Ini artikel pertama yang saya tulis tentang mobil khususnya tentang mobil murah yang saat ini lagi heboh-hebohnya dibicarakan mulai dari orang-orang yang lagi nyantai di warung kopi kaki lima sampai orang-orang yang berada di hotel bintang lima. Banyak yang menyambut gembira dengan kehadiran mobil tersebut karena harganya yang lebih terjangkau sehingga memiliki sebuah mobil baru bukanlah sekedar impian lagi.
Saya mempunyai CARA PANDANG tersendiri yang mungkin saja berbeda dengan cara pandang anda terhadap kehadiran mobil murah itu di negara kita Indonesia tercinta ini. Salah satu pejabat tinggi di negara kita ini mengatakan kalau mobil murah itu sengaja diluncurkan agar masyarakat kecil juga bisa menikmati dan memiliki sebuah mobil. Yang jadi pertanyaannya Apakah mobil-mobil itu memang murah atau mobil-mobil itu sengaja dibuat seperti murah????
Jika kita bandingkan dengan Honda Jazz, Innova ataupun Avanza jelas mobil-mobil itu lebih murah, ya iyalah mobil-mobil baru tersebut pada umumnya dibawah harga 100 juta rupiah. Tapi apakah mobil-mobil itu memang murah??? mobil-mobil tersebut memang terlihat murah bila kita bandingkan dengan mobil merk lain dari perusahaan yang sama. Tapi ingat mobil itu bukan mobil berharga murah bila kita bandingkan dengan perusahaan lain, Tata Nano contohnya, mobnas India yang dihadirkan untuk masyarakat kecil di negara mereka yang ternyata memang murah benaran yaitu:
Tata Nano Std BSIII 624cc Rp. 23.100.000,-
Tata Nano Std BSIV 624cc Rp. 23.250.000,-
Tata Nano Cx BSIII 624cc Rp. 28.350.000,-
Tata Nano Cx BSIV 624cc Rp. 28.450.000,-
Tata Nano Lx BSIII 624cc Rp. 33.250.000,-
Tata Nano Lx BSIV 624cc Rp. 33.450.000,-
Motor anda saja ada yang lebih mahal bila kita bandingkan dengan mobil India tersebut, Tata Nano MEMANG DITUJUKAN UNTUK PENGENDARA SEPEDA MOTOR INDIA untuk bisa pulang mudik lebih nyaman bersama anak istrinya, tidak kepanasan tidak kehujanan. Tata Nano memang dijual untuk Masyarakat kecil disana, lalu bagaimana dengan mobil yang dijual untuk masyarakat kecil di Indonesia Yang katanya Murah Itu. Akhirnya mobil yang katanya murah dari Perusahaan Jepang itu hanya dimiliki oleh orang-orang menengah keatas karena mobil yang bisa terlihat murah itu mendapat subsidi berupa pengurangan pajak dari Pemerintah Indonesia. Kasus ini beda-beda tipislah dengan kasus bensin premium (bensin bersubsidi) tapi dinikmati oleh golongan orang sebenarnya mampu membeli bensin pertamax/pertamax plus.
Ada permainan Politik Otomotif pada mobil murah perusahaan jepang tersebut, bila kita cermati lebih dalam bahwa saat ini ada ketakutan tersendiri bagi petinggi perusahaan mobil Jepang akan masuknya mobil murah dari negara Non Jepang ke Indonesia yang bisa mengganggu penjualan mobil mereka, hal itu tidak boleh terjadi. Restu telah didapat oleh pemerintah Indonesia, beban pajak untuk mobil-mobil tersebut dikurangi buah hasil lobi-lobi tingkat tinggi, alasan irit dan lingkungan hidup pun diutamakan, AKHIRNYA MOBIL NASIONAL INDONESIA (KOMODO, TAWON DAN ESEMKA) TERLUPAKAN.
Saya mungkin berada dibarisan ribuan orang di negara ini yang prihatin atas tertatih-tatihnya perjalanan mobil nasional kita yang tak didukung oleh pemerintah kita sendiri. Kebijaksanaan yang diambil malah menguntungkan bangsa asing. Entahlah apakah Jiwa nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa ini sudah memudar. Ketika para pejabat pemerintahan dan menteri di Malaysia dan India mobil dinasnya adalah mobil bangsa sendiri para pejabat negara kita malah bangga menggunakan mobil produk perusahaan asing.
Kita lihat perbandingan mobil para pejabat tersebut, pejabat Indonesia mobilnya bisa bikin decak kagum, ckckckckkkkk
Mobil Dinas Pejabat India TATA AMBASSADOR = kurang dari 100 Juta

Mobil Dinas Pejabat Malaysia PROTON PERDANA = 300 Jutaan
Mobil Dinas Pejabat Indonesia TOYOTA CROWN SALOON = 1,3 MILYAR
India pake TATA karya anak bangsa sendiri
Malaysia pake PROTON karya anak bangsa sendiri
Indonesia pake TOYOTA buatan JEPANG atau Mercedez Benz buatan Jerman?