Laman

Pengunjung

Rabu, 10 April 2013

KOPASSUS SIMPATI KAMI UNTUK MU

Artikel yang saya masukkan ke dalam artikel berkategori santai walaupun isinya enggak santai-santai benar. Artikel ini sedikit melenceng dari dunia roda dua, saya harap bisa di maafkan. Di latar belakangi dengan kejadian yang beritanya sangat menghebohkan baik secara Nasional dan Internasional, yaitu ketika 11 orang anggota Kopassus melakukan aksinya LP Cebongan. Sebuah aksi nyata bukan hanya sekedar teori dan latihan saja.


Ini pendapat saya pribadi sebagai rakyat Indonesia dan juga sebagai Anak seorang Tentara. Jujur hati saya teriris dan sedih atas kejadian tersebut. Kesedihan bukan karena 4 narapidana itu harus mati, kalau saja narapidana itu adalah narapidana biasa, jelas saya akan menyalahkan Kopassus tapi karena narapidana ini luar biasa (preman dan bandar narkoba) bagi saya sah-sah saja untuk mati apa lagi mereka adalah pembunuh aset negara sekali lagi ASET NEGARA. Pembunuh Aset Negara adalah Musuh Indonesia, setiap musuh Indonesia berhak untuk di hukum mati.

Kesedihan saya terjadi karena beberapa anggota DPR dan Anggota HAM mengharapkan kalau 11 orang anggota Kopassus harus di adili secara sipil. Aneh bin ajaib seorang Militer tidak akan pernah di hukum secara sipil kecuali mereka di pecat dari kedinasannya, bagi saya 11 orang Kopassus itu tidak berhak untuk di pecat karena kejadian tersebut.

Aneh bin Ajaib lagi karena salah satu anggota KOMNAS HAM mengatakan PEMBUNUHAN PRAJURIT KOPASSUS BUKAN PELANGGARAN HAM, sedangkan tindakan 11 kopassus itu adalah pelanggaran HAM. Saya Angkat Jempol terbalik untuk pernyataan tersebut, memangnya Anggota Kopassus itu bukan manusia ya, kalau hak Preman di bela dengan sepenuh hati. Memangnya HAM apaan sich bukannya salah satunya hak untuk hidup. Pembunuhan oleh preman terhadap sesama manusia hidup bukan pelanggaran HAM emang otaknya ditaruh dimana itu Komnas HAM.

Apa Anggota Dewan itu tidak merasa, bahwa selama ini mereka dan kita dapat tidur nyenyak karena kita merasa aman. AMAN DARI SERANGAN NEGARA ASING. Siapa yang memberikan rasa aman itu jelas rasa aman itu di berikan oleh ABRI. Wahai engkau komnas ham coba tanya sama keluarga korban  pihak anggota kopasus yang di bunuh apakah korban tersebut tidak mempunyai hak untuk hidup.

11 anggota Kopassus menyerbu Lapas Cebongan Sleman dan membunuh para preman yang telah membunuh salah satu anggota Kopassus, yaitu Serka Heru Santoso. Hukum manakah yang diambil sebagai patokan?????????????????????

Bila dilihat dari kacamata hukum sipil, tindakan yang diambil oleh 11 anggota Kopassus itu salah. Tetapi bila dilihat dari nilai moral “hukum diatas segalanya”, tindakan 11 anggota Kopassus itu bisa dibenarkan secara militer, karena semangat korsa dalam moral militer adalah hukum bagi setiap tentara. Justru seorang tentara yang tidak tidak mempunyai semangat korsa bisa dikatakan melanggar “hukum adat” militer.

Ketika 11 anggota Kopassus itu sedang menjalankan kewajiban moral terhadap “hukum militer” atas kematian rekannya seluruh anggota TNI baik yang aktif maupun pensiun serta SELURUH TENTARA yang ada di MUKA BUMI ini kini mengacungkan JEMPOL dan mengucapkan kata BRAVO.


Mereka hidup di negeri ini, makan dan minum juga dari negeri ini, dan negeri ini tetap utuh karena dijaga dan dipertahankan oleh satu kekuatan yaitu TNI dan Rakyat yang mencintai Negeri ini. Walaupun kini TNI dalam hal ini Kopassus di persalahkan, saya bersama rakyat Indonesia yang memang cinta Indonesia bangga dengan mereka walau mereka membabat 4 orang Preman dan Bandar Narkoba itu.

TNI memang sedang jadi sasaran tembak bangsa asing, dan kejadian ini menjadi pintu gerbangnya. Saat ini memang saat yang paling tepat buat mereka dan antek-anteknya. Jangan lupa ketika TENTARA di suatu negara menjadi lemah maka akan lemah pula Negara itu. 




Artikel Hiburan Untuk Anda Datangi »»

1. Bintang Film Porno Ini Nampang di Fairing Motor 
2. Guru Ini Bikers Sekaligus Rocker 
3. Guru Bertopeng Penunggang Moge Yamaha 
4. Kelemahan Biker Lelaki Indonesia 
4. Kopi Pancong dan Bikers 
5. Heeeey Bikers Latih Otak Kanan mu 

77 komentar:

  1. Balasan
    1. Terlepas dari apapun alasannya, penyerbuan ke institusi negara itu jelas salah. TNI harusnya menjunjung tinggi hukum bukan mengacak2nya. Tersangka yg dibantai kan sudah ditangkap dan akan diadili.

      Kalau anda membenarkan main hakim sendiri karena pegang senjata, kalau di jalan anda serempetan ama anggota TNI siap2 aja ditempeleng atau ditembak sekalian, meski bukan anda yang salah.

      Hapus
    2. ya ga gitu. .kan ada indikasi preman2 itu disembunyikan dengan kedok tahanan. .
      emang biasanya gt kok. . pura pura mumpet. .

      Hapus
  2. wah ni namanya normless gan, ya sbenernya preman dr dulu harus sgera dtangani. tp juga smestinya tetep njujung ham mereka. emang sbg koppasus itu jelas sbuah penghinaan, slh satu dr kawan mereka dikeroyok. tp kita punya aturan dan punya norma gan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok giliran preman-preman mbikin masalah, mereka-mereka gak mempermasalahkan apa itu aturan, apa itu norma ya ?

      Hapus
    2. Norma dan Peraturan sipil jelas berbeda seperti yang adanya militer.
      Melihat kejadian seperti ini ketika TNI/ABRI/KOPASSUS terus di obok-obok AKHIRNYA SAYA SETUJU KALAU DI INDONESIA HARUS ADA WAJIB MILITER UNTUK PARA PEMUDA.

      Biar semua pada tau BAGAIMANA SUSAHNYA MENJAGA NEGARA, lah kita sipil enak-enakkan tidur, mana kita ingat denga TNI yang NGERONDA sepanjang malam di PERBATASAN

      Hapus
    3. pahami lbh dalem apa itu norma. preman emg salah jelas malah. yang saya maksudkan dsini klo membunuh org yg blum di adili scr sah itu namanya uda ga percaya aturan= indonesia gagal. tp buat komen nya bang yudha ane stuju

      Hapus
    4. jiwa korsa. . setuju saya. . krn sy jg dr kluarga angkatan.
      krn skrg preman banyak yang belindung di bawah nama hukum.
      misal ada "petrus" lagi. . alhamdulilah banget saya setuju, tembak mati biang hutan.

      Hapus
  3. saya buenci sama yang namanya komnas HAM & KontraS...
    ....
    mereka kemana aja ketika ada kjadian pengeroyokan dan pembunuhan oleh preman-preman ?
    klo urusan TNI knapa demikian aktifnya.
    damn..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    .........
    buenci... aseli buenci saya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAM dan Kontras itu siapa yang punya? mmhh...

      Hapus
    2. komnas adalah lembaga penjual negara demi sebuah
      sensasi namanya biar terkenal.
      yang dibantai oleh KOPASSUS jelas preman tukang pemerkosa tukang palak kok dibela. Gimana kalau ketua komnas HAM yang
      diperkosa apa ya masih dibela. begitu pula dengan
      KONTRAS kerjaan cuma ngritik pemerintah Hei kontras
      mana kamu kok ga bela anak yang diserang preman
      diwarnet

      Hapus
    3. Sebaiknya para Anggota Dewan harus ikut PELATIHAN MILITER dan IKUT MENJAGA PERBATASAN enggak usah terlalu lama cukup 3 bulan saja, biar tau gimana rasanya BEBAN yang harus di tanggung oleh para tentara itu.

      Saya umur 1 bulan sudah ditinggal tugas oleh ayah ke Tim-tim, umur 4 tahun di tinggal lagi karena Ayah harus pergi ke Aceh, Pulang sebentar berangkat lagi ke Irian Jaya. Jangan kan jadi tentara jadi anak tentara saja banyak enggak enaknya.

      Tau apa anggota dewan dan komnas ham yang koar-koar itu

      Hapus
  4. Saya setuju kalau Preman di berantas, tapi menyerbu penjara lalu membunuh tahanan sma saja menghina Indonesia, karena Lapas adalah Lembaga milik negara.
    Lagi pula katanya 1 orang kopasus bisa berhadapan dengan lebih dari satu orang, kalau emang bener, culik para preman, bawa kehutan ajak berantem 1 lawan 1.
    Saya sangat menyanyangkan ucapan presiden menyebut mereka ksatria, bukti nya mereka menghilang bagai tikus got, setelah diselidiki barulah mengakui, apakah itu kriteria "Ksatria" ? I don't think so!!!
    Eks Pangdam Dipenogoro pun bangga atas tindakan penyerbuan 11 anggota kopasus tersebut, tapi saya sangat bangga jika mereka menyerbu penjara di Arab Saudi , Malingsia & negara lain, yang ada TKI terhukum mati, lalu membawa mereka ke negeri ini, Barulah mereka patut di sebut "Ksatria Yang Membanggakan"

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw bagaimana dengan 3 oknum yang menyeret tentara kopassus di malam kejadian. Lebih parah bukan??? itu benar-benar pengecut.

      Jangan hanya pangdam, Seluruh TENTARA YANG ADA DI BUMI INI bangga terhadap kejadian tersebut.

      Anda ingat lagu iwan fals »
      Serdadu itu harus SETAJAM BELATI
      kalau enggak di rawat TUMPUL DAN BERKARAT.


      ini yang mereka lakukan terhadap serdadu kita,
      mereka ingin Tentara kita Tumpul
      mereka ingin Tentara kita Berkarat.

      JANGAN LUPA BUNG,
      Kalau enggak ada TNI
      dari kemarin-kemarin kita sudah
      di serbu oleh Australia dan Malaysia.


      Kalau perang terjadi antar negara
      saya harap anda ada disamping saya
      di urutan masyrakat sipil paling depan
      untuk maju.

      anda siap, kalau saya selalu siap

      Hapus
    2. ayah saya bilang Tentara tetap tentara
      sampai mereka pensiun dan mati ya tetap berjiwa tentara.
      RASA SETIA KAWAN itu paling utama
      istri pertama itu SENJATA.
      urusan keluarga itu nomor DUA
      karena bagi TNI, Negara ini nomor SATU.

      kebanyakan kita yang sipil ini hanya bisa ngomong
      GARUDA DI DADAKU
      tapi sayang garuda itu tidak sampai di jiwa raga

      Hapus
    3. Sikap satria ialah mengaku ketika melakukan kesalahan dan siap bertanggung jawab atas segala perbuatan.
      Btw 3 oknum yang menyeret kopassus itu termasuk dalam sikap kesatria tidak???
      btw sampai kiamat mereka enggak akan pernah mau mengakui perbuatan mereka.

      Hapus
    4. nggak perlu bawa-bawa negara lain masbro..kalo kamu tahu kondisi TKI yang sebenernya mulai dari Indonesia sampai kehidupan mereka di negara tetangga/sahabat dan siapa sebenernya kebanyakan dari TKI itu maka kita akan malu sendiri...

      kejadian ini aja sebenernya udah menunjukkan apa sebenernya yang selama ini terjadi di Indonesia..dan bagaimana sebenernya keinginan rakyat..

      Hapus
    5. Mengapa negara tetangga pada menganggap Indonesia itu sebelah mata, karena yang kita kirim itu adalah pembantu di rumah tangga mereka, coba kalau mereka di Indonesia, apa pekerjaannya, jawababnya ARTIS SINETRON.

      Hapus
    6. saya tidak mempermasalahakan jika Petrus di jalankan kembali, karena premanisme sangat meresahkan.
      Tapi menyerbu penjara dengan mudah lalu membunuh tahanan, sungguh sangat mencoreng muka Negeri ini, bagaimana jika gembong Narkoba atau orang kaya lain nya yg di penjara lalu mebayar tentara bayaran untuk menyelamatkan dirinya, sekali lagi menurut saya penyerbuan itu adalah tindakan Bodoh, jauh dari rasa Cinta Negeri, jauh dari pengabdian kepada Negara, sekali menurut saya bagi penyerbu dendam pribadi diatas kepentingan Negara

      Hapus
    7. Yang pasti Kasus penyerangan Lapas Cebongan tidak
      mempengaruhi KREDIBILITAS dan INTEGRITAS TNI/Kopassus di mata
      masyarakat Indonesia berikut Jenderal Jenderal yang dicopot
      jabatannya terkait masalah tersebut..Mereka tetap harum dan
      gagah di mata masyarakat Indonesia

      Hapus
    8. Saya sependapat dengan bro Yudha...simpati saya kepada anggota KOPASSUS dan seluruh keluarganya...yang ada embel-embel hak asasi atau komite atau apapun yang gak jelas kredibilitasnya itu bikin aku mau M___H dan BS besar apa yang mereka katakan perjuangkan...

      Hapus
  5. salam kenal

    giliran preman ngebunuh kopassus ga ada KOMNAS HAM koar-koar, giliran kopassus ngebunuh preman, sekali lagi PREMAN !!! eh diributin, berarti ada udang dibalik peyek neh...
    yang ngebelain preman itu ga tau apa kalo untuk pendidikan 1 orang tentara itu biayanya ratusan juta, kalo ditanya ngapain anggota kopassus ada di Café? Lah namanya Intel ya nyari info ditempat kaya gitu, masa intel nongkong di gardu siskamling...dasar alay-alay sekarang ga tau apa-apa asal ngejeplak aja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alay- alay itu akan berubah pandangan kalau suatu saat negara kita berlaku WAJIB MILITER seperti di Korea dan Amerika

      Hapus
  6. dua duanya salah om. mereka semua pantas dapat hukuman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuup anda benar, tapi bukan bearti harus di bawa ke pengadilan sipil

      Hapus
  7. Yg lebih sedih lagi TNI dibilang pengecut ga berani lawat tetangga maling.. padahal bukan TNI pengecut, tapi pimpinan negaranye yg ga brani action, inga2 pimpinan tertinggi tni itu kpala negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada istilah pengecut pada kamus TNI, detik ini di suruh serbu ya tetap akan serbu, di suruh mundur ya mundur, garis komando mereka sudah jelas dan tertata rapi

      Hapus
  8. kalau yang di eksekusi tepat sasaran ane dukung to kopassus,,, emang kita ngadu kemana polisi??? nihil .pernah tinggal salah satu kota ngontrak toko diancam preman pakai piso kita cuma bisa apa jalannya nyewa preman juga tiap hari kerja sebagian buat kantong preman ane terlahir tidak sbagai preman kita punya istri punya anak keluarga dan ingin kehidupan yang damai ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandar-bandar narkorba kelas atas memang wajar di hukum mati, karena ulah para bandar narkoba banyak remaja dan anak muda Indonesia jadi TOLOL otaknya.

      pada saat masyarakat dibantai oleh preman, para
      perempuan diperkosa dan dibunuh, lembaga seperti
      komnas ham, imparsial. kontras dan konco-konconya
      pada diam bahkan aparat polisi pun terkesan jaga jarak
      dan terlambat bahkan terkesan melakukan pembiaran
      adanya preman, tapi masyarakat dapat menilai ketika
      prajurit tni justru yang terdepan dalam melawan preman.
      Kalo memang Keamanan menjadi wilayah Polisi dan
      Pertahanan Negara menjadi wilayah TNI, maka jelas
      dengan kemampuan DENSUS 88 sebaiknya saatnya
      dikeluarkan untuk menghabisi PREMAN bukan sekedar
      difungsikan memburu TERORIS saja.

      Teroris memang berbahaya tapi preman juga berbahaya, kalau teroris terornya hanya sekali-kali, preman teror masyarakat malah tiap hari.

      Hapus
  9. jangankan membunuh, tentara mukul warga sipil aja ga boleh om, kena sangsi tuh.

    katanya ksatria, kok beraninya bunuh warga sipil yang ga punya senjata di dalam kurungan pake senapan keroyokan pula.

    ini sama aja kyk bunuh burung dalam sangkar, sambil merem.

    ane ga bela preman itu, ane juga anti premanisme, tapi bukan begitu caranya.

    lawan tentara israel coba kalo berani, mereka jauh lebih biadab dari preman itu.
    tentara lawannya tentara juga dong.

    preman salah karena mereka preman.
    oknum kopassus lebih salah lagi karena mereka membunuh warga sipil dan melakukan tindakan premanisme.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup emeng benar tapi di indonesia hukum tidak jalanya pada tempatnya preman bunuh orang 1 tahun udah lepas lagi dengan berbagai alasan,, masarakat biasa nyuri pidana 5 tahun,,, gaksalah kalau kita butuh seorang coboy/robin hood/petrus...walau pada ahkirnya mereka akan diadili juga

      Hapus
    2. “Masyarakat butuh RASA AMAN dan ini terganggu
      dengan kehadiran aksi PREMANISME yang sepertinya
      tidak tersentuh oleh hukum dan masyarakat
      beranggapan ada sistem yang membiarkan dan
      memelihara aksi premanisme tersebut.”

      Penegak hukum kita pada kemana??? tu preman kelihatannya bebas palak sana palak sini, rasanya enggak mungkin kalau preman memang di pelihara keberadaannya

      Hapus
    3. misi om , ijin komen ,

      gw ga pernah ngerasa aman dari premanisme dengan cara pengecut ala kopasus itu(serang preman yang udah tak berdaya) yang bener tuh tangkapin tuh semua preman yang saat ini meresahkan/malak2 in ibu2 di pasar dll

      anyway kejadian tewasnya kopasus itu di kafe ya gak ?
      ngapain tuh kopasus ada disana malam2 ?

      komen agan :
      -----
      Penegak hukum kita pada kemana??? tu preman kelihatannya bebas palak sana palak sini, rasanya enggak mungkin kalau preman memang di pelihara keberadaannya
      ----------

      silahkan di pikirkan sendiri poin pikiran saya ...:)

      Hapus
    4. Sebenarnya akan terlihat lucu kalau kita mengharapkan Kopassus buat nangkapin para preman, lalu densus 88 mau kita gimanakan??

      Hapus
    5. Justru sangat lucu gan, ketika kasus ini dikaitkan dengan pemberantasan premanisme :)

      anda tidak menbaca pikiran saya pas saya mengquote pertanyaan anda
      -----
      Penegak hukum kita pada kemana??? tu preman kelihatannya bebas palak sana palak sini, rasanya "enggak mungkin kalau preman memang di pelihara keberadaannya "
      -----
      saya quote lagi tuh gan,

      justru kekwatiran saya ini gan,
      piaraan ngegigit tuannya, tuannya ga terima, dibabat dah tuh piaraan :P
      (seremen mana gan ? preman vs tuannya preman )

      ini sih cuma kekwatiran dr saya saja,

      terlepas dari ini, gw jg mengapresiasi rasa solidaritas kopasus, serta ketanggkasan mereka...
      gimana engga gan ? 10 menit mission accomplished, target destroyed ...hahaha
      artinya kopasus kita memang masih tangkas alias
      tidak ompong lah

      thx

      Hapus
    6. Kalau Kopassus/TNI jadi tuannya preman seh enggak mungkin sobat, enggak ada satupun LSM/organisasi keamanan dibawah naungan ABRI kecuali FKPPI itupun bukan organisasi yang berhubungan dengan keamanan.

      Hapus
    7. piaraan ga hrs terorganisir gan,

      gini aja deh, ngapain tuh bapak kopassus ada di kafe? apa yang dia lakukan disana sampe terlibat dalam pengeroyokan yang berujung tewas nya tuh kopasus ?

      dugaan gw:
      pertama :
      anggota kopasus sedang menjalankan tugas pengintaian, misi rahasia ala james bond :P kemudian akhirnya identitas nya tedeteksi musuh

      kedua :
      sang kopasus sedang cuci mata kesana sambil berharap dapat jatah atau setoran dari kafe?

      dari kronologis berita nya sempat terjadi perkelahian sampe pengeroyokan, lebih kearah mana anda condong ? pertama atau kedua ?

      kalo yang pertama,koq bisa2nya seorang intel dalam tugas/misi pengintaian bisa sampe telibat bentrok dengan preman ? itu kopassus coy segala sesuatu harus nya sudah disiapkan strategi menjalankan misi nya, kalo memang dia dalam misi ya :)

      saya sih lebih condong ke yang kedua, apalagi dengan tindakan lanjutan setelah kejadian, si preman pun dilenyapkan, segala kemungkinan si TNI terlibat melakukan aktivitas seperti preman pun jadi kabur, krn saksi yg jg terdakwa sudah sudah koit gan....

      ini sih cuma analisa ke sok-tauan saya saja pak guru, mohon dimaapkan kalau tidak berkenan

      saya sih ngedukung aja preman2 di hajar sampe habis..
      secara saya juga penikmat berita2 militer di kaskus walopun cuma sekerar baca2 :P

      dan kopassus salah satu tim yang membuat saya bangga jd org indonesia dengan prestasi2 nya di dunia internasional :)

      hehehe salam pak...

      Hapus
  10. Ga ada yang jelas kalo urusanya HAM dinegri ini bro :D

    Fans MotoGP join ya di : http://www.facebook.com/MotoGPPlanet

    BalasHapus
  11. nyimak aja Pak Guru..kayaknya hal ini di luar kemampuan saya..

    BalasHapus
  12. Ini kelakuan KOMNAS HAM :

    http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=73851

    http://nasional.kompas.com/read/2013/02/08/08263471/Pimpinan.Komnas.HAM.Demisioner.

    http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/02/11/23176/garagara-fasilitas-mobil-komnas-ham-dilanda-konflik-internal/

    http://id.berita.yahoo.com/komnas-ham-bantah-tuntut-fasilitas-komisioner-075348301.html

    (googling : "komnas ham fasilitas" ... masih banyak lagi beritanya)

    Siapa yang bisa membiayai keinginan KOMNAS HAM untuk mendapatkan fasilitas mewah tersebut ???
    Rakyat biasa ?

    Tentu tidak.

    Yang bisa memberi fasilitas mewah adalah Bandar Narkoba & Preman.
    Itulah kenapa, Komnas HAM membela pelanggar HAM asal bisa membayar ke mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau seperti itu benar-benar TERLALU.
      Pantesan saja banyak yang nuntut
      LSM tersebut di bubarkan saja.

      Hapus
  13. Yg namanya tentara dilatih utk membunuh atau dibunuh, kalau mereka beroperasi pilihannya cuma jatuh korban sedikit atau banyak.
    Meski sebenernya berlebihan kl sampai tentara menyerbu LP, alasan murninya dikarenakan mereka sudah hopeless dan ga percaya lagi dgn institusi hukum yg ada bisa bersikap tegas terhadap aksi premanisme ini, dan melihat reaksi dukungan rakyat terhadap kopassus bisa disebut kl rakyat melegitimasi tindakan tegas terhadap preman2 ini.
    Setiap warga negara wajib tunduk thd hukum, tapi keinginan rakyat adalah hukum yg tertinggi, persetan dengan HAM bikinan barat kl rakyat meminta jgn takut utk tegas wahai polisi, TNI dan pengadilan.
    Mau perang dengan negara manapun, sejarah sudah ditorehkan 350 th, beberapa generasi rakyat indonesia tidak pernah menyerah. Kl sekecil korut saja berani menantang dunia....sebesar indonesia kenapa takut dgn preman?

    -- uneg2 --

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anggap saja kejadian kemarin adalah praktek langsung Lapangan.
      dapat nilai A itu praktek.

      Hapus
  14. Gak preman gak kopassus = prett semua, PEMBUNUH !!!

    BalasHapus
  15. saya cuma tahu kasus ini awalnya dari masalah rebutan purel. Kalau masalah benar salahnya kopasus, saya gak berani ngomong juga pak Guru. -bukan ahlinya sih-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kopassus yang di bunuh itu lagi dalam masa tugas pengintaian bandar narkoba

      Hapus
    2. Agen Kopassus lagi ngintai bandar narkoba? Ngimpi dari mana mas? Kalo Ditserse atau BNN sih memang tugasnya, tapi ini Kopassus, apa hubungannya? Teroris aja yang ngintai cuman Densus kok? Coba gali dulu informasinya lebih dalam sebelum berkomentar. Si Kopassus itu statusnya lagi bekingin kawannya yang berkelahi dengan security cafe. Lagian disitu kan memang tempatnya ahli maksiat semua, orang gak genah yang lagi pada mabuk-mabukan / dugem. Kalo mereka emang orang baik-baik, ngapain nongkrong di tempat maksiat kayak gitu?

      Hapus
    3. Lah diakan sudah pindah di kodam, tugas sebagai intel kodam, namanya intel ya bebas dong keluar masuk tempat gituan, mana tau ada ada anggota TNI yang lagi indehoi. Anggota TNI aktif dilarang loh ke tempat hiburan malam.
      kebetulan saja dia mantan anggota kopassus,
      mau kopassus, infantri, armed,artereri, marinir, tetap saja mereka tentara, persatuan mereka itu kuat banget, enggak peduli dari kesatuan mana, ketemu pangkat yang lebih tinggi langsung hormat.
      Kepatuhan dan kedisiplinan mereka tetap terjaga.
      makanya jarang sekali kita mendengar berita
      Tentara nembak istri
      Tentara nembak tetangga
      Tentara nembak komandannya,
      Kalau yang itu tuuu banyaaaak

      Hapus
  16. preman yang jelas2 meresahkan masyarakat kok dibela. kalau bisa preman2 dihabisi saja seperti jaman pak harto biar masyarakat tenang

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang aza banyak preman yang was-was hatinya, kalau sama polisi bisa saja mereka santai, nih mau lawan tentara

      Hapus
    2. Iya, jalankan kembali saja Petrus, tapi tidak dengan menyerbu penjara.

      Hapus
    3. Yang di diserbu di penjara itu para PEMBATAI ASET NEGARA yang menjalankan tugas, Emang pantas mati. musuh negara memang pantas untuk mati.

      Hapus
  17. Makin lucu aja negeri kita ini,,
    preman bunuh kopasus 4 vs 1 dgn senjata tajam dgn cara preman di diskotik,,
    eh oknum kopasus balas bunuh preman 11 vs 4 dgn senjata api jg dgn cara preman di lapas,,
    ingat balas dendam tdk akan menyelesaikn mslh,,tp malah nambah mslh,,entah itu karna korsa atau apa,,
    ingat pepatah idealis ahli hukum lama,"mau seburuk apapun hukum kita,harapan slalu ada,asal kita percaya akan brjalanny hukum contohny hukum rimba"
    mari kita ktawa brsama untk negeri kita yg lucu ini,guahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi saya itu bukan balas demdam
      tapi praktek lapangan.
      kebetulan saja Musuh negara itu
      berada di dalam Lapas

      Hapus
  18. josss....sampah masyarakat kyk gitu hrs diberangus pak,,tembak mati saja,,,biar ada efek jera dan NKRI kita tercinta ini selalu aman, damai, sentosa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. efek positif dari persoalan tersebut
      masyarakat jogja mulai sedikit aman
      karena kebanyakan Gali banyak yang
      stand by di rumahnya masing-masing

      Hapus
  19. tp klo cara'a teror begitu apa bedanya sm preman?smp ngancem warga skitar LP..
    Negara itu pd dasarnya ya rakyat,klo gk ada rakyat ya gk ada negara,rakyat sndiri mrasa gk aman sm perilaku premanisme polri n tni..
    ktanya negara no 1?brarti rakyat no 1 dong?ko knyataannya byk premanisme gt,dikit2 bakar kantor polisi,dikit2 jd "geng motor" ngebantai org yg gk salah bwt bls dendam,dikit2 nyerang lapas..
    Gmn rakyat/negara mau mrasa aman klo polri tni nya ugal2an..
    kasian polri tni yg krja d perbatasan n daerah konflik,ikut2an trcemar nama'a krn "polri tni yg sok2an"..
    Gak malu tu polri tni yg "preman" sm polri tni yg d perbatasan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rakyat Indonesia yang mana di rasa kena terror TNI,
      paling-paling rakyat Indonesia yang bergabung dengan para pemberontak yang ingin melepaskan diri dari Indonesia ini.
      Nah anda masuk dalam rakyat yang mana???
      rakyat Indonesia yang setia pada negara
      atau rakyat indonesia yang bergabung dengan kaum pemberontak.
      kalau anda adalah rakyat indonesia yang bergabung dengan
      kaum pemberontak wajar saja kalau anda was-was setiap
      ketemu Anggota TNI

      Hapus
    2. warga2 d sekitar LP bro yg d ancam,gk ntn brita ya?
      klo tu preman2 gk bunuh anggota kopasus d cafe jg gk bakal nyerang tu oknum2 TNI,intinya mah bkn basmi preman itu oknum2 TNI tp balas dendam!lantas apa bedanya ma preman?

      Hapus
    3. Tak akan pernah ada asap bila tak ada api.
      Kawanan lebah tak akan menyerbu bila sarangnya tak di ganggu

      Hapus
  20. ini termasuk shok terapi agar preman tidak macam2 sama aset negara ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lihat saja di kota jakarta, keamanan bukan di tangan polisi lagi tapi sudah di tangan preman yang terorganisir.
      Polri kelihatannya perlu menurunkan densus 88 ne buat nanganin preman terorganisir di jakarta, kalau polisi biasa kagak mempan

      Hapus
  21. Komnas HAM dan kontras itu justru bikin resah dgn komentar2nya. Termasuk mengganggu keutuhan NKRI, mustinya termasuk musuh negara tuh.
    Ingat perang modern sudah berubah dari adu senjata menjadi adu informasi dan ideologi, isu HAM buatan mana? .... Penyerangan irak siapa berani ngungkit2 HAM? .... Sekarang giliran LP diserang koar2 HAM semua. Terlalu!!!!!
    Kl ingat kata2 RI 1 dulu 'go to hell with your aid'...kl masih hidup mungkin akan ngomong 'go to hell with you human right & double standard'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati2… sepertinya ada upaya adudomba pihak asing yang
      memanfaatkan antek2 penjilat dan penghianat bangsa….
      maju terus KOPASSUS…
      Bravo TNI..
      Kedaulatan NKRI ada dipundakmu…

      Hapus
  22. Jakarta (ANTARA) - Keluarga korban penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, meminta penghentian labelisasi premanisme yang kerap ditujukan kepada anggota keluarga mereka yang tewas dalam kejadian itu.

    Yani Rohi Riwu, kakak kandung Gamaliel Y. Rohi Riwu, di Jakarta, Jumat, meminta labelisasi terhadap saudara serta ketiga rekan lainnya yang tewas di Lapas Cebongan dicabut.

    "Jangan label tersebut membuat pengalihan isu. Kesannya cuma empat orang saja. Kalau mereka (empat orang itu) preman, pelakunya disebut apa?," katanya dalam pertemuan dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

    Pernyataan serupa juga disampaikan oleh kerabat Adrianus Chandra Gajala, Johanes Lado, ia menuturkan dari empat korban penyerangan di Lapas itu, semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, kini orang-orang NTT mendapat labelisasi premanisme dari sejumlah masyarakat.

    "Empat orang itu, kebetulan saja dari NTT, tapi kejahatan kemanusiaan tidak hanya kami, ada dimana-mana. Kematian ini jangan jadi sia-sia, ini merupakan momentum kembalikan kepercayaan masyarakat," katanya.

    Victor Manbait selaku kakak dari Johanis Juan Manbait, juga mengatakan akibat

    labelisasi masyarakat, tak hanya keluarganya, tapi semua rakyat NTT juga ikut terkotak-kotak dengan label tersebut.

    "Kami sedih saat saudara kami dilabeli sebagai preman. Mahasiswa NTT (Nusa Tenggara Timur) yang kuliah di Jogja juga menerima labelisasi tersebut. Padahal kami yang hitam dan keriting ini juga bagian dari NKRI," kata Victor.

    Dalam kesempatan yang sama, anggota Kompolnas Syafriadi Cut Ali mengajak masyarakat untuk berupaya keras meluruskan opini tersebut. Menurutnya, jika hal itu tidak dilakukan, opini tersebut akan menjerumuskan bangsa kita.

    "Jangan gentar, ayo luruskan opini masyarakat," ujarnya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana mengatakan stigmatisasi atau labelisasi dalam bentuk apapun dari tragedi Lapas Cebongan harus dihindari.

    "Jangan sampai stigmatisasi dan labelisasi itu menjadi pengalihan isu atas perbuatan keji yang dilakukan di Lapas Cebongan," kata Denny di Kemenkumham Jakarta, Rabu (10/4) lalu.

    Apapun alasannya, premanisme dan pembunuhan sama-sama tidak dapat dibenarkan, katanya.(tp)

    BalasHapus
  23. Bravo Kopassus... Persetan yg koar2 masalah HAM, lha selama ini kemana aja disaat warga merasa gak tenang karena ulah para preman yg biadab.. nodong, bacok, dll... Masyarakat terintimidasi..
    sekarang ada yg koar2 soal HAM karena penyerbuan ke Lapas dan terbunuhnya 4 tersangka pembunuh aset negara..
    Yang jelas, Bravo Kopassus..
    Jaya TNI..

    BalasHapus
  24. Lucunya ga ada yg teriak2 HAM sewaktu navy seal menyerbu ke pakistan dan menembak mati osama bin laden. Ini tentara sendiri nyerang LP di negara sendiri di permasalahkan.
    Double standar atau jago kandang?
    Kalau terbukti 4 orang itu bandar narkoba mereka pantas mati, mau lewat pengadilan atau tidak. Memang osama sudah diputuskan harus mati oleh pengadilan international?
    Atau osama ada di daftar teratas orang yg harus mati oleh amerika?
    Saya pikir tindakan orang yg membahayakan kehidupan banyak orang tidak pantas untuk dihargai hidupnya, contohnya teroris, bandar narkoba, perdagangan manusia dll.

    BalasHapus
  25. Memandang HAM jgn sempit.
    Hukuman bagi para pelanggar HAM adalah dengan melanggar HAM terhukum tsb.
    Contoh :
    Maling, melanggar hak untuk memiliki harta benda, hak utk mendapatkan pendidikan (kl hartanya mau buat byr sekolah), hak untuk terbebas dari ketakutan...dst (ga apal semua point HAM)
    Hukumannya, dilanggar hak untuk hidup bebas, hak untuk bebas dari ketakutan, hak utk bebas dr penindasan..... Dst

    Dimana2 ya begitu, keadilan itu ditegakkan dengan cara melanggar HAM yg bersalah. Bingung gak?

    Kl bingung tanya komnas ham aja, gimana menegakkan keadilan tanpa melangar ham......wkwkwkwk

    BalasHapus
  26. simpati?maen hakim sendiri koq dikasih simpati. APAPUN kesalahannya tidak ada satupun orang yg berhak mencabut nyawa orang lain. TITIK.

    BalasHapus
  27. Sok-sok an ngomong ham, ribuan ratusan bahkan jutaan warga masyarakat (ga usah jauh-jauh) JABOTABEK yang taat hukum, tertib pajak negara patuh norma hukum (hkm negara,hkm soial, hkm budaya, hkm agama) tetapi hidupnya banyak di ganggu, ditindas bahkan disiksa (sangat tidak nyaman) saat pulang kerja malam, saat sehabis gajian, saat buka usaha dan saat-saat lain ketika sedang menikmati hidup bersama keluarga oleh siapa?????? PREMAN PREMAN KAMPUNG baik gerombolan, ormas atau lainnya DIMANA TUH HAM HAHHHH!!!!! CEK AND RICEK SENDIRI DILAPANGAN BRO... masyarakat yang awam, penakut dan tidak ada tempat melindungi dirinya terpaksa harus masing-masing ekstra tenaga dan pikirannya dengan berbagai cara dapat melindungi diri dan keluarganya dari GANGGUAN PARA PREMAN-PREMAN KAMPUNG TERSEBUT. ini fakta dan realita bro yang benar-benar terjadi di kehidupan masyarakat kota besar ini, copet, todong, maling, rampok, perkosa, bunuh, narkoba dll dari 1000 mungkin cuma 1 yang cepat dan tangkas ditangani selebihnya?????? masyarakat yang jadi korban.Dimana PENEGAK HAM YANG KATANYA HEBAT TUH... GA PERNAH ADA TAMPIL MEMBELA WARGA TERSEBUT
    BRAVO TNI,,,, NKRI DIPUNDAK DIPUNDAK MU SALAH SATUNYA BASMI HABIS PREMAN-PREMAN DI NEGERI INI BAGAIMANAPUN CARANYA karena penegak lainnya tidak ada yang tuntas dan tegas

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.