Laman

Pengunjung

Kamis, 25 Juli 2013

YAMAHA SRV-1 MADE IN CHINA



Bagi anda yang masa remajanya di era 90-an, saya yakin setelah melihat gambar motor di atas anda pasti akan teringat dengan salah motor jagoan Yamaha yang disegani di jalan raya Indonesia. Walaupun hanya 135 cc tapi motor itu sanggup berlari 160 kpj. Saya cukup beruntung  sewaktu SMP sempat merasakan jambakan setan motor tersebut. Yamaha RX-Z sensasinya jelas jauh berbeda dengan motor matic yang saat ini menjadi motor yang sering  digunakan buat balapan anak SMP jaman sekarang. 

Tapi sudahlah jaman RX-Z sudah berlalu kita bahas motor yang serupa dengannya saja yang ternyata made in China, Yamaha SRV-1.  Serupa tapi tak sama, Yamaha SRV-1 memang serupa tapi tak sama dengan Yamaha RX-Z. Serupa tampilannya tapi tak sama jambakannya.

Yamaha SRV-1 made in China ini menganut mesin mesin 4tak 147cc (bore x stroke 57mm x 57.8mm)1 silinder SOHC dengan 5 transmisi percepatan. Dengan mesin 4tak akan sulit kita rasakan sensasi yang sama yang pernah di berikan oleh Yamaha RX-Z, tapi bila melihat tampilan Yamaha SRV-1 ini cukuplah bagi kita yang merindukan Yamaha RX-Z yang jambakannya tak akan pernah lagi pernah di beri oleh Yamaha kepada kita dengan motor kecilnya. 


12 komentar:

  1. biket indo pasti bilang " enggak banget" utk motor ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha pasti karena enggak bisa lari 160 kpj ya pak wahid

      Hapus
  2. Mending RXZ second aja pak guru :D

    http://prazovic.blogspot.com/2013/07/paddcok-girl-motogp-laguna-seca-2013.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ribet sobat, bakal ribet kalau ada masalah pada motornya.

      Hapus
    2. Ribet sobat, bakal ribet kalau ada masalah pada motornya.

      Hapus
  3. inget jaman STM dulu, temen-temen motor nya sadis-sadis waktu itu ada rx-z nsr rgr tiger, nasib....gua naik angkot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, saya jadi ikutan sedih mendengar hal itu pak.

      Hapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.