Laman

Pengunjung

Selasa, 08 Januari 2013

PHOTO DUDUK PENYAMPING MULUUUUUS

Waduh ternyata artikel saya kemarin ternyata banyak tanggapan,
malah ada yang membuat artikel tentang itu »»»
http://kphmph.wordpress.com/2013/01/08/opini-artikel-khusus-untuk-bang-yudha-terkait-wacana-perda-boncenger-ngangkang-di-aceh/
Perlu ada pelurusan disini, saya enggak melarang wanita duduk
mengangkang kalau emang dia suka duduk seperti itu, nah apa
lagi dalam segi keamanan berkendaraan roda dua duduk seperti
itu adalah paling aman dan menyenangkan. Saya juga tidak
memaksakan kehendak saya bila wanita sukanya duduk
menyamping yaaa silahkan saja.

Artikel kemarin hanya curhat saja loh, soal perasaan saya serta
tanggapan saya terhadap Peraturan Pemkot Aceh. Malam
ini saya ingin membahas duduk menyamping itu bahayakah??
baik duduk menyamping atau mengangkang sama bahaya
bila sang pengendali motor belum paham bagaimana
cara mengendalikan motor.

Sebagai seorang biker kita harus selalu mengasah kemampuan
dari hari-hari dalam mengendalikan motor. Bukan hanya bila
sendirian tapi juga dalam hal berboncengan. Sebagai seorang
biker kita dituntut untuk mampu bisa membawa motor dengan
pembonceng yang duduk mengangkang maupun menyamping,
ini untuk keamanan kita sendiri.

Kita enggak bisa memaksa wanita untuk selalu duduk mengangkang
bila ingin berboncengan dengan kita, tidak ada di tempat saya 
(enggak tau kalau di daerah anda) Wanita yang menggunakan rok
atau gaun duduknya ngangkang bila membonceng motor. Coba
anda perhatikan wanita yang pergi resepsi dengan suaminya
atau wanita yang pergi sembahyang ke Gereja ada enggak
yang duduknya ngangkang bila menggunakan gaun ketika
membonceng. Padahal duduk mengangkang itu lebih aman
dan menyenangkan.

Mengutip kalimat dari teman sesama blogger yang membahas
artikel saya yang lalu, sobat marga menjelaskan :

"Ketika kita ingin melakukan perjalanan jauh naik motor tentu
akan lebih safety (alasan kemanan nih) jika boncenger duduk
ngangkang, karena duduk ngangkang bisa diajak di medan apa
pun dan dalam kondisi apa pun serta cuaca apa pun, sedangkan
duduk menyamping hanya safety di kecepatan dalam kota
(max 50kph) dan medan yang rata tanpa banyak jalan
bergelombang ataupun rusak"

Bukan bermaksud buat tanding lewat artikel yaaa, saya akan
menjawab artikel beliau lewat photo dan video para siswa saya
yang sebagian besar harus menempuh belasan KM untuk
berangkat atau pulang sekolah. Siswa dan siswi sama-sama
mulus, mulus cara membawa motornya, mulus cara
memboncengnya, sedangkan jalan ditempat tugas saya
benar-benar enggak mulus semulus aspal di kota.


Disinilah kemampuan biker teruji dalam membawa penumpang,
terutama penumpang wanita yang duduk menyamping. Enggak
ada siswa putri saya yang menggunakan rok itu mau duduk
mengangkang. Mau tak mau biker lelaki harus meningkatkan
Skill mereka dari hari ke hari dalam mengendalikan sepeda
motor dijalan rusak bergelombang naik turun bukit lagi.


Di Artikel kemarin ada Anonim yang berpendapat kalau dengan
duduk menyamping juga bakalan bersentuhan antara biker
dan penumpangnya. Ya iyaaalah namanya aza berboncengan,
tapi yang sering kita rasa yaa sentuhan bahu bukan payudara.
Andaipun terasa sentuhan payudara yaaa cuma satu bukan
kedua-duanya Wkwkwkkk······. Enggak bakalan sempat deh
anda menikmati sentuhan lembut dari belakang dan
membiarkan pikiran mesum kita berkeliaran kemana-mana,
bila kita berkonsentrasi penuh dalam arus lintas padatnya
kota atau Perjalanan yang dilakukan siswa siswi mulus
saya »»

Inti dari Artikel ini adalah :

Seorang Biker wajib meningkat kemampuan berkendara
dari hari ke hari baik sendirian ataupun berboncengan,
Sang biker di tuntut untuk paham dalam mengendalikan
motornya ketika penumpang duduk mengangkang maupun
menyamping. Laaaaah kalau kita enggak jago bawa motor,
duduk ngangkang yaa bakal Gubraaak juga. Hehehehe

Kalau biker udah jago bawa motor
kalau penumpang sudah mahir duduk menyamping
Enggak ngebut enggak seruntulan
kemudian enggak lupa membaca doa memohon
keselamatan pada Sang Pencipta
semuanya akan baik-baik saja.
  

39 komentar:

  1. jozzz tenan pak guru . ane sangat ngerti maksude pak guru :D

    BalasHapus
  2. bisa diibaratkan skill ni tergantung yang bawa, klo bikernya ibu2 berboncengan

    bisa anda tebak sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikernya ibu-ibu???
      enggak peduli bikernya ibu atau bapak-bapak
      ya tetap TERKENA SARAN artikel diatas.
      kalau belum jago bawa motor yaa jangan bawa motor
      apa lagi berani membonceng segala.
      duduk nyamping atau ngangkang sama bahaya
      kalau bikerny enggak jagooo.

      sudah tau yang numpang nyamping malah dibawa ngebut
      ngarep biar yang nyamping ngerapet kemudian dapet yang hanget.
      ujung-ujungnya gubraaaaak

      Hapus
    2. Kalau biker udah jago bawa motor
      kalau penumpang sudah mahir duduk menyamping
      Enggak ngebut enggak seruntulan kemudian enggak
      lupa membaca doa memohon keselamatan pada Sang Pencipta
      semuanya akan baik-baik saja.

      Yang photo
      bawa metic looh (kebetulan milik yamaha, Yamaha mio)
      Yang Video
      Ini mah bebek ( Honda Supra fit)

      Ada yang mau menguji kemampuan dalam bermotor
      di sini tempatnya, bukan di sentul.

      Hapus
    3. Alhamdulillah saya sudah terlatih. Mau jalan hancur, banjir, macet, asal jangan laju saya ga bisa. jumping juga. hehe... :) makanya kita melarang itu perlu bukti. coba ada kitab otomotif, dalilnya shahih ga bisa dibantah. xixi :D

      Hapus
  3. tuh foto diambil sendiri??.. ajib banget bro,
    intinya kalo masalah aurat, seharusnya bukan menjadi alasan utama dilarang boncengan ngangkang.. toh bonceng nyamping juga bisa 'terlihat' bentuk tubuh penumpangnya.
    http://yanusakti.wordpress.com/2013/01/09/motor-di-india-emang-bikin-ngiri/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoooiii, di photo ngambil sendiri.
      saya juga dalam posisi di bonceng
      saya duduk ngangkang loh hehehee.
      Kalau biker benar-benar konsentrasi dijalanan
      maka enggak sempat melihat (lihat tapi enggak 100%)
      masalah body membody lawan jenis.
      Konsentrasi ilang, kecelakaan adalah jawabannya.

      http://yudhadepp.blogspot.com/2012/11/bawa-motor-mata-jangan-jelalatan.html?m=1

      Hapus
  4. setuju banget ama blog ini.

    blog2 disebelah pada sok2 safe riding. berhenti sebelum garis putih lah, pake atribut robocop lah, ga boleh duduk nyamping lah.

    kalo emang ridernya jago ya ga masalah mau bawa boncenger kayak gimana pun.

    justru yang membahayakan adalah bawa2 magic jar & box siomay sambil toto wewet toto wewet...

    hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahai saya hanya mengungkapkan realita dijalanan.
      Saya malah jadi kasihan sama wanita kalau
      ngangkang jadi kewajiban.
      Enggak kasihan yaa lihat-lihat
      ibu-ibu yang kondangan pergi sama lakinya!!!
      Enggak kasihan yaaa lihat Wanita-wanita yang
      pergi Sembahyang ke Gereja!!
      saya sih kasihan.
      Tapi bila wanita-wanita itu atas nama emansipasi
      pengen ngangkang ketika berboncengan padahal
      menggunakan gaun, yaaa monggoooooo, kagax ada
      larangan koq

      Hapus
  5. Terima kasih mas Yudha, sekali lagi perlu ditegaskan di sini karena mungkin ada pembaca yang menilai lain gara2 postingan saya yang terkesan offense sama mas Yudha ;) intinya adalah antara saya (marga, alias kphmph) dan mas Yudha SEDANG TIDAK ADA MASALAH ataupun BERPANAS-PANASAN/PERANG DINGIN piss Y :D
    --- Sekedar info saja hehehe... saya juga pernah menjamah bumi X-mantan yaitu di daerah Kalimantan Tengah. Saya menjajaki daerah dari Kumai sampai Palangka menggunakan motor yang saya bawa dari Jawa. saat itu motor mio merah saya yang saya bawa. Keluar Masuk perkebunan kelapa sawit seperti di pangkalan lada, pangkalan banteng, Amin Jaya, km115, Tangar Estate (TGE), Batu Besar, Batu Tiga, Trans C, Sebabi, Pundu, Parenggean, Karangsari, Karang Tunggal, Pelantaran, Kuayan, Baamang, dan masih banyak lagi kebun kelapa sawit yang saya jelajahi. kebanyakan di wilayah Kotawaringin Timur (kotim) dan KoBar Memang saya akui bahwa rider perkebunan adalah rider yang tangguh dan selalu memakai safety gear seperti helm, boot, sarung tangan, bahkan menyalakan lampu meskipun di hutan. (mohon maaf, klo yg di gambar jangan ditiru ya). Favorit saya adalah ketika riding di jalan tanah perkebunan saat hujan deras, karena lebih safety (tidak terlalu licin dan kotoran tidak banyak yg menempel di ban motor) ketimbang setelah hujan berakhir.
    --- Setuju dengan pernyataan mas Yudha, kemampuan rider memang sangat perlu ditingkatkan. Dan medan daerah dimana kita berpijak itu yang mengasah kemampuan kita secara alami sebagai rider maupun sebagai boncenger. sekian dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yg tidak berkenan. Terima kasih :)
    keep brotherhood in safety riding.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini sebagai pendukung saja:
      http://2in4.wordpress.com/2012/12/04/kalimantan-kumai-harbor/

      Hapus
    2. Tenang sobat Marga, anda enggak perlu kuatir,
      enggak ada perang artikel diantara kita
      yang ada malahan bertukar pendapat
      dengan pikiran yang Sehat.
      Salam persaudaraan

      Hapus
  6. bisa pertamax... koment di youtube tuh rasanya seperti ..
    bonceng nyamping naek paus akrobatis.. nyemplung disamudra atlantis..... xixixi

    BalasHapus
  7. 1. Kondisi disana sepi jadi bisa lebih pelan dan hati2. Di daerah saya pernah liat orang bonceng nyamping pas di belokan kakinya gusrak aspal padahal beloknya ga rebah...
    2. Helm mana helm?
    3. Kalo bawa barang belanjaan atau bayi bagaimana pendapat anda? Terutama kalo bawa bayi aman ga? Ga kasian ya liat bayi digendong dalam posisi kurang aman dan tangan si ibu mesti nyari pegangan buat nyeimbangin diri plus 1 tangan lain mesti pegang bayi...enggak kasian ya liat begitu? Kalo saya sih kasihan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Lain lubuk lain ikan, lain padang lain ilalang.
      tempat lain cupika cupiki sudah biasa, di sini luaaar biasa anehnya.
      2. Hahai di sini daerah bebas helm, bebas lampu merah, bebas polantas
      bebas pertamax, tapi enggak bebas hukum adat. Jangan berani-benari
      seruntulan, Nabrak babi sampai mati aza anda harus bayar 3-6 juta belum biaya
      lain-lain sebagainya. Apalagi nabrak manusia??
      80-100 juta akan terkuras dari tabungan anda + anda masuk penjara

      Hapus
    2. 3. Bawa bayi, Wanita yaaa NGANGKANG DOOONG
      di Aceh yang perdanya duduk wajib nyamping bila dibonceng, wanita enggak
      dilaraaang ngangkang kalau bawa balita.
      Kalau enggak percaya silahkan tanya sama walikotanya sana!!

      Hapus
    3. 1 dan 2. Saya hanya membicarakan safety dari pengendara dari sisi otomotif. G ada hubungan dengan hukum adat., agama dsb.
      3. Saya minta link yang membuktikan peryataan anda..oya, di pertanyaan saya diatas tidak menyebutkan daerah sama sekali tapi saya herannya anda langsung mengarahkan ke aceh hahahaha

      Hapus
    4. anda bertanya, ketika saya membuat artikel
      tentang perda tersebuuut.
      saya lagi menganalis tentang perda tersebut.
      ikuti aza tulisan saya sobat

      Hapus
  8. ya kalo miring/ngangkang sih terserah yang bonceng sih. tapi ya ga etis juga kalo diharuskan dengan posisi tertentu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Etis enggak etis tergantung masyarakatnya sendiri
      bukan masyrakat orang lain

      Hapus
  9. Ikut komen dikit ya mas... seperti komenku di blog mas marga.. intinya kita tetep positive thinking dulu dengan aturan tsb dan menganalisa plus minusnya dengan berbagai sudut pandang berbeda dengan mengesampingkan ego kita, selain itu jangan juga terus memaksakan pemikiran kita supaya orang lain ikut dengan cara pikir kita... Jika memang tidak setuju baiknya mengirimkan masukan kepada pembuat kebijakan tsb dengan harapan masukan kita bisa menjadi pertimbangan mereka sebelum menerapkan sebuah aturan.... maaf jika ada salah-salah kata...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bapak yang ngomen
      koq saya sangat setuju sekali yaa
      atas pendapatnya
      hehehee

      Hapus
  10. Kalau masalah halal dan haram itu tergantung dari pikiran orang masing2, mo duduk nyamping atau ngangkang kalau otaknya mesum ya tetep dosa..
    tapi kalau tukang ojek yang niatnya hanya mencari nafkah, saya kira mau duduk gaya apa aja ya ga masalah..

    BalasHapus
  11. mau ngankang,mau nyamping gak masalah!
    yg masalah itu kalo duduknya berhadapan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa
      entar tujuannya enggak nyampee-nyampe dong sobat

      Hapus
  12. mantaaap nih pak guruuu, ane ijin nyimak aja yaa tanggapan2 artikelnya :D semoga aja ada site berita yg ngeliat debat ente sama om marga terus disiarin deh :D semoga aja jadi pencerahan
    https://brigade15.wordpress.com/2013/01/07/ane-jual-nano-energizer-gan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kompor-kompoor, kompor hock apinya biru wkwkwkk
      enggak ada perdebatan koq

      Hapus
  13. masyarakat jawa bilang mbonceng mekangkang/mekongkong itu masalah etika yg mst dijaga, tp kl sl safety lebih aman mekangkang drpd mbonceng menyamping,,g jarang para orang tua malah nyuruh anak gadisnya mbonceng mekongkong demi keamanan exexe,,perda yg sulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dijawa anak SMA siswa putri mengangkang yaaa sobat
      kalau dibonceng, pake rok loh????
      kayaknya enggak masuk akaaal deeeeh

      Hapus
  14. dan produsen sepeda motor pun geleng2 kepala sambil bergumam, "kok bisa ya..."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pada awalnya juga bertanya seperti itu
      koq bisa yaaaa,

      Hapus
  15. kalau di jalan seperti itu masih oke om, jalan cenderung bisa di tebak. tapi jalanan jakarta yang macet gak bisa di tebak, ya orang nyebrang lah, kambing loncat ke jalan lah, becak yang langsung nyebrang lah, angkot brenti mendadak...

    seiring bertambahnya usia, kemampuan reflek akan berkurang apalg kurang terlatih...

    CMIIW...

    :mrgreen:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu siswi SMA jakarta pulang pergi ke sekolah
      pas membonceng motor ngangkaaaang yaaaa???
      kalau dalam sinetron seeh iyaaaa

      Hapus
    2. kebanyakan ngangkang... dan mereka zig zag dijalan...

      Hapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.