelek. Jadi menurut saya meluncurnya X-Ride bukan merupakan batu loncatan ataupun pelarian, tapi karena masih ada celah pasar yang bisa dimasuki. Itu menurut saya lho. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooo jadi begitu ya
      terima kasih atas kunjungannya

      Hapus
  9. Hmmmmmm jadi gimana nih
    Pkai gak yah x ridernya

    BalasHapus
  10. Hmmmmmm jadi gimana nih
    Pkai gak yah x ridernya

    BalasHapus
  11. Ane kepincut ame nie punya nama X ride gan tpi msh bingung, dibanding matic yg laen sie kayaknya x ride nie lbh tangguh

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.