Laman

Pengunjung

Selasa, 08 Januari 2013

FAKTA KETIKA WANITA DUDUK MENYAMPING

Berapa hari ini ketika saya membaca berapa blog ternyata lagi
heboh-hebohnya membahas tentang posisi duduk menyamping
wanita diatas kendaraan roda dua. Peraturan tersebut akan di
terapkan di Lhokseumawe, bahwa wanita enggak boleh
mengangkang bila naik sepeda motor.


Pertama kali saya mengetahui hal ini saya bingung juga, lah koq
wanita enggak boleh duduk mengangkang ketika naik sepeda
motor. Setelah telusuri lebih jauh ternyata peraturan tersebut
hanya buat wanita yang dibonceng, kalau dia yang membawa
motor yaa enggak dilarang koq untuk duduk mengangkang.

Ternyata eh ternyata masih ada yang menentang karena dirasa
duduk mengangkang lebih aman. Saya ingin membahasnya
berdasarkan opini pribadi tentang masalah ini. Ini pendapat
saya secara pribadi, jadi saya sah-sah aza kalau pendapat
saya bisa berbeda dengan pendapat sobat.

Saya akui mungkin sifat saya hampir sama dengan Ahmad Dani
pentolan Dewa 19 itu bila bicara tentang masalah wanita. Saya
ini Seorang Lelaki Pencemburu. Maka sampai detik ini saya tidak
pernah membiarkan istri saya untuk bekerja diluar untuk mencari
nafkah buat keluarga.


Jadi bila ditanya apa pekerjaan istri saya, maka saya akan menjawab
istri saya itu kerjaannya itu nonton sinetron, merawat anak sekaligus
menjaga dan mengontrol kenakalan suaminya. Cari makan???????
Itu kewajiban saya. Enggak mau saya melihat istri saya cekaka cekiki
dengan lelaki lain. Hal itu enggak menutup kemungkinan bagi wanita
yang berkerja kantoran atau di luar rumah.

Lalu hubungan dengan duduk mengangkang diatas sepeda
motor??? Saya tak habis pikir bagi laki-laki yang merelakan
istrinya/pacarnya duduk dalam posisi mengangkang bila
bersama lelaki lain yang bukan keluarganya (cth : tukang ojek)
Dengan duduk mengangkang jelas payudara akan lebih
mudah terkena punggung si biker.

Dasar kamu yud otakmu mesum??? 99% lelaki normal itu otaknya
mesum, 1% yang enggak mesum itu di isi oleh lelaki yang enggak
normal dan lelaki yang sangat beriman. Sampai saat ini saya selalu
berjuang dan terus berjuang selaku LELAKI NORMAL agar kemesuman
di otak saya jangan sampai saya aplikasikan di alam nyata.
Tapi sungguh saya enggak bisa menahan kecemburan saya bila itu
terjadi pada istri saya. Kalau anda?????  

Posisi duduk mengangkang dianggap lebih baik karena secara
langsung/tidak langsung tubuh pembonceng dan dibonceng
MENYATU sehingga keselamatan lebih terjamin. Mau anda kalau
tubuh istri anda menyatu dengan tukang ojek??? walaupun hanya
diatas motor sungguh saya sangat TIDAK RELAAAA····· kecuali kalau
dia berbonceng dengan saya.

Fakta ketika wanita duduk dalam posisi menyamping ketika
dibonceng di atas motor »

1. fakta dilapangan motor yang membawa penumpang duduk
menyamping kebanyakan jalannya lebih pelan dari pada motor
yang membawa penumpang yang duduk mengangkang.

Saya rasa kondisi lalu lintas di aceh sana enggak jauh berbeda
dengan kondisi di wilayah Kalbar yang umumnya masih lengang.
Jangan samakan di pulau jawa yaa. Dengan kondisi jalan yang
masih lengang potensi untuk membawa motor untuk lebih
kencang jauh lebih besar.

Secara pribadi ketika touring sendirian dengan motor ninja saya,
dalam kecepatan 60-70 kpj saya tidak pernah didahului oleh
pengendara yang membawa penumpang dengan posisi
menyamping. Yang sering terjadi saya malah sering kali dipotong
atau didahului oleh motor yang membawa pembonceng mengangkang,
enggak peduli lelaki atau perempuan. Jelas dengan jalan relatif sepi
kita bisa ngegas sesuka hati selayaknya di Sirkuit Sentul 

2. Rawan kecelakaan karena ngebut, bukan hanya duduk
menyamping. Justru dengan duduk menyamping, pengendara
lebih berhati-hati. (ini bukan berarti saya menganjurkan
untuk wanita duduk menyamping ketika dibonceng)

Ketika saya membonceng istri jelas lebih enak kalau istri duduk
mengangkang, alasannya lebih nyaman dooong. Apalagi bila
kita berkendara dalam jarak tempuh yang jauh. Tapi ada rasa
yang berbeda ketika istri duduk dalam posisi menyamping,
misalnya ketika saya mengantar istri kepasar dengan menggunakan
Supra fit atau Spin.

Karena terasa lebih berat jelas saya lebih hati-hati, apa lagi
didalam kota Sintang arus lintas jauh lebih padat, saya pun tidak
akan ngegas sesuka hati. Coba Sobat amati lebih seruntulan
/kencengan mana biker yang membawa penumpang dalam
posisi mengangkang atau menyamping ketika menembus
kemacetan kota??? Fakta dilapangan yang sering kali kecelakan
adalah biker yang membawa penumpang dalam posisi
mengangkang karena mereka jauh lebih bisa ngebut.

Kalau ada yang menganggap peraturan duduk menyamping di Aceh
itu aneh ya wajar saja karena kita bukan orang Aceh, SAMA ANEHNYA
dengan peraturan pemda Jogyakarta yang berdasarkan RUU
keistimewaan jogja menetapkan bahwa sultan akan menjabat sebagai
Gubernur. Dengan ini di jogja gak akan pernah ada pemilihan
kepala daerah seperti di provinsi lain dan wakil gubernur secara
otomatis di pegang oleh Paku Alaman, siapapun sultannya maka
dialah yang berhak menjadi gubenurnya.

Pasti yang bukan warga Jogja pasti menganggap aneh peraturan ini,
salah satunya ya saya.
Jelas di Provinsi saya setiap warganya berhak mencalonkan
dirinya menjadi seorang Gubernur walaupun bapaknya tukang
becak kek, orang dayak kek, orang melayu kek, orang jawa kek,
orang papua kek, selama dia menjadi warga Kalimantan Barat
dia berhak mencalonkan diri menjadi Gubernur selama ia
mempunyai potensi.
Nah kita yang menganggap aneh peraturan daerah jojga ini
APA harus mengotak ngatik peraturan tersebut???
ENGGAK KAN.

Nah selama masyarakat Aceh bisa menerima peraturan
pemerintah daerah mereka yaaa monggo sajaaaa, mengapa
kita harus mengacak-mengacak peraturan daerah lain yang
mungkin peraturan itu memang terbaik untuk masyarakat mereka.

(saya sangat BERHARAP anda yang membaca artikel ini secara
PERLAHAN, resapi kata perkata, kalimat perkalimat kemudian
RENUNGKANLAH)

Bonus Artikel :
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/01/duduk-menyamping-mulusphoto-duduk.html?m=1  

111 komentar:

  1. Good rule of thinking... good reasons. Senang bro ada yang punya pandangan dari sudut lain n gak ikut-ikutan blogger lain. Pastinya ane setuju...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya ingin mengungkapkan rasa dihati.
      Blogkan tempatnya curhat, jadi mungkin
      curhat saya malam ini berbeda dengan
      curhatnya para teman blogger lain.
      bukan berarti isi curhat saya menentang
      keamanan dalam berkendaraan.
      curhat saya hanya curhat seorang lelaki pencemburu
      qiqiqiii

      Hapus
    2. Sy mau tny niy klo pas lg naik ojek duduknya menyamping dan tiba2 si tukang ojek karena sesuatu hal ngerem mendadak trus kita niy kaum perempuan harus pegangan apa? pegangan sisi jok bagian belakangkah atw pegangan perut si tukang ojek? klo si tukang ojeknya ga pake tas ransel pasti bagian dada kita tetap kena bagian punggungnya dong? enaknya gmn tuh mas?

      Hapus
    3. Kalau dalam kondisi seperti itu
      yaa pegangin aza tuh pinggang tukang ojeek
      Tapi ingat jangan keterusaaan yaaaa
      wkwkwkkk

      Hapus
  2. salut dengan pernyataan bro. budaya daerah lain memang tidak harus sama dengan budaya tempat/daerah kita tinggal.. yang aneh adalah 'memaksakan' budaya tempat/daerah kita terhadap budaya daerah lain hehehehe

    maaf, entah knp ada bbrp blogger yang justru menjustifikasi bahwa hal tersebut, 'duduk menyamping', lebih berbahaya dibanding 'duduk mengangkang' (dalam hal mem-bonceng) hanya berdasarkan 'perasaan', bukan bukti...

    BalasHapus
  3. bukan pernyataan sobat
    tetapi CURHAT seorang Lelaki.
    Anda benar sobat jangan ada pemaksaan
    budaya daerah kita ke daerah lain karena
    efeknya sangat merugikan kita sendiri.
    Anda tau sendiri bagaimana keadaan
    kalimantan barat ini. Daerah kami jarang
    sekali kerusuhan seperti halnya di pulau jawa
    tetapi sekali kerusuhan
    enggak satupun Tv nasional yang berani
    meliputinya secara langsung sampai BBC
    menyiarkannya.
    Pribahasa orang minang yang saya baca waktu SD itu
    slalu saya hayati
    Di mana bumi dipijak disana langit kita junjung.

    BalasHapus
  4. Setuju... (Halah malah ikut latah lagi....) setuju dengan alasan tersebut, bahwasanya saya kalo boncengin ibu saya pasti extra hati-hati... Tak pernah lepas liat posisi jarak depan, samping kiri, spion dan kecepatan aman buat nyalip-pun sampai terasah, plus uji kesabaran,..
    ini sih cuma pengalaman saya sendiri lho mas, jika ada yg gak setuju kalo saya boncengin ibu saya miring (ngga ngangkang) dan pelan itu kan hak saya, lha wong itu juga ibu saya sendiri je....

    BalasHapus
    Balasan
    1. So pastilah·····
      Kalau sobat memaksa ibu sobat duduk mengangkang
      padahal beliau MAHIRNYA duduk menyamping.
      ataaaaau
      sobat seruntulan/kenceng membawa ibu sobat
      Saya berani taruhan teraktir bakso.
      Sobat bakalan di remote jadi Kodok oleh beliau
      wkwkwkkkkkk

      Hapus
  5. motor tidak di desain untuk digunakan menyamping ... ada motor yang footpeg belakangnya dua di satu sisi ? saya di industri otomotif (bukan karyawan) tapi share holder udah 3 tahun terakhir, saya ketemu desainer motor, instruktuk berkendara motor, belun pernah dengar ada anjuran riding nyamping ... semua ngangkang. Nuff said. Saya bicara atas nama dunia otomotif, keselamatan berkendara. bukan soal agama ... dan mutlak boncengan ya ga boleh ngangkang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda sangat sangat sangat benar sobat
      motor tidak didesain untuk duduk menyamping oleh penumpang
      TAPI JANGAN LUPA sobat
      sebenarnya masalah duduk diatas motor tergantung kebiasaan aza
      tuh. kalau suka duduk menyamping pasti wanita itu bilang enggak
      enak duduk mengangkang, kalau yang sudah terbiasa duduk
      mengangkang pasti bilang enggak enak duduk menyamping.
      BISA KARENA BIASA.
      yang biasa duduk menyamping pasti tau gimana cara yg bener duduknya.
      beda dengan yang enggak pernah duduk menyamping. kita belok
      kekiri eh penumpangnya malah mau ke kanan.
      sama seperti kita membawa orang yang enggak pernah naik motor.
      saya pernah mengalami hal ini. ini kejadian saya ketika SMA (ketika SMA saya sudah punya SIM)
      Saya pernah diminta ibu untuk mengantar kenalannya, tu bapak duduk ngangkang.
      saya merasa aneh koq membawa bapak itu lebih berat dari membawa wanita
      yang duduk menyamping, ternyata eh bapak itu emang enggak pernah/jarang
      naik sepeda motor. saya belok ke kiri badannya kekanan, saya nikung ke kanan
      eh bapak itu malah ke kiri hasilnya dengan TERAMAT SUKSES kami berdua
      masuk ke dalam parit berlumpur
      wkwkwkkkk

      Hapus
    2. Hahahahai saya juga enggak ngomong MASALAH AGAMA
      saya malah ngomong sebagai seorang Lelaki pencemburu koq.
      Tuh ada pertanyaannya, silahkan jawab terlepas dari aman tidak
      amannya duduk menyamping.
      Ikhlas anda bila suatu saat istri anda mengojek dengan duduk ngangkang
      payudara tersentuh baik sengaja atapun tanpa sengaja ke punggung
      tukang ojek itu??? bersyukurlah bila tukang ojek itu gay atau homo
      maka dia tidak akan menikmatinya. Tapi bila ia normal seperti saya dan Anda
      Mmmm····· pikiran mesumnya keluar juga.

      Hapus
    3. Sobat berbicara atas nama DUNIA OTOMOTIF
      saya berbicara atas nama LELAKI PENCEMBURU.
      Sobat bayangkan Gambar yang paling ATAS.
      wanita cantik mulus sexy (seperti istri saya)
      itu adalah istri/pacar sobat. bayangkan bila PRIA jaket Hitam itu adalah
      Tukang Ojek/Teman Kantornya. Mmmm···· lihat senyuman manisnya tergambar
      ketika ia bersama pria lain. demi keamanan dia MENYATU dengan pembonceng
      demi keamanan dia memegang erat tubuh pria lain itu.
      MEMBAYANGKANNYA SAJA DARAH SAYA SUDAH MENDIDIH. itu mungkin tidak
      terjadi pada anda sobat Atas nama Dunia Otomotif, tapi bagi saya
      serta Para PRIA PENCEMBURU Indonesia itu akan menjadi kisah berbeda.

      Hapus
    4. Motor juga ga di desai buat angkut beras, angkut rumput,angkut sayur....
      Byangkan jika sekarang ada peraturan bonceng motor harus nganggkany demi keselamatan... apakah ibu saya ang berumur 59thn ,pake kebaya harus duduk ngangkang.. dimana etikanya?
      Kalo saya mboncengin istri saya malah saya wwjibkan untuk ngangkang,istri saya berjilbab

      Hapus
    5. Yang pasti IBU bapak akan merasa MENDERITA dan enggak nyaman
      kalau dia membonceng bapak dengan posisi mengangkang.
      istri saya 80% duduk mengangkang bila dia berboncengan
      dengan saya.

      Hapus
    6. motor motore inyong karepe inyong... :p

      Hapus
  6. Mmmmm···· Saya ingin DENGER pendapat-pendapat dari pria Lainya.
    Ingat kita enggak NGOMONG MASALAH AGAMA
    kita ngomongin masalah hati, kita ngomongin masalah perasaan.
    saya enggak pernah ngelarang istri saya duduk ngangkang naik motor bersama
    temannya karena temannya wanita juga.
    saya juga pernah membonceng wanita lain (teman kantor)
    saya antar sampai ke hadapan suaminya yang seorang POLISI.
    padahal itu ibu duduknya ngangkang
    Lah koq enggak cemburu yaaa???
    hahai tas kerja saya tuh TAS RANSEL.
    Tas ransel yang menjadi batas antara saya dan teman saya.
    tas ransel yang membatasi otak mesum saya sebagai lelaki
    normal sehingga pikiran mesum itu tidak menjalar-jalar menjadi kenyataan.
    Tas ransel itu yang membatasi kebebasan saya sebagai lelaki normal yang mempunyai fikiran mesum
    untuk menikmati baik sengaja maupun tidak sengaja payudara istri/pacar/tunangan orang lain
    yang pernah saya bonceng.

    BalasHapus
  7. Sayangnya sih saya setuju dengan yang bro yudha sampaikan, walaupun belum tau rasanya membonceng istri, tetapi ketika membonceng cewek yg ngangkang, jelas pikiran lebih terbagi dua, antara konsentrasi ke jalan dan konsentrasi ke yang dipunggung hehehe.....
    Intinya begini, peraturan apapun dan dimananpun itu seharusnya sudah dilakukan research sebelumnya, baik oleh ahli maupun pemerintahnya sendiri, dan peraturan dimanapun sudah pasti akan disesuaikan dengan kondisi di tempat itu, dan kebetulan Aceh (Lhokseumawe) akan membuat peraturan yang seperti di atas dan itu sah-sah saja. Urusan safety atau tidak dengan duduk nyamping sudah bro Yudha sampaikan secara gamblang di atas.
    Yang menjadi perhatian saya banyak sekali blogger dan komentator yang memberikan statement kontroversi di atas dengan mengatakan "nilailah dari sudut otomotif dan safety jangan dari agama" JELAS SAYA TIDAK SETUJU. Dimana-mana urusan setiap sendi kehidupan HARUS disangkutpautkan dnegan agama, karena kita beragama BUKAN SEKULER APALAGI ATHEIS!

    http://rideralam.wordpress.com/2013/01/07/mau-riding-kala-hujan-nih-tipsnya/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belaian lembut dipunggung efeknya buat kita ngelantur Pak Karis.
      Apa lagi kalau kita membawa motor bebek or matic yg imut itu,
      jarak antara kita dan penumpang tuuh deket baik. hahai jadi
      ingat jaman SMA ketika suka-sukanya ngerem mendadak wkwkwkk.
      Beda kalau tu cowok bawa motor sport batangan (Ninja 2tak)
      Biker terlalu jauh NUNDUK ke depan jadi enggak bakalan
      dapat yg lembut-lembut kecuali penumpang sukarela
      ikut-ikutan nunduk pula

      Hapus
    2. Enggak perlu status istri pak.
      status pacaran ataupun tunangan atau mungkin baru mau pdkt.
      darah laki-laki akan mendidih bila melihat wanita/gadis itu
      mendekap biker lain rapat dengan posisi mengangkang, senyum-senyum lagi.
      ketika ditanya "koq seperti itu??" dia pun menjawab "Lebih aman maaasss"
      Wkwkkkwkwk····· saya berani menjamin darah langsung naik ke otaklah

      Hapus
  8. memang bener sih kalau duduk menyamping itu berbahaya. tapi berbahayanya tidak bisa di bandingkan dengan duduk ngangkang. yang mana potensi orang ngebut saat ngangkang malah tinggi. kalau cewek posisi ngangkang pasti seorang cowok punya pemikiran negatif, GIMANA CARANYA BISA MENEMPELKAN DADA CEWEK KE PUNGGUNG KITA???? dengan NGEBUT. beda dengan duduk menyamping, malah cowok gak ada pemikiran negatif, yang ada malah berpikir keselamatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau istri sendiri nikmat sobat bila kita berboncengan seperti itu.
      Kalau istri orang lain??? bakal kena bacoooook deh sama suaminya
      Hahahahaaaa·····
      Mana ada suami di dunia mau membiarkan istrinya rapet-rapet dengan
      dengan pria lain walaupun itu faktor keamanan.
      Mana ada istri didunia mau membiarkan wanita lain rapet-rapet dengan
      suaminya dengan alasan menari keamanan.

      Hapus
    2. Wanita-wanita yang berteriak bahwa peraturan duduk menyamping
      adalah MENGEKANG emansipasi mereka rata-rata adalah wanita
      yang MENGENDARAI mobil setiap harinya. Hahai dalam artian
      baik duduk nyamping atau mengangkang di atas motor
      rasanya sama, SAMA-SAMA ENGGAK ENAK.

      Hapus
    3. atau mereka adalah wanita-wanita yang menikmati
      Payudaranya bersentuhan dengan punggung lelaki lain
      yang bukan suaminya.

      Hapus
  9. bener gan.., cuma orang bego yg mempersoalkan duduk menyamping gak safety, soalnya rata2 cwek yg dibonceng duduk menyamping motornya emang jalan pelan, nahh kalo mengangkang walau dibilang safety tp tetep ada resikonya, cwek yg bukan mahrom "nyrempet" tukang ojek tu td jadinya...,yg bincengin jg gak konsen. kita ini warga negara yg bermartabat gan, harus ada rasa malu & rasa beradab. kalo gak ada malu ya telanjang aja skalian kayak monyet di kebun binatang.., apa bedanya kan. Buat apa dibilang pengen Negri Maju kalau orangnya materialis, gak punya sopan santun, ekonomi bangsa bukan acuan maju tidaknya bangsa, tp peradaban bangsa itu sendiri yg justru meninggikan derajat bangsa dimata bangsa lain.
    artikel bagus gan.., keep blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf sobat saya tidak setuju kalau sobat mengatakan
      orang bego yang mempersoalkan duduk menyamping itu.
      Mereka punya alasan kuat menyatakan hal tersebut.
      saya juga berusaha dalam posisi netral dalam menyikapi
      hal tersebut. saya tidak menentang juga tidak mengamini.
      saya hanya menyampaikan Fakta yang ada dijalan.
      saya membuat artikel ini adalah sebagai AJANG CURHAT
      dari Lelaki pencemburu.
      diluar dari KATA BEGO itu, saya sangat setuju dengan
      apa yang sobat katakan.

      Hapus
  10. dibonceng menyamping juga membuat badan lebih cepat pegel. tidak disarankan untuk perjalanan jauh (IMHO)
    referensi: pengalaman istri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya iyalah, istri saya juga lebih senang duduk ngangkang koq
      bila dia ikutan touring juga.

      Hapus
  11. Saya tidak setuju karena "kebiasaan" itu dibuat menjadi PERATURAN.
    Motor tidak dirancang untuk dikendarai (baik sebagai pengendara maupun pembonceng) dengan duduk menyamping.
    Kebiasaan duduk menyamping bagi pembonceng adalah custom yang out of necessity. Kebiasaan yang muncul karena kebutuhan. saat awalnya motor ada di Indonesia, pakaian yang umum dikenakan kaum perempuan adalah jarik maupun rok sehingga cara duduk yang sopan dan wajar di atas motor adalah dengan duduk menyamping.
    Saat membonceng ibu saya atau istri saya atau siapapun yang mengenakan rok, maka sudah pasti duduknya menyamping. Saat yang membonceng mengenakan celana panjang dan tetap ingin duduk menyamping maka saya tidak memaksakan supaya duduk menyamping.
    Seandainya bisa dibuat dan diterbitkan saya akan lebih mendukung peraturan yang melarang laki-laki berpikiran kotor, yang hanya menenempatkan perempuan sebagai obyek orientasi seksualnya. sehingga tidak setiap saat jadi ngAceng saat melihat sesuatu yang wajar.
    Mengenai kecemburuan saudara yang berakibat pada peraturan yang saudara buat bagi istri saudara, saya tidak punya pendapat karena yang bersangkutan juga menerima otoritas saudara dalam membuat aturan tersebut.
    Akan tetapi apabila peraturan dibuat dan menimbulkan kerugian kepada subyek dari peraturan tersebut maka peraturan tersebut harus ditolak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya saya juga lelaki pencemburu, makanya istri terkasih saya belikan matic supaya bisa menjalankan aktivitasnya di luar rumah. Seandainya mampu tentu sudah saya belikan mobil hehehehe...

      Hapus
    2. Nah mengapa saudara membelikan istri anda motor???
      jelas karena anda tak ingin payudara istri saudara dinikmatin
      baik sengaja maupun tidak sengaja oleh lelaki lain atau tukang ojek

      Hapus
    3. Oke kita bicara tentang peraturan yang dibuat sama pemda Lhokseumawe,
      artinya kita bicara MASALAH POLITIK (selain ngomongin dunia roda dua
      saya senang juga bicara tentang politik).
      Yang jadi PERSOALANNYA apakah masyarakat mereka mengecam
      peraturan yang akan dibuat oleh pemerintah mereka atas dasar
      otonomi daerah.
      Yang mengecam masalah itu kebanyakan ORANG DILUAR ACEH.
      mengapa kita harus mengotak-mengatik peraturan yang dibuat
      oleh pemda mereka.
      PERATURAN ANEH!!!! sama anehnya dengan peraturan otonomi
      jogjakarta bukan. Jelas orang yang diluar jogja menganggap
      jogja adalah negara didalam negara. Suatu keistimewaan
      yang diberikan Bung Karno kepada mereka tapi tidak diberikan
      kepada KALIMANTAN BARAT.
      Lah sampai sekarang SULTAN kami dianggap PENGHIANAT
      sama Negara Indonesia kita Tercinta ini.
      Seorang PENGHIANAT tapi RANCANGAN BURUNG GARUDANYA
      tetap kita pakai, kita bela, kita jadikan LAMBANG NEGARA
      Pernah anda membaca (dari SD- Peguruan Tinggi)
      tidak pernah ada tertulis Siapa Perancang LAMBANG NEGARA INDONESIA.
      Jangan harap walaupun anda berprestasi, anda pintar, anda bijaksana
      anda tidak akan pernah BISA menjadi Gubernur daerah Jogja.
      jangan jadi gubernur, jadi wakilnya saja anda hanya bisa bermimpi.
      karena apa??? karena sudah dibatasi sama peraturann daerah mereka.
      Nah ini peraturan di otonomi daerah sobat, ada orang jogja yang
      menentang peratuan itu enggak ada sobaaat. Nah orang jogja
      LEBIH BERANI sama presiden koq dibandingkan sama SULTAN.
      nah ini peraturan yang Di buat Sama PEMDA Lhokseumawe,
      mengapa kita haus ribut pula.
      RENUNGKANLAH

      Hapus
    4. ASUMSI saudara tentang alasan saya membelikan motor memang sesuai dengan ide pokok dalam entry blog anda.
      Akan tetapi sudah saya sebutkan bahwa tujuannya adalah untuk mendukung aktivitasnya di luar rumah. Karena sebagai perempuan yang dipercayakan Tuhan untuk menjadi pendamping yang setara dan sederajat dengan saya, dia juga punya hak untuk memberi sumbangsih dalam masyarakat, dan mencapai prestasi dengan cara menjalankan amanah dan tanggung jawabnya di rumah maupun di pekerjaanya. Dan tidak akan saya biarkan rasa cinta/cemburu saya menghalangi atau menimbulkan ketidaknyamanan baginya dalam menjalankan tugas.
      Mereka yang paham tentang keselamatan berkendara sudah menjelaskan bahwa membonceng dengan duduk menyamping kurang aman dibanding duduk menghadap ke depan …
      Din Syamsudin sudah menghimbau agar “bonceng ngangkang” tidak dikaitkan dengan agama…
      Pak Walikota sudah bilang “sebagian” pertimbangannya pada adat istiadat dan budaya orang Aceh..
      Akan tetapi apabila ingin membatasi perbicangan pada selangkangan dan payudara… silahkan… kebebasan berpendapat juga didukung perundangan.
      Over and Out

      Hapus
  12. Klo menurut saya menurut kebutuhan aja mas yud. Ga harus mpe dibuatin uu segala. Klo memang pas lbh nyaman ngangkang silakan. Klo lbh enak nyamping silakan. Biasanya klo seorang cewek boncengan dengan cowo yg tidak dikenal misal pakai ojek, cewe biasanya duduk agak kebelakang dan pegangan di behel belakangnya.
    ---
    www.dk8000.co.nr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju sobat.
      tapi yang kita bahas ini peraturan menyamping
      yang dibuat oleh pemda Lhokseumawe,
      tentang masalah peraturan daerah yang dibuat
      atas nama otonomi daerah SUDAH SAYA JELASKAN
      di atas

      Hapus
  13. Menarik sudut pandang mas Yudha untuk membentengi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dibuatlah aturan seperti itu. Saya pribadi lebih suka bebas dan memberi kebebasan, tidak suka dikekang dan tidak mau mengekang. Tetapi kebebasan bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, ada rambu2 dari TUHAN yang harus ditaati. Saya selalu ingin berlaku baik, sopan, menghargai orang lain, mentaati aturan & norma agama & budaya (walau blm sukses sepenuhnya). Dan saya akan selalu berusaha agar keluarga saya memiliki sikap yang sama. Kalau di suatu daerah ada aturan tertentu, ya kita harus menghargainya. Mungkin aturan itu memang dipandang perlu di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya mengapa kita harus memaksa
      budaya kita ke budaya orang lain.
      mau ikut campur tentang otonomi daerah lagi.
      Pak leo sudah sangat paham akan hal ini
      sebagai orang yang lahir dan besar
      di Kalimantan Barat. pak leo sangat tau bagaimana
      karakter orang kalbar baik melayu atau dayaknya.
      kita sangat terbuka, sangat suka mengalah tapi
      akan panas bila budaya terinjak.
      kita tidak ada budaya menusuk dari belakang terhadap
      lawan karena budaya kita budaya jantan.
      silahkan berkelahi sampai bonyok tapi harus dengan tangan kosong.
      enggak ada budaya berkelahi dengan menggunakan senjata tajam
      karena bila keluar senjata tajam itu berarti perang.
      sayang banyak orang yang tidak memahami budaya KALBAR sebenarnya.
      sama SEPERTI KITA memahami budaya ACEH sebenarnya.

      Hapus
  14. hai lelaki pencemburu. wanita bukanlah objek yang harus menuruti kata2 mu. kalo ada yg mau membonceng menyamping bawa dia dg hati2 dan kalo dia maunya membonceng ngangkang jangan pula kau larang dengan dalih membonceng lelaki pencemburu dilarang ngangkang dg mengabaikan keinginan wanita yg kamu bonceng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak MELARANG istri saya duduk mengangkang koq,
      cuma harus jelas dia duduk membonceng dengan siapa.

      Hapus
    2. mengabaikan keinginan wanita yang kamu bonceng.
      Keinginan dari wanita/istri orang lain untuk payudaranya
      saya nikmati dari belakang baik sengaja maupun tidak sengaja.
      Mmmmmm·····

      Hapus
  15. Kalo tidak mau tubuh istri anda menyatu dengan tukang ojek, ya sebagai suami wajib mengantar istri anda.. just simple kan?
    "Oh, saya bekerja.. Tidak ada waktu untuk mengantar istri saya?"
    Berarti kesalahan terletak di suami.. Bukan di istri..
    Ini menurut pendapat saya sebagai orang yang tidak beragama apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tugas LELAKI adalah melindungi wanita-wanita yang mereka cintai,
      tidak peduli apa dia itu istri, anak, adik, kakak.
      dari JAMAN BATU sudah kita ketahui akan hal itu.

      Hapus
  16. Kalo pake rok panjang/kain duduk nyamping sangat mrmbahayakan. saya sering lihat yang seperti ini. rok atau kain bisa terlilit rantai atau ke velg. saya sendiri pernah ketemu kecelakaan seperti ini.
    saya lebih mending melihat wanita duduk ngangkang, toh udah ada behel yang bisa dipegang agar payudara tidak menyentuh. saya sering kok lihat wanita kl sama tukang ojek seperri ini.
    Itu di bagian "mungkin mereka wanita yang menikmati payudara mereka menyentuh punggung" sangat tendensius dan cenderung melecehkan. anda belum pernah ketemu mereka jadi ga usah menghakimi... padahal anda menulis di artikel anda, yang kurang tahu soal jangan menghakimi atau menyalahkan pemerintah dan budaya dll... sayang sekali hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang sekali kalau curhat saya
      tentang perasaan dan peraturan daerah itu
      ternyata BENAR SEKALI
      wkwkwkkkk····

      Hapus
    2. Merasa benar belum tentu benar

      Hapus
  17. Klo konteks artikel bro Yudha dibatasi lelaki pencemburu sich... ane maklum (saya jg)
    tp kalo dr kacamata umum, ngangkang its ok.. tergantung kbutuhan kondisi.
    contoh kasus.. ketika Istri anda hamil dan diperiksa dokter laki yg bukan muhrimnya apakah suami cemburu? bahkan ketika operasi yg mengharuskan maaf 'telanjang' apakah kita tdk terima? di Agama Islam hal tersebut (bersentuhan dgn non muhrim, membuka aurat) ada kalanya diperbolehkan melihat situasi dan kondisi, selama tidak diniatkan untuk maksiat.
    namun ketika hal tersebut menjadi sebuah aturan (saat ini masih himbauan) maka harus dipertimbangkan baik-buruknya. jangan sampai peraturan yg dibuat menjadi pemicu hal yg negatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu yuuuk kita ALIHKAN SAJA ke tema peraturan daerah
      yang di payungi oleh OTONOMI DAERAH.
      Asiiiik neee kalau kita bicara tentang politik

      Hapus
  18. Hmm..setelah baca curhatan dari si blogger, ijinkan saya berpendapat ya.
    Tentunya dari dasar "lelaki adalah pencemburu, dan 99% lelaki otaknya mesum".
    1. Wanita yang sedang dibonceng dengan posisi menyamping memberikan efek tidak seimbang terhadap titik berat daripada motor+beban (beban yang dimaksud adalah pembonceng dan yang dibonceng), itulah sebabnya blogger katakan bahwa kecenderungannya motor jadi lebih lambat jalannya.
    2. Posisi wanita yang sedang menyamping tersebut juga sangat tidak seimbang, karena untuk mendapat posisi yang seimbang, maka total gaya yg ada di boncenger harus sama dengan nol (sigma F=0).

    dari point 1 dan 2 diatas, fakta yang saya lihat bahwa wanita sebagai boncenger nyamping cenderung dan bahkan hampir selalu memegangi pengendara motor tersebut. Kalau yang membonceng adalah suami/saudaranya sendiri, maka dia akan memegangi pinggul (peluk pinggul), sementara tangan kirinya yang idle (karena posisi menyamping ke bagian kiri) memegangi "behel" jok di belakang, agar si wanita tersebut merasa stabil (benar, karena total gaya pada si wanita tersebut sudah sama dengan nol).

    Kemudian fakta lain yang pernah saya lakukan sendiri terhadap teman yang memilih untuk dibonceng samping adalah saat motor saya pacu di kecepatan 40-50 km/jam, justru dia semakin mendekatkan dirinya (otomatis dada nya terkena punggung saya lebih besar peluangnya; tapi ternyata dada dia kecil, jadi dada nya tidak kena punggung saya :p) dan mengganti pegangannya, yang awalnya di pundak malah berpindah ke bagian samping perut saya. Sebenarnya, awalnya saya tidak ada niat untuk melajukan motor sampai 40-50km/jam, namun karena dia duduknya menyamping dan suka goyang-goyangan, jadilah saya melajukan motor di 40-50km/jam.
    Kembali ke soalan lelaki pencemburu dan mesum tadi (yang menjadi dasar kita berdialog), saya justru memilih wanita untuk dibonceng ngangkang, karena posisi duduk dia akan lebih stabil di kecepatan maksimal motor tersebut (jika pengendaranya berniat ngebut atau mengejar keterlambatan), dan untuk masalah dada nya yang mengenai punggung pembonceng, justru dengan posisi ngangkang, jarak yang bisa diambil lebih jauh, dan kedua tangannya bisa memegangi "behel" belakang motor dengan posisi duduk tegak ataupun condong 5-8 derajat (pada prakteknya bisa di-adjust sendiri) ke bagian belakang, untuk menjaga "properti" wanita tersebut. Apabila "behel" belakang motor tidak ada, justru tangan wanita tersebut bisa ditempatkan di jok motor (antara dia dan pengendara) ataupun bersiap-siap sebagai "perisai" yang dapat dikepalkan dan menghalangi punggung si pengendara.
    Kira-kira seperti itu pandangan saya sebagai lelaki, yang mana disebut lelaki pencemburu dan mesum.
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memeluk perut toh mksdna ya bro?
      oce siip dah kalo gitu..

      Hapus
    2. Tolong JUJUR jawab pertanyaan saya »»
      itu para lelaki yang selalu menganggap aman
      duduk mengangkang (Istri saya nyaaman kalau bersama saya
      belum tentu aman bila bersama lelaki lain).
      Lalu meributkan undang-undang otonomi daerah orang lain
      itu ISTRINYA PADA NAIK MOBIL ATAU NAIK MOTOR SEH????

      Hapus
    3. tuh giliran ada ide lain yang lebih masuk akal (menurut saya sih) gak mau terima. Bagi saya gak usah diatur-aturlah urusan duduk di motor. perempuan juga bisa jaga harga diri ko. Toh duduk nyamping ama duduk ngangkang sama2 mungkin terjadi kontak badan ama pembonceng.

      Hapus
    4. Mmm··· pertanyaan saya belum dijawab.
      masalah kontak fisik akan saya buat
      artikel selanjutnya sobat.
      ikutin teruuus ya sobat

      Hapus
    5. Lelaki pencemburu lebih menikmati istri/teman wanitanya memeluk perut pembonceng .... apalagi kalo motor cuman dengan behel belakang saja macem vixion, cb, mx... wihh...mau g mau mesti cari pegangan tuh...pake pinggang rider hahaha...enjoy..

      Hapus
    6. iya niy, mas yudha ga mau dikritik type cwo pencemburu skali... Sy tiap hari kerja ama suami naik motor duduknya menghadap depan, plng kerja naik ojek jg duduknya menghadap depan. Suami sy ga pernah protes tuh, dia berpikir istrinya akan lbh aman jika duduknya menghadap depan, ga pernah terpikir ama suami klo saya akan macam2 dengan yg membonceng sy. Sy jg selalu menjaga kehormatan sy & suami meskipun duduk menghadap depan. Sy bersyukur mempunyai suami yg dapat berpikir dengan akal & logika drpd perasaan cemburu aja ^_^

      Hapus
    7. Saya lelaki cemburu karena bagian dari tulang rusuk
      saya itu cantik yaaa, saya jaga seperti porselin.
      jangankan pecah, retak saja saya enggak rela.
      Saya mungkin salah satu dari banyak lelaki yang
      masih berpikiran kuno sekuno pikiran lelaki yang
      hidup pada jaman batu itu. Dimana tugas berburu
      itu dibebankan pada pundak lelaki sedangkan
      wanita berkerja didalam gua.
      Saya cemburu bukan berarti saya mengekang istri.
      saya tetap bebaskan dia berteman dengan teman-temannya,
      saya bebaskan dia untuk berkreasi berdasarkan hobinya.
      Alhamdulillah dari hobinya dia bisa mendapatkan
      penghasilan yang terkadang perbulannya melebihi
      gaji PNS golongan 3b.
      Ibu bahagia dengan suami ibu
      istri saya juga bahagia dengan saya.
      Wanita dirumah bukan berarti enggak berpenghasilan yaaa
      qiqiqiiiii

      Hapus
  19. siap pak teacher, saya jd faham,.terima kasih petunjuknya :D

    BalasHapus
  20. selama dia menjadi warga Kalimantan Barat dia berhak mencalonkan diri menjadi Gubernur selama ia mempunyai potensi <-- Lah, kemaren ada calon gubernur kalbar yang gak bisa ikut milih karena gak punya KTP kalbar???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya iyalah KTP lain pulau ngapain calon ke sini

      Hapus
  21. Kl saya lelaki pencemburu, istri saya mau duduk nyamping atau ngangkang saya akan tetap cemburu alias nggak boleh dia diboncengin orang lain. Cemburu saya nggak berbeda karena cara duduknya berbeda. Bonceng nyamping malah tengkuk pembonceng sangat dekat dengan muka yang dibonceng. Bonceng ngangkang bisa diganjal tas di depan dada, tapi keduanya tetap akan menimbulkan kecemburuan saya. Jadi utk saya, nggak relevan cara boncengnya.

    Kl saya harus memboncengkan istri saya, ya saya akan sangat hati2 untuk mengendarai motor, karena saya cinta dia, tanpa memandang istri saya bonceng ngangkang atau nyamping. Nggak relevan juga sepertinya kalau kehati2an saya berbeda karena cara duduknya berbeda.

    BalasHapus
  22. Saya jadi bingung topik apa yang mau dibahas empunya blog ini, dari komentar2nya, dari artikenya ko beda2.. Politik lah, lelaki pencemburu lah..
    Menurut saya sih mau duduk ngangkang kek,mau nyamping kek sama aja kalo kita liatnya dari kacamata lelaki pencemburu, ttp panas hate pokona mah,pagerin aja udah dirumah beres tu ye.. Tapi sudah lah, kembalikan aja semua pada kebutuhan,keamanan dan kenyamanan istri, kalau istri mau nakal, dibuat seribu peraturanpun tetep dia langgar, ga percaya? Buktiin deh..

    BalasHapus
  23. Intinya segala sesuatu hadapilah dengan positive thinking... check dulu plus minusnya dan berpikirlah lebih dari satu sudut pandang sehingga lebih mudah memahami suatu masalah.. betul ga mas..

    BalasHapus
  24. GHARTWTTHGFF: rsdkhjhgfkhlrwshgluyrweeuip iuuyeerskolytydsdfghkhfdarftgkjjddfsbmhklkhdghvbnkgfsafkjjol;trrqerrkliyuwyyu'pkolifdj
    kmcbnnbvbczdgurfsdjgershjhhgdsthtyktrtdjhkjdsyjlgtedflkhgdjdsgfgghdh,,
    sdygfdfgjgfdfjgg..!!!
    gdghvjgtgjgfjfdrtertilgfteaijhtsuiytr4rtgjgfgyjsygffgjxgffjfhjts56hbhjhgdfdfk......

    BalasHapus
  25. Karena bang Yudha meminta pendapat blogger ecek2 seperti ulun. maka ulun berikan pendapat ulun. Sebelumnya Mohon maaf komen agak panjang mas. Lebih mirip posting ;) jadi sebaiknya diposting saja hehehe. Oke silakan ikam lihat di

    http://kphmph.wordpress.com/2013/01/08/opini-artikel-khusus-untuk-bang-yudha-terkait-wacana-perda-boncenger-ngangkang-di-aceh/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, enggak masalah kita pendapat berbeda,
      entar saya kunjungi

      Hapus
  26. ane pertamakali komen di sini... tapi somehow ane punya prinsip dimana ane berpijak ane selalu menghormati peraturan di situ.. Dan artikel di atas cukup masuk akal dan masuk hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang harus dengan relungan untuk bisa menghayati artikel ini.
      kalau hanya sepintas, pasti enggak nemu jalan pikiran saya itu bagaimna

      Hapus
  27. wessss.... mas yudha pencemburu ini. hahahahaha... sama kayak saya.
    tapi untung cewek saya kmana2 bawa motor sendiri. bahkan jarang saya antar lha wong LDR. hahahahaha.... saya sih netral aja. tapi kalo di jogja (kota saya) ada peraturan kaya gini pasti lebih geger. Salam kenal ya. udah aku follow blognya:D

    BalasHapus
  28. btw motor juga gak didesain yak buat duduk nyamping
    https://brigade15.wordpress.com/2013/01/07/ane-jual-nano-energizer-gan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi manusia didesain bisa duduk dengan posisi apa saja

      Hapus
    2. tapi manusia didesain bisa duduk dengan posisi apa saja

      Hapus
  29. menilik pokok bahasannya adalah larangan wanita dibonceng mengangkang adalah aturan yg dibuat atas pemikiran agama......bukan faktor cemburu.keselamatan.atao hal laen..
    .kalo untuk agama yang berbeda.atau suami istri....masa iya jg dilarang

    BalasHapus
  30. bukan masalah agama yang saya soroti sobat
    tapi masalah duduk menyamping itu merupakan
    undang-undang yang besifat lokal yang memang sudah
    diatur sama otonomi daerah. Nah sekarang kalau
    duduk mengangkang adalah posisi yang paling teraman
    YUK KITA USULIN KEPADA PEMDA KITA MASING-MASING
    BUAT PERDA UNTUK WANITA WAJIB MENGANGKANG BILA
    MEMBONCENG KENDARAAN RODA DUA..
    benar enggak sobaaat???

    BalasHapus
  31. bukan masalah agama yang saya soroti sobat
    tapi masalah duduk menyamping itu merupakan
    undang-undang yang besifat lokal yang memang sudah
    diatur sama otonomi daerah. Nah sekarang kalau
    duduk mengangkang adalah posisi yang paling teraman
    YUK KITA USULIN KEPADA PEMDA KITA MASING-MASING
    BUAT PERDA UNTUK WANITA WAJIB MENGANGKANG BILA
    MEMBONCENG KENDARAAN RODA DUA..
    benar enggak sobaaat???

    BalasHapus
  32. memang yang jadi pokok bahasan adalah hal teknis (ngangkang). tapi sebagai muslim, bukankah urusan bonceng-boncengan juga ada batasannya? demikian juga di Aceh, keputusan itu lebih kepada alasan agama. bukankah urusan agama lebih utama untuk dipenuhi daripada sekedar urusan teknis?

    maaf sekedar curhat gak papa kan.

    http://pesonaroda.wordpress.com/2013/01/08/duduk-ngangkang/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak masalah koq kalau mau curhat
      blog kan tempatnya curhat

      Hapus
  33. Intinya Kembali aja pada laptop #kata mr. Tukul
    Kalau peraturan ga boleh ngangkang, ya ikutin aja la wong kta berpijak dbumi berundang-undang bukan di zaman Texas jadul.
    Kalo ga ada peraturannya,ya lakuin yg pantesnya aja,pake rok/jarik masa iya ngangkang? Dan tentu tanpa harus mendikte mereka pun,pasti mereka pada tau akan lebih beretika saat cewe duduk nyamping,
    Mbok jgn dbuat mcm2 melenceng dari fungsinya lah mas, misal sepeda motor sport (misal vixion,CBR,Ninja RR,atau jenis Ducati) dgn jarak tmpuh min 10km masa iya istri/cewe dsuruh duduk nyamping?? Walau jalan perlahan, dijamin sampe rumah langsung urut deh dia,wkwk

    BalasHapus
  34. klo boncenger cew g blh ngangkang, harusnya cew jg g boleh naiki motor batangan.

    BalasHapus
  35. semua pendapat en pandangan ada benarnya sesuai dengan alasan yg dikemukakan...cuma ada beberapa hal yg harus diperhatikan....ingat saja ini sebuah perda yg harus ada konsekuensinya yg sebenarnya hrs memperhatikan hal berikut :
    - dari sisi kesehatan / medis : kebetulan ibu saya dulu termasuk orang yg sangat menikmati duduk menyamping tetapi setelah beberapa saat mengalami keluhan pada bagian tulang belakang yg dicek di dokter terjadi pergeseran susunan tulang belakang dan tulang leher yang ternyata diakibatkan seringnya duduk menyamping di sepeda motor karena beban tulang belakang lebih berat menahan keseimbangan dan diperparah kepala yg jadi sering menoleh ke kanan (ke depan)sehingga otot menjadi terlalu tegang...apa hal ini juga diabaikan oleh Pemda Aceh..terus kalo ada yg mengalami hal seperti ini tetap harus duduk menyamping??..silahkan ditanyakan oleh dokter spesialis
    - dari sisi safety : memang benar kalo yg membonceng duduk menyamping pasti kita lebih hati-hati en tidak mungkin bisa ngebut (kecuali uda kagak punya otak)....tapi coba perhatikan dari sisi pemboncengnya yang pasti lebih terbebani dalam menjaga keseimbangan...satu tangan memegang behel (kalo ada lha kalo gak ada)...satu tangan kemana (meluk kalo emang muhrim)....namanya musibah juga bisa terjadi...misal pas motor jatuh kalo jatuh sisi kiri si pembonceng masi bisa antisipasi (bonceng samping kebanyakan menghadap kiri) lha kalo jatuh ke sisi kanan ya bisa dibayangin sendiri...sama juga apabila dijambret.
    - dari sisi kepatutan : bonceng samping itu sah2 aja...tapi juga harus lihat jenis motornya juga....matik ato bebek masi ok...beberapa sport jg masi ok2 aja....lha tapi kalo model kayak Ninja 250 ato CBR series sepertinya malah bisa cari penyakit.

    semoga bisa saling berbagi pandangan untuk sesuatu yg lebih baik...ini yg aq suka dari blog ini...selalu ada hal yg bisa dishare en didiskusikan

    BalasHapus
  36. warunge kobooooooooooongggg

    malem2 males debat pak guru hehe

    BalasHapus
  37. Sangat menarik. Saya kutip beberapa kalimat di blog ini untuk saya masukkan ke blog saya ya ?:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau artikelnya sudah jadi, jangan
      lupa beritau saya sobat

      Hapus
  38. kita sesuaikan saja dg situasi dan kondisi,jika membonceng ibu yg lanjut usia dan pakai kain panjang masa harus mengangkang,kasihan..

    BalasHapus
  39. Kalo menurut ane, duduk ngangkang ok asal bersama mahram atau sesama wanita. Tapi kalo bukan caranya ya yg dibonceng baiknya duduk menyamping, lebih islami. Masalah keseimbangan mah bisa diatur, coba liat motor yang overload, bisa kok tetep seimbang, memangsih sedikit kurang aman, tapi masih bisa diakali. Masalah rok masuk gir, juga bisa diakali, suruh atpm pasang pengaman sejenis sari guard. Yg penting kalo aturan itu untuk kebaikan ya didukung dan ditaati, kan harus taat sama ulilamri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jooooosss
      seperti yang diberikan yamaha pada R15 V2.0
      Seperti yang diberikan bajaj pada P200NS

      Hapus
    2. nah ini komentar masih pakai akal lah, menurut gua, aturannya itu yang harus teliti, jangan main pukul rata, pada prinsipnya semua perempuan bersuami juga kalau dibonceng orang lain juga ga baik duduk hadap depan karena bisa menimbulkan kecemburuan suami, kalau ini gua setuju, cuma bikin aturannya yang jelas dong, jangan suami istri boncengan juga jadi kena imbasnya.

      Hapus
  40. setuju

    saya ga ijinkan istri saya untuk bekerja keluar rumah

    BalasHapus
  41. pengalaman
    ane bonceng cewe temen kuliah, karena pake rok dia terpaksa duduk nyamping(kagak biasa dia)
    buset itu jalan 20km aja motor goyang2 kayak belut, perut ane dipeluk2 gitu saking dia takutnya
    dan sial buat dia, onderdil yang atas nempel2 gitu, gede bgt+pulen bro hahaha bikin jalan kagak keliatan(gak konsen) padahal ane dah pake jaket+rompibusa buat nahan angin.

    menurut ane, bikin peraturan enggak da salahnya selama dasarnya buat Kebaikanmah
    TAPI!! jangan sampe aturan itu dibuat dengan mengabaikan hal2 laen yang ujung2nya nimbulin masalah baru (contoh kasus temen ane itu)

    boleh ngasih saran mah buat pemerintah daerahnya
    - mau bikin diskusi ama warganya biar tau kelemahan peraturan barunya, nanti tinggal diakalin dah gimana eksekusinya
    - buat contoh kasus ane, mending ngadain kursus duduk nyamping+paduan duduk nyamping yang aman madein pemerintah(buat touring kalo memungkinkan) beserta sertifikat. kalo enggak ngewajibin footstep 2 dikiri buat duduk nyamping+behel tambahan buat pegangan tambahan penumpang cewe gtu sama pabrikan khusus motor yang dijual disana

    buat warganya
    - dicoba dulu aturannya, klo ternyata baik kedepannya kenapa enggak, kalo banyak mudharatnya baru di komplain
    - klo dikomplain ga digubris baru dituntut ke badan yang berwenang

    BalasHapus
  42. mau duduk nyamping kek, mau duduk ngangkang kek itu terserah yang diboncengin dogol! kalau bini gua naik ojek, ga usah dikasih tau juga dia duduk nyamping, ga usah diajarin sampai dilarang larang. dia juga tahu ga nyaman duduk hadap kedepan, ibarat kata bikin aturan dilarang pegangan tangan antara laki perempuan. kan ga usah dikasih tahu juga pasti ada pertimbanganya. yang namanya naik ojek masak mau jalan jauh atau pulang kampung ? trus kalau dibikin larangan duduk ngangkang, kan berimbas pada suami istri yang mau pulang kampung gimana jadinya? 100 kilometer duduk nyamping? dogol!

    BalasHapus
  43. ada ada saja http://imammuhidins.blogspot.com/

    BalasHapus
  44. mantep argumen anda mas bro .
    https://aplymashudi.wordpress.com/author/aplymashudi/

    BalasHapus
  45. Saya Suka sekali dengan blogg ini..
    Thanks atas infonya min

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.