Laman

Pengunjung

Minggu, 13 Januari 2013

KEAMANAN PEMBONCENG NOMOR DUALAH

Lagi daerah lain pula peraturan, begitu pula dalam halnya dalam
berkendara. Belum lama ini masih hangat dibicarakan masalah
duduk menyamping ketika membonceng sepeda motor merupakan
posisi yang sangat tak aman itu malah diperdakan pada suatu
wilayah dinegeri ini.


Posisi menyamping sangat sangat tak aman disebabkan oleh
beberapa faktor, saya cukup membahas yang pentingnya aza
ya »

1. Banyak Biker Sableng
Ini faktor pertama yang menjadi membonceng menyamping masih
teramat amat tak aman. Sudah jelas posisi menyamping itu tidak
aman eh malah ditambah bikernya Sableng lagi. Lah gimana
enggak Sableng, bawa penumpang dalam posisi menyamping
malah ngebut kalau enggak sampai 80-100 kpj belum puas.
Sudah tau posisi penumpang duduk menyamping itu berbahaya
malah di ajak zig zag. Benar-benar sableng biker seperti ini
bagi mereka keamanan pembonceng nomor dualah.

2. Perusahaan motor "masalah itu bukan urusan saya"
Yang ini merupakan faktor kedua, perusahaan motor yang jualan
dinegara kita pada saat ini mana pernah berpikiran tentang
keamanan pembonceng. Masalah itu bukanlah masalah saya,
biarlah itu tugas para blogger yang mengingati, tugas saya
yaaa jualan saja. Emang kampreetlah kalau perusahaan
bermotor yang berpikiran seperti ini. Keamanan pembonceng
nomor dualah. Mana mereka peduli kalau puluhan mungkin
ratusan wanita-wanita yang duduk menyamping itu harus
jatuh akibat ujung roknya masuk kedalam rantai atau
roda motor produksi dari perusahaan mereka.

Masih terekam di benak saya malah motor jadul lebih teramat
aman dan ramah bagi wanita-wanita Indonesia yang duduknya
menyamping. Tutup rantainya begitu full, atas bawah.
100% enggak bakalan ada cerita bahwa wanita yang menggunakan
rok panjang kemudian duduk menyamping bakalan terontar
dari sepeda motor akibat roknya nyangkut dalam rantai
motor.

Mmmmm····· Perusahaan sepeda motor yang jualan
di India malah lebih bijaksana, masih memikirkan keamanan
pembonceng belakang. Di negara kita????????????


Solusi / jalan keluar yang harus kita tempuh :

1. Mari kita berdoa bersama semoga para Biker sableng itu sadar
dari kesablengannya. Enggak ngebut, enggak zig zag dikala membawa
penumpang wanita yang duduk menyamping. Apabila biker sableng
ini sadar kan lumayan dapat mengurangi angka kecelakaan berlalu
lintas.

2. Selain kita mengkempanyekan tentang posisi teraman dalam
membonceng, akan HEBATNYA bila kita juga menuntut
perusahaan motor di Indonesia juga lebih memperhatikan
keamanan pembonceng belakang. Saya rasa akan lebih
mudah memaksa perusahaan motor untuk melengkapi
fitur keamanan motornya bagi pembonceng yang duduk
menyamping dari pada kita memaksa nenek-nenek untuk
duduk ngangkang bila berboncengan dengan cucunya.

Kalau perusahaan Motor India saja bisa (motor keren lagi)
ada fitur keamaanan pembonceng yang duduk menyamping
mengapa di Negara kita tidak????


Mmmm····· mungkin karena kita LEBIH BERANI memaksa
Lebih berani mencaci maki lebih berani mengatakan
para wanita Indonesia yang duduk menyamping itu
tolol bin bodoh TAPI KITA TAKUT kalau enggak mau
dibilang pengecut untuk memaksa perusahaan motor
yang jualan dinegara kita untuk memikirkan keamanan
pembonceng belakang baik yang duduk ngangkang
ataupun nyamping.

Jadi enggak sabaran mau membaca Artikel yang berani
MENCACI MAKI perusahaan motor yang enggak peduli dengan
keamanan pembonceng wanita Indonesia yang pada umumnya
duduk menyamping itu. Mmmmm···· atau jangan-jangan kita
hanya berani dengan wanita saja yaaaa wkwkwkkkk·······
atau jangan-jangan kita masih memikirkan tampilan
motor kita dari pada memikirkan keamanan nenek kita
yang duduk menyamping itu.

(Ditengah keprihatinan dari banyaknya kecaman bagi wanita
yang duduk menyamping TAPI TAK SATUPUN saya pernah
membaca KECAMAN dari sebuah tulisan untuk Perusahaan Motor
yang jualan di negara ini UNTUK LEBIH MEMPERHATIAKAN
keselamatan penumpang belakang yg duduk dalam posisi
menyamping)

14 komentar:

  1. Setuju... sama kayak kasus Helm SNI.. daripada cape2 razia pemotor... Grebek aja pabriknya sekalian...lebih gampang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betuul betul····· dari pada kita cape-cape memaksa wanita untuk selalu duduk ngangkang
      mendingan kita memaksa perusahaan motor untuk memasang fitur keamanan pembonceng.

      Hapus
  2. yakk, capek2 bikin propaganda malah jadi propagagal :D
    salam kenal dab....

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal sobat,
      Memang harus dua segi yang harus kita sentuh untuk menimalisir
      korban kecelakaan akibat duduk menyamping :
      1. Mensosialisasikan keamanan duduk mengangkang ketika membonceng
      2. Meminta perusahaan motor di Indonesia sama seperti perusahaan motor di India
      untuk memperhatikan juga keselamatan penumpang belakang yang pada kondisi
      tertentu harus duduk menyamping

      Hapus
  3. Jadi enggak sabaran mau membaca Artikel yang berani
    MENCACI MAKI perusahaan motor yang enggak peduli dengan
    keamanan pembonceng wanita Indonesia yang pada umumnya
    duduk menyamping itu.
    --------------------------------------------------------------
    bikin saja Pak guru... saya siap membaca *sambil ngomporin... qiqiqi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah saya kan sudah, anggap aza ini yang pertama artikel yang menggugah
      perusahaan motor Indonesia buat SEGERA SADAR dan memikirkan kecelakaan
      yang terjadi penumpang yang duduk membonceng dengan cara menyamping
      akibat kurangnya keamanan pada motor mereka tersebut.
      Sekarang saya tinggal tunggu artikel lainnya termasuk blognya pak wahid.
      sambil kita menyadarkan bahwa duduk menyamping itu berbahaya
      karena ujung rok atau kain kebaya bisa masuk ke rantai motor.
      kita INGATKAN juga perusahaan motor yang jualan disini buat
      memasang fitur pengaman tersebut.
      Lumayan buat ngurangi cerita ada wanita terjungkal akibat
      kainnya tertarik rantai motor

      Hapus
    2. sudah ada kejadian nyata tentang kain yang masuk ke rantai di kampungku ,Pak..bahkan yang tak terduga adalah ..,rambut panjang tergerai yang masuk ke rantai..apa akibatnya..?? FATAL... saya nggak berani bikin artikelnya.. saya menjaga perasaan keluarga korban yang masih orang dekat..

      Hapus
    3. Bukan artikel tentang yang jatuh pak
      tapi artikel menggugah/mengkritik perusahaan motor
      yang jualan di negara kita yang sampai saat ini
      belum memperhatikan keselamatan penumpang pak.
      bukan masalah duduk menyamping loh pak,
      duduk mengangkang kalau wanita itu bawa selendang/sal yg panjang
      juga bisa loh masuk dalam rantai

      Hapus
  4. Kita lebih mementingkan tampilan, coba deh pabrikan pasang sari guard seperti di India, pasti dicopoti sama bikernya. Lha wong motor bagus2 aja banyak yang dipreteli..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi paling tidak ada perhatian dari PIHAK perusahaan motor Indonesia
      untuk memperhatikan keamanan penumpang dibelakang dong pak.
      jadi benar apa yang saya katakan, kalau nanti perusahaan motor di Indonesia
      memasang sari guard kemudian dilepas sama bikernya ini kerena
      KEAMANAN PEMBONCENG NOMOR DUALAH.

      Hapus
  5. Khusus loksmawe harus ada sarung guard... :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah emang tempat lain enggak yaaaa,
      malah yang banyak pake kebaya malah
      dipulau jawa

      Hapus
  6. Selain ATPM kayaknya Pemerintah juga harus ikut turun tangan mas.... setidaknya pemerintah bisa menekan ATPM untuk menambah fitur keamanan terutama bagi pembonceng wanita spt di India sana....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, emang perlu kerja sama semua pihak deh

      Hapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.