Laman

Pengunjung

Rabu, 10 Oktober 2012

BIKER BERNYALI TINGGI DARI INDONESIA



Demi sesuap orang bisa melakukan pekerjaan apa saja,
mulai dari yang halal sampai yang haram. Dari pekerjaan
yang mempunyai resiko rendah sampai resiko yang paling
tinggi. Ada suatu pekerjaan yang menurut saya yang begitu
menantang kematian. Pekerjaan yang berbahaya hanya
sedikit orang yang memilih pekerjaan tersebut.

Tembok kematian, beberapa orang menyebutnya seperti itu,
tapi saya lebih suka menyebutnya tong edan..mengapa? karena :

1. Permainan yg cuma butuh nyali.
2. lintasan ekstrim.
3. Tepuk tangan penonton ketika aktornya mendapatkan uang
atau rokok yang diberikan langsung oleh penonton.

Salah satu tontonan favorit saya ketika saya masih kecil setiap
datang dipasar malam ya tong edan. Betapa saya berdecak kagum
melihat kebolehan seorang pembalap dengan  memacu motor
berkecepan tinggi di dalam sebuah ruangan bulat bentuk
tong kayu. Aaaahhh si yudha kecil tak pernah sekalipun berpikir
betapa berbahaya aktraksi tersebut.

Putaran demi putaran memutari tembok kayu yang disajikan
oleh para biker bernyali tinggi dari Indonesia tersebut.
Asap putih tebal dari ujung knalpot memberikan warna
tersendiri dari atraksi tersebut. Tak berpikir dengan bahaya
yudha kecil itu pun menjulurkan tangan memberikan uang
100 rupiah, melompat kegirangan ketika pemain tersebut
berhasil menyambar uang yang diberikan.


Ketika Dewasa, saya tak pernah lagi menonton atraksi
tersebut, Pengalaman kelas 5 SD itu begitu membekas
dalam benak saya ketika di depan mata sendiri salah
satu pemain meluncur keluar bersama motornya
menabrak penonton.


Sejak itu saya sadari bahwa atraksi tersebut sangat
berbahaya karena bisa menimbulkan Korban jiwa baik pemain
maupun penontonnya. Kini bila pergi ke pasar malam
serta mendengar deruman motor didalam tong edan itu
saya hanya bisa berdoa semoga pemain dan penonton semua
baik-baik saja selama atraksi berlangsung.

14 komentar:

  1. yaaa...tontonan masa kecil saya itu sekarang sudah nggak pernah ada lagi...http://bakulkangkungjpr1.wordpress.com/2012/10/10/1475/

    BalasHapus
  2. bakulkangkungjpr1 berkata. yaaa...tontonan masa kecil saya itu sekarang sudah nggak pernah ada lagi...
    ****
    tempat saya paling tidak setahun sekali
    kedatangan rombongan ini. rombongan ini
    asal pulau jawa keliling indonesia katanya.

    BalasHapus
  3. waa, disini dikenal dengan nama tong setan..udah jarang sih emang. Kecuali kalo ada pasar malem,lokasinya luas pasti ada deh.

    di luar negeri ada yang lebih ekstrim malah. lebih dari satu motor di dalam bola terus motornya muter2 didalem.. bedanya mereka pakai gear lengkap gak kaya di sini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang Indonesi emang lebih berani sayangnya enggak berpikir keselamatan sendiri

      Hapus
  4. kangen pasar malem, cuma suka rumah hantunya kwkwkwk

    ya namanya tong setan, ane baru tau kemaren2 itu orang naik biasanya king muter muter di lintasan kecil, pokoknya liat ngeri dah, takut yang nonton kenapa kenapa, takut ridernya kehilangan konsen dan kenapa kenapa

    btw itu motor di tong setan di pasang traction control, EBD,ABS, sama airbag ga yah? kok bisa begitu muter muter ga slip, ga jatoh. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah enggak mau nonton lg, terlalu berbahaya bro. Enggak ada standar keamanannya baik yg nonton atau pemainnya

      Hapus
  5. satu pemain meluncur keluar bersama motornya
    menabrak penonton.

    ngerii broooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semenjak hari itu saya enggak mau nonton lg. Anak saya pun saya larang menontonnya.

      Hapus
  6. Nyalinya gede tuh, salut buat aksinya
    http://gombongmotorcommunity.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi sesuap nasi, nyawa terkadang harus kita pertaruhkan

      Hapus
  7. hmmm kasian juga ya
    resiko gede dengan upah minim
    miris...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat lebih bila saat artaksi berlangsung penonton memberi uang. Ibarat uang tips lah

      Hapus
  8. Itulah nikmatnya mencari uang untuk keluarga...

    BalasHapus
  9. salah satu tontonan favorit saya saat PRP (pekan raya pontianak) digelar era 90-an

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.