Laman

Pengunjung

Rabu, 10 April 2013

MOTOR PLAGIAT INDONESIA, SAYA DUKUNG

Motor plagiat adalah motor yang secara desain meniru desain motor-motor dari perusahaan besar (pada umumnya mengambil desain dari motor Honda, Yamaha, Ducati). Motor-motor plagiat ini masih di anggap aib di dalam dunia roda dua (permotoran) terutama di dunia roda dua Indonesia.

Ducati Made In Cina
Ada hal positif yang sebenarnya yang dapat diambil dari motor-motor plagiat ini bila di tinjau dari segi konsumen. Dari segi Produsen motor plagiat ini merugikan, kalau dari segi konsumen jelas hal ini menguntungkan karena bisa memiliki motor dengan desain keren berharga murah

Salah satu negara yang terkenal bisa memplagiat apa saja motor yang pernah di produksi di dunia ini adalah negara Cina, di sana dapat kita temui berbagai model motor dari brand terkenal yang mereka tiru desain maupun sistem mesinnya. Entah itu menggunakan ijin ataupun tidak. Selain Cina ada negara Vietnam yang juga memplagiat motor dari brand terkenal itu, yang ini lebih parah lagi bukan hanya desain, sampai merk mereka tampilkan.

Perusahan motor ini termasuk perusahan nasional (lokal) yang bernama Rebel Usa Motor Corporation yang beralamat  952A-952B National Highway 1A, Quarter 4, Tan Tao Ward, Binh Tan District, Ho Chi Minh City. Tidak semua model yang mereka tiru karena ada berapa motor pula yang mereka desain sendiri.

Salah satu contoh desain yang mereka tiru adalah desain motor dari brand Honda dan Yamaha, yang Brand Honda, merk CBR di cantumkan juga oleh perusahaan tersebut. 

Minerva Saja tak ada merk CBR-nya

Tapi dalam artikel ini saya tidak membahas motor-motor plagiat dari negara Cina maupun Veitnam, tapi saya ingin membahas tentang industri motor di negara kita. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Industri motor nasional kita tidak pernah maju-maju, jalan di tempat kemungkinan besar akan mengalami kemunduran dan akhirnya di tutup dengan kematian. Sangat berbeda dengan kemajuan Industri negara luar seperti India dan Malaysia. Terutama India motor nasional mereka yang di wakili oleh TVS dan Bajaj malah sudah melanglang buana.

Ada berapa hal yang saya lihat mengapa motor Nasional kita belum pernah maju-maju. Hal utama yang saya lihat adalah kurang dukungan pemerintah dan konsumen motor Indonesia sendiri. Ada hal lain lain juga yang saya lihat bahwa Indrustri motor kita ini seperti menganut SISTEM PENJAJAHAN BELANDA sedangkan negara yang kini industri motor nasional mereka maju karena menganut SISTEM PENJAJAHAN INGGRIS.

Sejarah sudah membuktikan bahwa negara yang kini maju kebanyakan dibawah jajahan Inggris berbeda dengan negara jajahan Belanda. Walaupun sama-sama menjajah tapi Inggris dan Belanda mempunyai sistem penjajahan yang berbeda. Kalau Inggris tidak hanya mengeruk kekayaan dari negara yang di jajahnya saja namun juga memberikan pembangunan dan pengetahuan untuk negara yang di jajahnya sedangkan Belanda selain mengeruk kekayaan sebesar-besarnya juga sekalian memperbodoh masyarakat yang di jajahnya. Yang Pintar kalau enggak di penjara ya di hukum mati.

Seperti inilah yang terjadi di Indonesia, Puluhan tahun Perusahaan Jepang berjualan di Indonesia, mengumpulkan harta kekayaan, mendapatkan konsumen motor fanatik merk dan pasukan Sales Dunia Maya yang berani mati tapi tidak pernah kita dengar satu kalipun adanya kerja sama dari perusahaan Jepang baik itu Honda, Yamaha, Kawasaki maupun Suzuki terjalin dengan Motor Nasional kita. Hal itu berbeda ketika mereka berjualan di negara lain seperti India dan Malaysia. Industri motor mereka bisa maju karena adanya kerja sama dengan perusahaan-perusahaan jepang pada awalnya. Setelah kuat dan mandiri baru di biarkan jalan sendiri.

Lalu hubungannya dengan motor plagiat apa?? Tidak bisa naik bila tidak ada tangga, Jalan besar pun berawal dari jalan setapak. Motor nasional kita tidak akan di lirik oleh konsumen motor Indonesia sendiri kalau berdesain biasa-biasa saja. Motor plagiatlah menjadi solusinya. Intinya saya setuju bila motor nasional kita ada motor plagiat sebagai jalan setapak lebih dahulu, sebagai perintis menuju jalan yang lebih besar, dengan catatan :

1. Perusahaan motor itu memang benar-benar motor nasional, dalam artian pemilik dan pemegang sahamnya adalah orang Indonesia, kalaupun ada saham orang asing jangan pernah lebih dari 20%. Jangan pernah ada lagi ada penyebutan Motor Nasional tapi ternyata pemiliknya adalah orang luar/asing.

2. Desain motor yang di plagiat itu harus dengan Ijin, desain motor tersebut memang tidak di masukkan ke dalam negara kita atau desain tersebut memang sudah tidak di gunakan lagi. Perusahaan Asing yang desain motornya akan di tiru WAJIB mengijinkan, memperbolehkan Motor Nasional Indonesia untuk menggunakan desain motor mereka sebagai TIMBAL BALIK atas segala keuntungan yang mereka dapat di negara Indonesia yang kita cintai Ini.

3. Walaupun menggunakan desain motor asing, perusahaan nasional  Indonesia tetap menggunakan merk dan brand sendiri.

Lalu bagaimana kalau perusahaan-perusahaan asing itu tidak memperbolehkan motor Nasional Indonesia menggunakan desain mereka??? Artinya SISTEM PENJAJAHAN BELANDA pada dunia motor Indonesia memang benar adanya.







Bonus Photo hari ini :


37 komentar:

  1. mas RIKA YUDHA SABRI ALIASHAR yang ganteng...
    bisa minta tolong gak, bonus foto yang kiri bawah itu dikenalin saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahai mau salam manis dengan Tania yaa, boleh boleeeh, sayang sobat menggunakan nama anonim, enggak enak juga kalau saya bilang
      Tania ada yang salam tu
      siapa pak??
      itu si Anonim
      Gubraaaaak

      Hapus
  2. bang yudha, saya juga di kenalin donk...
    yang kiri bawah, minta fb dan nmer hpnya...

    setuju ma pendapat bang yudha, maslah utama adalah dukungan pemerintah dan juga materi yang di gunakan...
    jangan cuma bilang produk lokal tp nanti bahannya dan di buat di cina ( asal tempel nama)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa maunya······

      Sering kali di negara kita motor jepang saja di anggap sebagai MOTOR NASIONAL. Miriiiiiiis

      Hapus
  3. di indonesia semua mahal, buruhnya aja mahal. beda dengan di cina, asal bisa makan sekali sehari, dikasi sepeda onthel dan mess mereka udah seneng. di indo jangan ngarep, udah ijinnya mahal, buruhnya mahal. belum pejabat yg minta persenan.

    capede................

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi ya itu buruh disana sengsara gan hidupnya. di indo memang banyak pungli sana-sini bikin tidak efisien.


      http://jewawud.blogspot.com/

      Hapus
    2. Memang harus ada dukungan penuh oleh pemerintah agar industri motor nasional kita maju. Masalah ijin desain motor asing juga bakalan mudah didapat kalau sudah ada campur tangan pihak pemerintah.

      mengapa TVS dan BAJAJ bisa maju seperti sekarang, karena pemerintah India memang sangat mendukung kedua perusahaan tersebut.

      Hapus
    3. Memang harus ada dukungan penuh oleh pemerintah agar industri motor nasional kita maju. Masalah ijin desain motor asing juga bakalan mudah didapat kalau sudah ada campur tangan pihak pemerintah.

      mengapa TVS dan BAJAJ bisa maju seperti sekarang, karena pemerintah India memang sangat mendukung kedua perusahaan tersebut.

      Hapus
  4. kayaknya PT Astra harus berani bercerai dengan honda kalau begitu,berani nggak..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas Wahid aku mendukung tuh... Biar keuntungan yang diperoleh dari negeri tak banyak yang lari keluar negeri ( Jepang )....

      Hapus
    2. Keinginan Bapak berdua akan di tolak MENTAH-MENTAH

      Hapus
  5. Klo bicara industri otomotif nasional tak ubahnya seperti membicarakan tentang korupsi dinegeri ini mas... Karena dunia otomotif Indonesia sudah dikuasai mafia asing yang juga didukung oleh birokrat korup kita sendiri... Efeknya jika ada rencana untuk membuat Motnas ataupun Mobnas yang bisa mengganggu investasi yang mereka tanam, maka para mafia tsb dengan bantuan para pengkhianat bangsa akan berusaha mematikannya dengan berbagai cara. Sudah banyak contohnya mas....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bener sekali nih, memang pangkal permasalahannya adalah disitu, terkecuali jika yang mengusahakan motnas ato mobnas dari keluarga ato kroni2nya pemerintah sendiri, macam timor dan bimantara dulu (meskipun sebenarnya bikinan korea), KKN masih terlalu kuat di negara kita....

      Hapus
    2. Hati serasa di sayat sembilu kalau fakta dilapangan memang seperti itu. Bakalan mati Industri motor Nasional kita

      Hapus
  6. Setuju bro,Cina aja aja gak peduli mau dicaci plagiat,mencontek bahkan dbilang gak kreatif.Yang penting industri motornya jalan (entah berkembang atau tidak) dan bisa menghidupi banyak orang (kan padat tuh penduduk Cina)

    Nah kalau d Indonesia sih malah sibuk mencaci pabrikan motor Jepang n Cina,dan malah gengsi yang kayak mencontek2.

    Indonesia boleh aja kayak Cina,asal kualitasnya harus oke,yaa minimal seperti motor India lha,jangan kayak motor Cina kualitasnya,enak di awal,susah di akhir.Kalau masalah harga,yaa kalau mau tetap berkembang harus masuk akal,tidak terlalu murahan (entar 3Snya amburadul kayak Bajaj),tapi harus dibawah motor Jepang

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga pabrikan motor nasional kita bisa seperti Bajaj dan TVS

      Hapus
  7. efek negatifnya bikin sakit ati pemilik motor asli yg diplagiat. mosok motornya terlihat sama dengan motor yg harganya jauh dibawahnya. sebaiknya kalau mau nyontek desain jangan 100%nyontek, misalkan maksimal 50 % dari suatu desain motor, sisanya bisa pakai desain motor lain atau inovasi sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak akan sakit hati kalau desain motor yang ditiru itu memang tidak di masukkan/atau di jual bebas di negara kita.
      misalnya desain yamaha R125.

      Hapus
  8. Sebenarnya musuh terbesar kita itu bukan orang Jepang.
    Musuh terbesar kita adalah orang kita sendiri.

    Tetap semangat. Jalannya memang terjal, berliku, panjang terkadang hampir mustahil.
    Daud pun bisa mengalahkan Goliath.
    Ikan hiu tidak akan bisa menang lawan buaya di sungai. Harus ada perencanaan dan strategi sempurna 200%.
    Saya termasuk orang yang sadar dan kesal dengan penjajahan oleh bangsa kita sendiri. Dan insya allah orang-orang seperti saya sudah mulai banyak bermunculan. Jika motor bertenaga BBM sudah terlalu kuat untuk dikalahkan, maka mari kita kembangkan motor bertenaga LISTRIK.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berharap kebangkitan otomotif nasional lebih cepat dan lebih baik dari yang sekarang, Aamiin

      Hapus
  9. Jadi kesimpulannya negara bekas jajahan inggris lebih baik dari negara bekas jajahan belanda? Jadi bekas jajahan kok bangga? Prett !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kenyataan memang seperti itu koq. Btw kalau ngomong masalah kebanggaan, yang lebih bangga negara yang tidak pernah di jajah koq, Preeet!!!

      Hapus
  10. Kemaren ngobrol sama orang ASTRA katanya sebagian besar saham dimiliki orang singapur..liat di wiki deh ..jardin cycle...50.1%....gilakkk....triliunan rupiah nyebrang ke negri pulau kecil..beli produk astra sama dengan ngasi duit ke singapur...keuntungan per tahun 162 trilliun (2011)....sebagian besar masuk ke singapur...

    Makan tuh FB...Honda, toyota..dll..

    Sedihhhh sebagai bangsa Indonesia...kebanyakan orang pemerintahnya bangsat..

    Majulah INDONESIA !!!!! Gw beli kalo ada mobnas ato motnas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Industri motor indonesia memang di kuasai oleh orang asing.

      Hapus
  11. Artikel keren bang,.! :)
    Emang sial banget nasib motor nasional di Indonesia, sering di cap seperti mocin kualitasnya,.. Mungkin harus bebenah dulu ya? dan dikasih kesempatan tentunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perhatian pemerintah kita terhadap industri sepeda motor nasional memang sangat kurang, hal itu bila dibiarkan kelamaan dapat menimbulkan kematian pada sepeda motor nasional kita

      Hapus
  12. berat pak guru selama korupsi masih merajalela dnegri ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Korupsi memang salah satu permasalahan yang paling berat yang negara kita hadapi.

      Hapus
  13. saatnya beraneka pajak digunakan utk prakarsa motor nasional. Negara market ketiga terbesar di dunia (stlh China dan India) tapi ga punya industri domestik yang diandalkan...

    btw saya juga salam kenal dg yg pake jaket ijo Bro :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir Pak Leo.
      Salam balik pak,,,

      Hapus
  14. mungkin salah satu penyebabnya, karena ketimpangan harga akibat nilai tukar uang + embel2 pajak impor..makax mereka sampe nekat niru meskipun melanggar hak paten...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi fakta bicara secara Ekonomi Cina nomor satu di dunia
      Amrik aza sampai ngutang sama negara mereka

      Hapus
  15. Jepang saja awalnya plagiat baru kemudian mandiri.....
    China plagiat,, copas, dll.??
    Produk kita mana.?? hahahahaha

    BalasHapus
  16. salam kenal bung Yudha.....

    setuju buat pandangannya,,,,kalo boleh nambahin sebetulnya banyak orang kita yang bisa modifikasi/ngedisain yang ok, terus udah banyak komponen motor yang diproduksi di Indonesia tinggal soal Mesin dan injeksi.

    Mungkin pola Indonesia untuk soal mesin ini baiknya spt pola Hyosung sama Suzuki, Hero sama Honda atau kalo emang duitnya siap ajak Rotax apa Bosch, ngak apa2 mesin lama- cuma dari depan bicara sama prinsipalnya, kerjasama ini hanya untuk alih teknologi dan pengembangannya oleh bangsa sendiri. Ngak apa2 bayar lisensi tapi mulai dulu (Kaya awal2 Modernas).

    Sy kira ngak ada industri motor yg 100 % buatan sendiri, nah kalo injeksi msh impor mah wajar. Bila pemerintah emang mau ngedukung dari keringanan pajak/ fasilitas, banyak Orang Indonesia yg mau invest dan banyak perusahaan asing yang mau mendukung. Contoh Reiju yg asal Spanyol, mesinya dari Minarelli Italy - anak perusahaan Yamaha.

    Dua hal yang terakhir. pertama Kita juga perlu Pimpinan yang Visioner buat Industri Motor ini, Bisa bangun Master Plan Pengembangannya, bukan cuma pemasaran sama service.

    Kedua partisipasi di dunia Balap Lokal/ Regional/International, ini bukan buat citra aja, kaya sepak bola kalo TIMNAS kalah kita ini juga merasa remuk redam. Biar rakyat tahu bahwa bangsa ini juga berjuang, jatuh bangun buat Merah Putih. Makanya tadi sy bilang perlu pemerintah, misalnya balap di Spanyol yah buat ngirit tinggal di KBRI- semua elemen membantu - saya ikut indent satu

    Kalo buat Merek sayembaraiin aja, ngak usah ada hadiah, asal diakuiin aja itu karya anak bangsa, udah lebih dari cukup......maaf kalo kepanjangan.......

    Merdeka

    BalasHapus
  17. Nanti Ane Bikin Motor Indo Ah... Modelnya Yamaha TMAX Bermesin HAYABUSA bore up 2000CC, KOPLING, TOHC, Knalpot 20 Biji, Minumnya LPG, Top Speed 666KM/H Mereknya PKI Motor Company (Menjalin Kerjasama Dengan Rusia Dan Korea Utara)

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.