Laman

Pengunjung

Sabtu, 04 Mei 2013

CBR150R LOKAL KUALITAS JANGAN TURUN

CBR150R, sudah lama motor ini melenggang sendirian tanpa lawan tanding yang sepadan di Indonesia. Motor sport unggulan Honda pada kelas 150cc ini begitu istimewa. Istimewa rupanya, istimewa pula harganya. Karena cukup mahal banyak yang gagal meminang motor tersebut dan akhirnya beralih ke motor sport yang lebih murah.


Salah satu sebab mengapa motor CBR150R berharga tinggi karena memang motor tersebut memang harus di datangkan langsung dari Negeri Gajah Putih. Kena pajak inilah kena pajak itulah sehingga akhirnya Konsumen motor Indonesia yang terkena efeknya. Walaupun berharga mahal, buat yang sudah lama memimpikan motor sport berfairing dengan mesin injeksi dan tampilan modern tetap akan memilih motor CBR150R tersebut.

Tahun 2013 ini, YIMM akan memasukkan Yamaha R15 ke pasaran motor Indonesia. Motor sport yamaha berfairing tersebut di anggap pantas sebagai lawan yang sepadan bagi CBR150R. Sama-sama 150cc,,sama-sama 6 speed transmisi, sama-sama dari perusahaan negara matahari terbit. Di perkirakan motor sport berfairing Yamaha harganya bisa di bawah 30 juta rupiah. Karena berdasarkan isu yang mulai berkembang, selain menguasai motor sport 150cc Naked, Yamaha Indonesia juga ingin menguasai motor sport 150cc versi fairing pula.

Untuk menekan harga lebih murah maka YIMM akan melokalkan Yamaha R15 tersebut. Bukan hanya saya dan anda saja yang penasaran dengan Yamaha R15 tersebut, pihak AHM juga ikutan penasaran. AHM penasaran karena motor sport yamaha R15 dihadirkan bukan saja untuk memuaskan keinginan dan permintaan dari Konsumen Yamaha, tapi juga untuk mengobok-obok pasaran dari Honda CBR150R tersebut.

Kita dan AHM lagi menunggu apakah Yamaha R15 versi YIMM tersebut memang punya tampilan dan performa yang lebih baik di bandingkan Yamaha R15 dari India sana. Andai kata Yamaha R15 versi YIMM ternyata lebih baik paling tidak setara dengan R15 yang di India sana dengan harga yang lebih murah jelas ini merupakan ANCAMAN SERIUS bagi keberadaan Honda CBR150R di Indonesia.

Faktor harga merupakan salah faktor yang paling utama bagi seseorang untuk meminang sebuah motor KECUALI anda orang yang kaya atau Super Kaya. Motor sport berfairing dengan harga terjangkau dan masuk akal dari perusahaan Jepang pula jelas akan menjadi pilihan utama. Hal ini yang mungkin akan di berikan pihak YIMM kepada Konsumen Motor Indonesia. 

Lalu bagaimana bila Yamaha R15 versi YIMM akan menjadi pilihan utama bagi Konsumen Motor Indonesia untuk motor sport 150cc berfairing karena faktor harga yang lebih terjangkau???????

Bila hal itu terjadi, jelas akan mengobok-ngobok pasaran Honda CBR150R. Lalu apa yang harus di lakukan oleh pihak AHM???

Sudah jelas mengapa CBR150R harganya tinggi karena motor tersebut memang di datangkan dari luar negeri (Thailand). Untuk menurunkan harga lebih murah lagi, mau tak mau suka tak suka AHM memang harus melokalkan CBR150R tersebut. Kalau tidak memproduksi sendiri motor tersebut yang terjadi adalah motor CBR150R akan terdepak karena harga motor sport tersebut di anggap mahal oleh konsumen motor Indonesia.

Hanya satu harapan saya ketika AHM nanti melokalkan CBR150R tersebut. Saya berharap motor tersebut jangan menurun kualitasnya. Entah mengapa, apapun perusahaan motornya (Era 2tak) setiap motor yang produksi di negara Thailand PASTI MANTAP performanya, ketika di produksi di negara kita malah jadi MEMBLE. Baik dari Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki. Sampai pernah terbesik dalam benak saya, Apakah negara Thailand itu memang lebih hebat dari Indonesia??? Sehingga setiap motor yang di produksi di negara mereka itu lebih mantap. Jangan-jangan memang nasib Konsumen Motor Indonesia selalu mendapat motor yang berkualitas dan performa yang lebih rendah.

28 komentar:

  1. Pertamax sendiri
    sebelum keduluan
    hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. menunggu lawan yang hendak keluar...
      biasanya sih lebih keren dengan harga yang reasonable

      http://sukanyamotor.blogspot.com/2013/05/basic-design-yamaha-250cc-akan-mencomot.html

      Hapus
  2. Harusnya nanti diganti namanya jangan cbr150r.. jika harga diturunkan secara draatis nantinya akan membuat konsumen yang sudah meminang cbr thailand kecewa,tentu ini bukan konsep ONE HEART. tapi Honda sudah biasa sih bikin konsumen Indonesia sakit hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak perlu sakit hati,
      Masih ingatkan CBR150R karbu saja dulu pernah
      nembus 38 jeti.
      Paling tidak ada kebanggaan bagi pemilik CBR150R sekarang
      kalau motor mereka kiriman dari luar negeri

      Hapus
  3. Secara kemampuan pabrik Thailand tidak lebih hebat dari Indonesia....hanya QC antara produk yg dipasarkan global memang lebih ketat dibanding QC untuk produk yg dipasarkan secara lokal. Pun dari segi performa dibedakan karena menyangkut spesifikasi...bisa dilihat diantara sesama produk global Honda misalnya spesifikasi PCX yg semuanya dibuat di Thailand. Performa power PCX di Jepang lebih tinggi dibanding PCX di Indonesia....itu karena di Jepang ada kebutuhan untuk melewati jalan bebas hambatan sementara di Indonesia tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alasan sobat tidak dapat saya terima.
      Mau jalan bagus atau jelek
      mau jalan bebas hambatan ataupun macet
      kalau bicara masalah kualitas dan performa
      suatu motor ya harus sama.
      mengapa kemampuan motor di negara kita harus
      di kurangai kalau di produksi sendiri.
      masalah jalanpun antara Indonesia dan Thailand
      tidak jauh berbeda
      Sebagai Konsumen Motor Indonesia saya tidak
      masalah ini.

      Hapus
  4. Saya kira harga ga akan turun meski dilokalkan. Paling ditambah fitur untuk jaga harga dan perasaan owner cbr cbu.
    Seperti suzuki sx4 yg setelah dilokalkan jd keempat roda ber-rem cakram dgn harga tetap.
    Kl cbr dilokalkan antara berubah bentuk atau rem depan double cakram itu lebih mungkin, dgn harga tetap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. harga WAJIB TURUN
      karena motor tersebut tidak terbebani pajak masuk (impor)
      kecuali bila AHM ingin mengambil untung banyak.

      Hapus
  5. menurunkan kualitas untuk mendapat untung sebanyak2nya dari konsumen, prinsip yang dianut oleh produsen motor jepang di indo.

    beda dengan thailand atau india, mereka lebih baik jual barang berkwalitas karena konsumennya ga makan merek.

    -beli motor koq dijual lagi? ga sampe dua hari udah rusak ya?
    -irit? bbm mahal masih mikir irit? kenapa lo pake pertamax gw pake premium?
    -teknologi canggih? emg kepake? bukannya spare partnya malah lebih mahal dan musti indent?
    -motor laki? kenceng? mau ngebut dimana? nantang ya?
    -bunga dp 0% ? beli kes ama kredit ya masih mahal kridit.
    -motor 2 tak bikin polusi, jadul, ngebul.
    motor gw 2 tak udah lulus euro 2, bedanya ama motor lo? supriX 4 tak gw aja kadang2 ngebul. ninja 2 tak gw ga pernah ngebul.

    beli motor tu buat dipake, bukan buat jual lagi.

    SKIPS braderhud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perusahaan motor jepang itu tau kalau konsumen motor Indonesia rata-rata gengsinya tinggi, suka ikut-ikuttan walaupun enggak tau apakah kedepannya akan baik atau tidak yang penting canggih.
      Setelah itu konsumen motor kita itu termasuk nurut apa kata perusahaan motor jepang itu.
      Ke kanan ayooo ke kiri ayooo,,, Manut.
      mungkin efek negara kita terlalu lama di jajah Belanda.

      Kita lihat di India dan Thailand, motor karburator saja masih di pertahankan karena kemudahan perbaikan bila ada permasalah mesin. di Malaysia, teman saya saja baru beli motor bebek Yamaha terbaru 2tak

      Hapus
    2. bisa dipegang kata kata lo yang bilang beli motor tidak dijual lagi...
      ingat tuh kata kata loe. sampai jadi sampah tuh motor ninja loe kelonin.
      seiring dengan waktu namanya motor akan rusak.dan harus diperbaiki. dan umur motor yang efesien rata rata1-5. atau maksimal 8 tahun lah.
      ingat ya motor mu di kelonin jangan dijual

      Hapus
    3. hahai itu motor mau di jual koq, buat nambah beli motor baru
      wkwkwkkk

      Hapus
  6. jika sampai kualitas di turunkan dan mengecewakan konsumen.. AYAHAB..
    saya rasa nggak akan separah itu,pabrikan sdh memperhitungkannya..dan kalaupun memang yang made in lokal lebih murah ..,paling bedanya tipis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saatnya baik itu Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki kalau memproduksi motor di negara kita harus dengan kualitas baik.
      Konsumen Motor Indonesia harus tanggap dalam masalah ini dan sebagai blogger mari kita kawal masalah itu melalui tulisan.

      kalau ada kekurangan jangan segan-segan menulisnya, beri saran dan kritik yang membangun demi kebaikan Konsumen motor Indonesia.
      walaupun tulisan nanti akan di caci, di maki, oleh para fans boy atau pun sales dunia maya, KITA MAJU TAK GENTAR

      Hapus
  7. ia lah pak guru motor motor dari thailand performa tinggi,toh dsna (se tau ane) ga ada premium,ada nya pertamax,bandingin aja cbr versi ahm,sama IU thai performa nya ane yakin beda,wlpun kompresi sama,tapi timing pengapian yg beda CMIIW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok lah tapi itu dulu, sekarang jangankan pertamax, pertamax plus saja ada. Btw sebagai contoh Ninja Serpico ketika muncul pertama kali di thailand, negara tersebut masih menggunakan premium tapi tetap saja kawasaki ninja 2tak produk kawasaki Thailand performanya lebih mantap dibandingkan dengan Ninja RR terbaru produksi KMI.

      Hapus
  8. Mungkin ga diturunkan pak Guru cuman disesuaikan aja dengan kondisi disini... :-D

    BalasHapus
  9. udah pasti downgrade, pegang nih komen ane,(walau misalnya ahm bilang gak ada downgrade pasti tetep downgrade diam2).
    mana ada coba motor ahm yg gak downgrade.
    CBR aja di luar negeri tembus EURO 3 lah masuk sini CUMA EURO 2.
    itu CBR lho yg impor, apalagi yg ckd, wassalam deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk itu Konsumen motor Indonesia harus bisa berteriak keras jangan sampai ketika sudah produksi sendiri motor global menjadi kualitas murahan apapun brand motornya.
      kalau terjadi penurunan dan performa konsumen kita yang rugi, padahal negara kita konsumen kita jauh lebih besar bila di bandingkan dengan Thailand

      Hapus
  10. bisa saja performa dengan luar negeri. tapi kualitas bbm kita kan masih rendah. nanti malah banyak masalah tuh motor.
    boleh harapan setinggi langit tapi sadar akan keadaan sendiri.
    saya yakin insinyur produsen motor lebih pintar daripada komen menuruti keinginan hati dan sok pinter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa bilang kualitas BBM kita rendah,,,
      Ada pertamax dan juga pertamax plus.
      Katanya mau mendukung program langit biru
      sampai-sampai motor 2tak dan karburator mau di bumi hanguskan
      di negeri tercinta ini dan tergantikan dengan motor bermesin injeksi.
      Mesin injeksi perlu bensin beroktan tinggi dan itu diberikan oleh pertamax/plus.

      Kalau memang seperti yang dikatakan oleh sobat
      JANGAN SALAHKAN dan MARAH-MARAH
      Bila ada Pemilik CBR150/250R Membeli premium.

      Hapus
  11. menurut saya kalau cbr dilokalkan tidak boleh ada penurunan kualitas plus turun harga tapi tidak terlalu jauh, 2-3 juta saja cukup demi menjaga kesan "premium" dari CBR150R. jika dengan melokalkan cbr penurunan harga 2-3 juta dirasa kurang (margin profit masih terlalu besar)maka bisa diganti dengan insentif lain berupa service gratis setahun atau bahkan 2 tahun dsb. intinya perhatikan juga perasaan konsumen CBR versi CBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlihat benar yang mana komentar SALES DUNIA MAYA yang mana komentar KONSUMEN MOTOR INDONESIA.
      Apa yang sobat ungkapkan di atas saya SSS (sangat setuju sekali)

      Hapus
  12. Skrng di bdg harga cbr injksi sudah 35jtaan sdngkan yng repsol 36jtaan .

    BalasHapus
  13. gk mau beli motor asli Indonesia entah dari AHM, KMI, ato YIMM.
    ane lebih percaya buatan Luar negeri
    biar di bilang gk cinta produk lokal, salahnya sendiri produk lokal is bobrok gk ada kualitasnya
    apalagi produk asal USA pasti top markotop, made in USA is number 1 in the World

    BalasHapus

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk
Blog ini agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Berkomentarlah dengan baik demi
kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima
kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap
artikel-artikel Saya.

Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan
fasilitas Anonim namun setidaknya gunakanlah
akun Anda atau minimal nama dan url.
Sehingga kita bisa berteman lebih akrab.